Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Proses persalinan sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat memicu stres dan kecemasan. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ketegangan saat melahirkan adalah hypnobirthing. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing masih tergolong rendah. Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, di lakukan di TPMB Riris. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Riris pada bulan Mei-Juli 2025 sebanyak 60 arang dan jumlah sampel sama dengan jumlah sampel 60 orang yaitu total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dan variabel independen yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Instrumen pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Didapatkan hasil variabel pengetahuan baik 60%, usia ibu tidak beresiko 83,3%, pendidikan tinggi 85%, ibu hamil tidak bekerja 75%, paritas tidak beresiko 85%, terpapar sumber informasi 85% dan dukungan tenaga kesehatan yg mendukung 86,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,073) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,033), paritas (p=0,002), sumber informasi (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,005) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Kesimpulan : Faktor pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.
Open AccessDukungan Tenaga Kesehatan, Hypnobirthing, Pengetahuan Ibu Hamil, Pendidikan, Sumber Informasi.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Pada dasarnya, semua kehamilan memiliki risiko. Ibu hamil yang tidak menjalani Antenatal Care (ANC) secara teratur, dapat mengakibatkan masalah seperti tidak terpantau dengan baiknya kondisi ibu dan janin, meningkatnya risiko komplikasi kehamilan karena lambatnya akses ke pelayanan kesehatan saat ada tanda bahaya kehamilan, dan kurangnya persiapan untuk proses kehamilan. Untuk menghindari terjadinya angka kematian ibu termasuk resiko tinggi akan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil maka diwajibkan melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) yang baik dan teratur. Untuk mengetahui faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada pasien ibu hamil di Puskesmas Kalangsari sebanyak 177 responden. Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode purposive random sampling. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025 yaitu usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Teridentifikasi distribusi frekuensi pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas Kalangsari Tahun 2025, dimana sebagian besar memiliki usia 26-35 tahun sebanyak 59,9%, pendidikan menengah sebanyak 72,9%, paritas multipara sebanyak 59,9%, dukungan suami yang tinggi sebanyak 65,0%, serta memiliki dukungan tenanga kesehatan yang tinggi sebanyak 66,1%. Didapatkan p-value < 0,05 dengan urutan (0,001, 0,002, 0,005, 0,000, 0,000). Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC maka perlu adanya dukungan suami, pendidikan yang tinggi, serta dukungan tenaga kesehatan yang baik.
Open Accesskepatuhan ANC, ibu hamil, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Kolostrum adalah ASI stadium I yang keluar sejak hari pertama sampai dengan hari keempat setelah
persalinan. Berdasarkan data menurut Kemenkes RI, 2019 Kecenderungan pemberian kolostrum yang dibuang semua sebesar 5,9% pada tahun 2013. Dari hasil tersebut, diketahui 14,8% bayi tidak mendapatkan manfaat kolostrum dengan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di klinik pratama amanah bunda medika
bekasi. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, menambah wawasan dan menerapkan pemberian kolostrum yang tepat. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di klinik pratama amanah bunda medika bekasi yaitu sebanyak 57 ibu bersalin. Sampel sebanyak 57 ibu bersalin dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan analisa univariat dan
bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan adanya hubungan semua variabel dengan
pemberian pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di klinik pratama amanah bunda medika bekasi. Pada variabel paritas nilai (P=0.001) (OR=8.458), variabel pengetahuan nilai (P= 0.035) (OR= 3.818), variabel dukungan keluarga nilai (P= 0.009) (OR= 6.706), variabel dukungan tenaga kesehatan nilai (P= 0.003) (OR= 10.588). Kesimpulan hasil penelitian variabel yang diteliti memiliki hubungan antara paritas, pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di klinik pratama amanah bunda medika
bekasi. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan kesadaran ibu untuk memberikan kolostrum pada bayi baru lahir yang baik dan benar dengan cara mencari informasi dari sumber terpercaya agar selalu tercipta sikap yang baik dalam hal pemberian kolostrum.
Open AccessPemberian kolostrum, bayi baru lahir, paritas, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan.
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Indonesia sedang menghadapi permasalahan jumlah penduduk dan kualitas sumber daya manusia dengan tingginya angka kelahiran setiap tahun. Usaha untuk menekan laju pertumbuhan seperti Keluarga Berencana (KB), salah satunya KB suntik 3 bulan. Dalam waktu 1 tahun jumlah akseptor KB suntik 3 bulan di TPMB Riris Nuristiani Marsa berjumlah 234 orang, yang menggunakan KB suntik 3 bulan berturut-turut selama >2 tahun berjumlah 198 orang atau 84,6%. Hal ini di karenakan KB
suntik 3 bulan banyak di gunakan karena lebih nyaman, sedikit efek samping dan tidak mengganggu siklus haid, di banding pil KB yang harus minum obat tiap hari dan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implant, karena efek samping dalam pemasangan yaitu perubahan siklus menstruasi menjadi lebih lama dan menyakitkan, spotting antar periode, pendarahan hebat
selama periode menstruasi yang menyebabkan anemia, perforasi dinding rahim dan dilakukan pembiusan pada prosedur pemasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan.
Metode penelitian bersifat analitik kuantitatip dengan desain cross sectional. Populasi yang ditetapkan adalah akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke TPMB Riris Nuristiani Marsa pada periode November sampai Desember 2023 sebanyak 39 orang. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 39 responden. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian 39 orang responden, 33 orang (84,6%) kurun waktu dalam menggunakan KB suntik 3 bulan berturut turut tanpa di selingi metode yang lainnya ≥ 2 tahun dan 6 orang (15,4%) < 2 tahun. Alasan penggunaan KB suntik 3 bulan banyak dipakai walaupun ≥ 2 tahun karena kerjanya yang efektif, praktis, harganya relatif murah, walaupun sebaiknya lama penggunaan suntik 3 bulan paling lama 2 tahun. Analisa bivariat ada hubungan antara penggunaan KB suntik 3 bulan dengan pengetahuan nilai p-value = 0,028, pekerjaan nilai p-value = 0,042, dan dukungan tenaga kesehatan nilai p-value = 0,028. Yang tidak ada hubungan adalah variabel umur, pendidikan dan paritas.
Diharapkan penelitian ini digunakan sebagai pengetahuan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan.
Open AccessKB suntik 3 bulan, Umur, Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Dukungan Tenaga Kesehatan
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN Skripsi, Agustus 2023 Dila Padilah 121050043 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMK MITRA KARYA RENGASDENGKLOK TAHUN 2023 XII CHAPTER + 51 HALAMAN + 11 TABEL + 12 LAMPIRAN ABSTRAK Latar Belakang : Anemia adalah jumlah sel darah merah, atau konsentrasi pembawa oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh yaitu dibawah 12 g/dl, Anemia pada remaja dapat memperlambat pertumbuhan fisik, dan juga menyebabkan masalah perilaku serta emosional. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Metode: Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dengan populasi yaitu siswi SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Metode pengambilan sampel dengan metode total sampling berjumlah 100 siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui nilai analisis p-value 0,32 (0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil analisis p-value 0,012 (0,05) ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil uji analisis p-value 0,086 (0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Kesimpulan : Ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Bahan bacaan : 29 Jurnal, 4 Buku (2017-2022) Kata Kunci : Pengetahuan Anemia, Sumber informasi, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, Remaja putri SUHERMAN MEDICAL UNIVERSITY GRADUATE PROGRAM OF MIDWIFERY Thesis, August 2023 Dila Padilah 121050043 FACTORS RELATED TO YOUTH WOMEN'S KNOWLEDGE ABOUT ANEMIA AT MITRA KARYA RENGASDENGKLOK VOCATIONAL SCHOOL, 2023 XII CHAPTER + 51 PAGES + 11 TABLES + 12 APPENDICES ABSTRACT Background: Anemia is the number of red blood cells, or the concentration of oxygen carriers in the blood (Hb) that is insufficient for the body's physiological needs, namely below 12 g/dl. Anemia in adolescents can slow down physical growth, and also cause behavioral and emotional problems. The aim of this research is to determine the factors related to young women's knowledge about anemia at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. Method: This research is quantitative analytical with a cross sectional design. The research was carried out in May 2023 with the population being female students at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. The sampling method was a total sampling method of 100 female students. The data is primary data using an instrument, namely a questionnaire. Data analysis uses Chi-square. Results: Based on the results of the chi-square test, it is known that the p-value analysis value is 0.32 (0.05), there is a significant relationship between the source of information and the knowledge of young women about anemia, the p-value analysis result is 0.012 (0.05) there is There is a significant relationship between family support and young women's knowledge about anemia. The results of the p-value analysis test are 0.086 (0.05). There is a significant relationship between support from health workers and young women's knowledge about anemia at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. Conclusion: There is a relationship between information sources and young women's knowledge about anemia, there is a relationship between family support and young women's knowledge about anemia, there is a relationship between support from health workers and young women's knowledge about anemia at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. Reading Materials: 29 Journals, 4 Books (2017-2022) Keywords: Knowledge of Anemia, Sources of information, Family support, Support from health workers, Adolescent girl
Open AccessKata Kunci : Pengetahuan Anemia, Sumber informasi, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, Remaja putri
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.
Open Accesspengetahuan, imunisasi HPV, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, sumber informasi, dukungan tenaga kesehatan
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia adalah jumlah sel darah merah, atau konsentrasi pembawa oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh yaitu dibawah 12 g/dl, Anemia pada remaja dapat memperlambat pertumbuhan fisik, dan juga menyebabkan masalah perilaku serta emosional. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei
2023 dengan populasi yaitu siswi SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Metode pengambilan sampel dengan metode total sampling berjumlah 100 siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-square.Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui nilai analisis p- value 0,32 (<0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil analisis p-value 0,012 (<0,05) ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil uji analisis p-value 0,086 (<0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok.
Open AccessPengetahuan Anemia, Sumber informasi, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, Remaja putri
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.
Open Accesspengetahuan, imunisasi HPV, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, sumber informasi, dukungan tenaga kesehatan
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa sehingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa sehingga menurut WHO telah menjadikan status virus corona ini sebagai pandemic.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan Ibu Hamil tentang penerapan protokol Pencegahan Covid-19 di Klinik Umum Tanjung Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi tahun 2021.
Metode : metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggun akan Accidental sampling dengan jumlah 102 orang. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari umur, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan ibu, dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan sumber informasi sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang Pencegahan Covid-19. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variable dan crosstab (tabulasi silang).
Hasil : responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 68,6%, pada responden dengan usia beresiko sebanyak 61,8%, pada responden dengan pendidikan rendah sebanyak 83,3%, pada responden dengan penghasilan keluarga rendah sebanyak 60,8%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 61,8%, Pada responden dukungan tenaga kesehatan yang menunkung sebanyak 73,5%, Pada responden dukungan keluarga yang kurang mendukung sebanyak 67,6% dan pada responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 74,5% dari hasil
penelitian 8 variabel independen tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan : distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil yang mengetahui pencegahan Covid-19 paling banyak ibu yang berpengetahuan rendah ada 70 Ibu Hamil dibandingkan ibu yang berpengetahuan tinggi ada 32 Ibu Hamil di Klinik Umum Tanjung Tahun 2020.
Saran : Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan covid-19 yang akan digunakan untuk menambah pengetahuan tentang bahaya covid-19 melakukan penerapan pencegahan Covid-19 dengan baik.
Open AccessPengetahuan, Ibu Hamil, Pencegahan Covid-19, Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan,
Pekerjaan , Dukungan Tenaga Kesehatan, Dukungan Keluarga, Sumber Informasi.
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Perineal hygiene saat menstruasi merupakan personal hygiene pada saat menstruasi. Hygiene saat menstruasi sangat penting, karena bila penanganan saat menstruasi tidak steril maka akan banyak bakteri dan kuman yang akan dapat menyebabkan infeksi pada alat reproduksi perempuan. Yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku perineal hygiene saat menstruasi pada siswi SMAN 1 Cibarusah tahun 2020.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan cara pengambilan sampel menggunakan stratified proposional random sampling kemudian sampel diambil kembali dengan menggunakan simple random sampling pada masing-masing kelas. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 256 responden dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 161 responden. Karena penelitian ini dilakukan dalam masa Pandemik Covid-19 maka jumlah responden dibatasi hanya 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form yang dilakukan pada bulan juni-juli 2020. Jenis data yang digunakan adalah jenis data Primer. Analisis data berupa analisis univariate dan bivariat dengan uji statistic menggunakan rumus Chi-Square.
Analisis menggunakan uji chi – square dengan tingkat kemaknaan 95% (a=0,005) dan menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (P=0,007), sikap (P=0,000), kepercayaan (P=0,000), fasilitas dan sarana (P=0,000), dukungan keluarga (P=0,000), dukungan tenaga kesehatan (P=0,000), dan dukungan teman sebaya (P=0,000). Dari hasil penelitian tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, kepercayaan, fasilitas dan sarana, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan daukungan teman sebaya dengan perilaku perineal hygiene saat menstruasi pada siswi SMAN 1 Cibarusah tahun 2020. Saran: diharapkan remaja bisa lebih meningkatkan pengetahuan tentang perilaku perineal hygiene saat menstruasi.
Open AccessPerilaku perineal hygiene, pengetahuan, sikap, kepercayaan, fasilitas dan sarana, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dukungan teman sebaya.
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Menurut puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 bayi yang melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 345 bayi (79,3%) dan yang tidak melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 90 bayi (20,6%).Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari hasil obsevasi, di dapatkan bahwa kurangnya minat masyarakat terutama ibu yang mempunyai bayi terhadap vaksin yang diberikan secara suntik sehingga memungkinkan terjadinya ke tidak seimbangan pemberian imunisasi IPV di berbagai tempat pelayanan kesehatan di kabupaten bekasi.Di samping itu cakupan imunisasi IPV(inactivated polio vaccine) polio suntik di puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 dikatakan belum mencapai target pemerintah yaitu sebanyak 95%.
Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2020 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jenis data yang digunakan adalah Primer dan Skunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu pendidikan, pengetahuan, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, dan Dukungan Kader Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square.
Hasil dan pembahasan: analisis univariat dan bivariat dari 5 variabel tidak ada kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti. Sebagian besar Responden yang memiliki pendidikan Rendah sebanyak (78,3%) p.value = 0,026 Hasil OR 9,000, pada Responden yang memilik Pengetahuan Rendah (84,3%) p.value = 0,015 Hasil OR 9,333, Pada Responden Kurang memiliki Dukungan keluarga sebanyak(83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Tenaga Kesehatan yang Kurang beperan (83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Kader Kurang beperan (88.8%) p.value = 0,004 Hasil OR 16,000
Kesimpulan: terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan kader dengan pemberian imunisasi IPV (inactived polio vaccine) pada bayi usia 4 bulan di desa bantarjaya. Saran: dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu yang memiliki bayi usia 4 bulan dapat menambah pengetahuan tentang dampak, efek samping, kekurangan dan kelebihan imunisasi IPV ( inactived polio vaccine), bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang Imunisasi
Open AccessImunisasi IPV (inactived polio vaccine), Pengetahuan, pendidikan, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, Dukungan kader.
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Pemberian MPASI terlalu dini tidak dianjurkan karena akan menjadi sumber berbagai jenis penyakit, seperti terjadinya diare, sembelit, batuk, pilek, panas dan kolik usus. Data yang diambil pada tahun 2019 di desa bantarjaya terdapat bayi yang sudah diberikan MPASI yaitu sebanyak 66,6% dari 30 bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-fakor yang berhubungan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan Di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Tahun 2020.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran sebanyak 167 responden. Sampel yang diteliti sebagian ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan sebanyak 30 responden. Intrument penelitian menggunakan kuesioner dan data primer.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P= 0,020, hasil OR 8,750. Ada hubungan pendidikan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500. Ada hubungan pekerjaan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,014, hasil OR 16,000. Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nila P=0,042, hasil OR 10,667. Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,020, hasil OR= 8,750. Ada hubungan tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500
Kesimpulan hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran.
Open AccessPemberian MPASI kurang dari 6 bulan, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan,dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, tradisi.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
ASI ekslusif atau lebih tepat pemberian ASI (Air susu ibu) secara ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak lahir (post natal) sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti buah-buahan, biskuit, bubur susu, bubur nasi, nasi tim, dan sebaginya ( Depkes RI, 1992 ). Dampak bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memiliki resiko diare yang parah dan fatal. Resiko tersebut 30 kali lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI secara penuh. Dan bayi tidak diberikan ASI eksklusif, memiliki risiko kematian lebih besar karena terjadinya malnutrisi (Kemenkes, 2010).
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia pemberian ASI Eksklusif mencapai 29,5% khususnya di Provinsi Jawa Barat. (Kemenkes RI, 2016). Di puskesmas Tambelang pada tahun 2017 mencapai 22,7% dan di desa sukarapih pada bulan Februari mencapai 15%, bulan Agustus mencapai 12% (Rekam Medis Puskesmas Tambelang,2017). Capaian ini belum mencapai target seperti yang di harapkan yaitu 50% menurut WHO dan menurut departemen kesehatan yaitu sebesar 80%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2018 yang ditinjau dari variabel pengetahuan, pekerjaan, paritas, promosi susu formula, manajemen laktasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data primer dengan menggunakan kuesioner sebanyak 115 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-Square dengan α =0.05 dan penentuan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ( Pvalue=0,001, OR=4,067). pekerjaan (Pvalue = 0,001,OR=3,880), paritas (Pvalue = 0,016, OR=2,732), promosi susu formula (P value = 0,002,OR=3,619).,Manajeman laktasi (P Value = 0,002. OR=3,475). Dukungan suami (PValue =0,001, OR=4,153). Dukungan keluarga (Pvalue =0,001, OR=3,880), dukungan tenaga kesehatan (Pvalue =0,002, OR=3,475).
Kesimpulan bahwa sebagian besar para suami tidak memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. perlu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang ASI ekslusif, yang memiliki pekerjaan baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor ASI eksklusif masi dapat diberikan dengan cara pemberian ASI yang telah diperah sebelumnya.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan
Open AccessASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga
untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok
ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling).
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39
klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah
(SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%)
berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh
terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya
meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, kepatuhan Diet, pengetahuan, pendidikan, dukungan keluarga,
dukungan tenaga kesehatan, peran tenaga kesehatan dan sikap.