Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Perawatan Diri

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perawatan Diri (Self Care) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta 2021

Book2022Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Penyakit diabetes melistus adalah suatu penyakit dimana penderitanya tidak bisa mengontrol kadar gula di dalam tubuhnya. Penderita diabetes melistus rentang mengalami komplikasi yang ditimbulkan dengan peningkatan kadar gula darah, peningkatan kadar gula darah dapat dicegah dengan dengan melakukan perawatan diri yang baik yang terdiri dari pengaturan pola makan, olah raga, terapi obat, perawatan kaki dan pemantauan kadar gula darah. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan diri (self care) pada pasien diabetes melistus di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 bulan januari tahun 2021 di poli penyakit dalam dan ruang rawat inap RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu sebanyak 73 orang dan sampel sebanyak 42 orang dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner modifikasi Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA), dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan Usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status ekonomi dengan perawatan diri, nilai p-Value secara berturut-turut 0,04, 0,014, 0,020, dan 0,012. Sementara itu terdapat nilai )R pada variabel jenis kelamin sebesar 0,198 dan nilai OR pada variabel status ekonomi sebesar 0,190. Kesimpulan: Perawatan diri merupakan kunci utama bagi keberhasilan pengobatan penyakit siabetes melistus. Untuk itu promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan bagi berbagai lapisan masyarakat sangat diperlukan.

Open AccessPerawatan diri, diabetes melistus, penyakit dalam
oai:ais:library-item:20114Lihat detail

Gambaran Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Diri Pada Anggota Keluarga yang Mengalami Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi

Book2019Koleksi Perpustakaan

Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia menurut (WHO, 2011). Angka kejadian stroke di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukan bahwa prevalensi stroke di Indonesia sebanyak 57,9% kejadian stroke telah terdiagnosis oleh tenaga kesehatan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki urutan kedua dari kejadian stroke berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan kasus tertinggi 16,9%, Sulawesi Tengah 16,6%, Jawa Barat 9,3% dan Jawa Timur 16,0%. Menurut Kabupaten/Kota prevalensi stroke berkisar antara 4,1 % - 12%. Kabupaten Majalengla dan Kota Cirebon mempuyai prevalensi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. (Riskesdas, 2013). Keluarga sangat berperan dalam fase pemulihan sehingga keluarga diharapkan terlibat dalam penanganan penderita sejak awal perawatan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga pasien tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke. Metode penelitian yang digunakan Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dengan teknik accidental sampling. Jumlah responden yang diteliti 35 responden di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-Juli 2018. Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan keluarga tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi menunjukan 51,4% responden berpengetahuan kurang, diikuti 34,3% berpengetahuan cukup dan 14,3% responden berpengetahuan baik. Berdasarkan usia yang terbanyak dengan dewasa awal ≤ 40 tahun 27 responden (77,2%), berdasarkan pendidikan dengan tingkat pendidikan yang rendah ≤ SLTP 28 responden (80,0%), berdasarkan jenis kelammin yang terbanyak jenis kelamin perempuan 27 responden (77,2%), berdasarkan pekerjaan yang terbanyak dengan ibu rumah tangga 17 responden (48,6%), berdasarkan sumber informasi yang terbanyak tenaga kesehatan 18 responden (51,4%), berdasarkan pengalaman yang terbanyak dengan pengalaman belum pernah 26 responden (74,3%). Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018 sebagian besar adalah kategori kurang. Saran diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi dapat memberikan informasi mengenai perawatan diri pada keluarga dengan penderita stroke untuk melakukan upaya preventif dan rehabilitatif dalam mengurangi disabilitas fisik.

Open AccessTingkat Pengetahuan, Perawatan Diri, Keluarga
oai:ais:library-item:16537Lihat detail