Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi insulin. Prevalensi global DM pada 2021 mencapai 10,5% dan diproyeksikan meningkat menjadi 12,2% pada 2045. Di Indonesia, prevalensi DM pada 2021 tercatat sebesar 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi DMT2 pada 2022 mencapai 8,04% per 100 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsumsi ekstrak Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan two group pre-post design, melibatkan 76 pasien DMT2 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan kadar gula darah antara kedua kelompok (p 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p 0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam manajemen DMT2 di masyarakat.
Open AccessKata kunci: Diabetes Melitus, Ekstrak Stevia, Kadar Gula Darah.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin dalam tubuh. Berdasarkan WHO, prevalensi global diabetes pada 2021 mencapai 10,5% dan diperkirakan naik menjadi 12,2% pada tahun 2045. IDF 2021 mencatat angka 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus. Di Jawa Barat, Riskesdas 2018 mencatat kenaikan dari 1,3% (2013) menjadi 1,8% (2018). Di Kota Bekasi, jumlah penderita pada 2019 mencapai 42.517 jiwa, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi diabetes tipe II pada 2022 tercatat sebesar 8,04% per 100 penduduk, untuk diklinik sebesar 2,04% (2024) dari jumlah kunjungan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cairan Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan two group pre-post design. Populasi merupakan DMT2 dengan jumlah Sampel terdiri dari 76 pasien, Teknik yang digunakan adalah total sampling untuk menentukan sampel 2 kelompok yaitu 38 responden kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan 38 responden kelompok kontrol tanpa perlakuan. Analisis data menggunakan uji t berdasarkan hasil dari uji normalitas yang berdistribusi normal. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa Hasil uji t-test sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,023). Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak Stevia efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Saran: Konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk DM tipe 2 dalam pelayanan masyarakat. .
Open AccessDiabetes Melitus, Ekstrak Stevia, Kadar Gula Darah
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin dalam tubuh. Berdasarkan WHO, prevalensi global diabetes pada 2021 mencapai 10,5% dan diperkirakan naik menjadi 12,2% pada tahun 2045. IDF 2021 mencatat angka 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus. Di Jawa Barat, Riskesdas 2018 mencatat kenaikan dari 1,3% (2013) menjadi 1,8% (2018). Di Kota Bekasi, jumlah penderita pada 2019 mencapai 42.517 jiwa, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi diabetes tipe II pada 2022 tercatat sebesar 8,04% per 100 penduduk, untuk diklinik sebesar 2,04% (2024) dari jumlah kunjungan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cairan Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan two group pre-post design. Populasi merupakan DMT2 dengan jumlah Sampel terdiri dari 76 pasien, Teknik yang digunakan adalah total sampling untuk menentukan sampel 2 kelompok yaitu 38 responden kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan 38 responden kelompok kontrol tanpa perlakuan. Analisis data menggunakan uji t berdasarkan hasil dari uji normalitas yang berdistribusi normal. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa Hasil uji t-test sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,023). Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak Stevia efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Saran: Konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk DM tipe 2 dalam pelayanan masyarakat.
Open AccessKata kunci: Diabetes Melitus, Ekstrak Stevia, Kadar Gula Darah.