Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama: Hanisah Oktavianie Nim: 020319617 HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI MENARCHE DI SDN CIKARANG KOTA 02 ABSTRAK Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota 02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche. Kata Kunci: Dukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche.
Open AccessKata Kunci: Dukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
Skripsi, 24 Mei 2021
Nama : Nurhikmah
NIM : 020319673
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ORANGTUA PADA PASIEN ANAK USIA (1-5 TAHUN) YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT X CIKARANG PADA MASA PANDEMIK COVID19 TAHUN 2021
XV + 98 Halaman + 9 Tabel +12 Lampiran
ABSTRAK
Pandemik Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Covid 19 di seluruh dunia untuk semua negara. Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pada pasien anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang pada masa pandemik Covid19. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang serta menggunakan uji chi square. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dukungan petugas, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan adalah google form, Microsoft Office 2013, dan SPSS 23.
Kata Kunci : Kecemasan, Orang Tua, Pandemi Covid19, Hospitalisasi
ABSTRACT
BACHELOR PROGRAM STUDY OF NURSING AND PROFESSION NERS
Skripsi, 24 May 2021
Name : Nurhikmah
NIM : 020319673
STUDY ON FACTORS RELATED TO THE ANXIETY OF THE PARENTS IN CHILD PATIENTS (1-5 YEARS) WHO ARE HOSPITALIZING IN X CIKARANG HOSPITAL IN THE PANDEMIC TIME COVID19 2021 YEARS
XV + 98 Pages + 9 Tables + 12 Appendix
ABSTRACT
The Cvoid-19 pandemic is an event of the spread of Covid-19 worldwide for all countries. Anxiety is a feeling of fear of something happening due to the anticipation of danger. This study aims to determine the factors associated with parental enxiety in child patients (1-5 years) undergoing hospitalization at X Hospital Cikarang during the Covid-19 pandemic. This type of research is a quantitative research method with a cross-sectional research design approach and using the chi square test. This study will explain the variables of age, gender, level of education, support from staff, and family support. This study uses primary data, the applications used are google form, Microsoft Office 2013, and SPSS 23.
Keywords: Anxiety, Parents, Pandemic Covid19, Hospitalization
Open AccessKecemasan, Orang Tua, Pandemi Covid19, Hospitalisasi
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Thalassemia merupakan penyakit genetik kronis yang memerlukan
transfusi darah rutin seumur hidup dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas
hidup pasien anak. Dalam pengelolaannya, pengetahuan orang tua dan kepatuhan
terhadap transfusi darah berperan penting dalam mencegah komplikasi serta
meningkatkan kualitas hidup anak penderita thalasemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dan kepatuhan transfusi darah
dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia di Sentra Medika Hospital
Cikarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel
penelitian adalah seluruh orang tua pasien anak penderita thalasemia yang melakukan
kontrol rutin di Unit Thalasemia sebanyak 51 responden, dengan teknik total sampling.
Data dikumpulkan menggunakan PedsQL versi 4.0 untuk mengukur kualitas hidup anak.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat kuesioner pengetahuan orang tua,
kuesioner kepatuhan transfusi darah, dan instrumen menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan
orang tua dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000), serta
terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas
hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000). Kesimpulan: Anak dengan orang tua
yang memiliki pengetahuan baik dan tingkat kepatuhan transfusi yang tinggi cenderung
memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Open AccessThalasemia, pengetahuan orang tua, kepatuhan transfusi darah, kualitas hidup anak.
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan sosial dan emosional yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan penerimaan sosial dan kualitas hubungan dengan orang tua. Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berperan penting dalam membentuk kemampuan self-disclosure remaja. Keterbukaan diri yang baik membantu remaja dalam penyesuaian sosial dan kesehatan psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan penerimaan sosial dan kelekatan orang tua terhadap self-disclosure pada remaja di SMPN 2 Tambelang Kabupaten Bekasi.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 36 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner penerimaan sosial, kelekatan orang tua, dan self-disclosure yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori penerimaan sosial tinggi (47,2%), kategori rendah (36,1%), dan sedang (16,7%). Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penerimaan sosial dengan self-disclosure serta antara kelekatan orang tua dengan self-disclosure dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berhubungan signifikan dengan self-disclosure pada remaja. Dukungan sosial dan hubungan emosional orang tua yang baik berkontribusi terhadap peningkatan keterbukaan diri remaja.
Open Accesspenerimaan sosial, kelekatan orang tua, self-disclosure, remaja
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam
perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah
satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak
mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap
perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang
tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan
desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah
beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan
menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang
diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan
kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis
sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian
penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada
pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis
sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji
Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat
hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak
prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis
cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola
asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh
yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.
Open Accesspola asuh orang tua, kemandirian anak, anak prasekolah.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan suatu kondisi yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor resiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor resiko stunting.
Open AccessEdukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun faktor internal mampu mempengaruhi tingkat stres salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa memiliki nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan yang berbanding terbalik, yang berarti apabila dukungan sosial orang tua semakin tinggi, maka makin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa semakin rendah. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.
Open AccessDukungan sosial orang tua, Stres Akademik, Tugas Akhir, Mahasiswa.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan Cross-Sectional, pengambilan sampel menggunakan metode NonProbability sampling.
Hasil: Uji Chi-Square menunjukan nilai P = 0,010 (<0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.
Open AccessHospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Open AccessKata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat
Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain preeksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka. Kata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
Open AccessKata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka.
Open AccessKata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.
Open AccessHospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Stres ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk dukungan sosial orang tua. Dukungan sosial orang tua berperan penting dalam mengurangi stres akademik mahasiswa. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa dengan p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua, semakin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.
Open AccessDukungan sosial orang tua, Stres Akademik, Tugas Akhir, Mahasiswa
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Anemia dikenal sebagai adanya penurunan massa eritrosity atau massa sel darah merah yang mengakibatkan terganggunya fungsi dan ketidakmampuan hemoglobin untuk membawa oksigen secara memadai ke organ-organ. Alasan dilakukan penelitian ini adalah tingginya pravelensi anemia pada remaja putri di SMKN 1 Pebayuran. Dari survei terhadap 50 responden, peneliti menemukan bahwa 84% siswi mengalami anemia dan 16% tidak anemia. Menurut pengakuan sisiwi, mereka tidak pernah meminum tablet tambah darah selama menstruasi Tujuan : untuk mengidentifikasi faktor yang terkait dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMKN 1 Pebayuran. Metode: Penelitian ini memakai desain Analitik Kuantitatif, pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini sejumlah 139 responden. Pengambilan sampel dengan metode stratified random sampling sejumlah 67 remaja. Intrumen penelitian ini memakai kuesioner. Analisis data memakai Univariat serta bivariat. Hasil memperlihatkan bahwasanya terdapat korelasi antara pengetahuan dengan anemia pada remaja putri (p- value 0,028 <0,05) OR 3.339. Terdapat korelasi antara konsumsi TTD dengan anemia (p-value 0,000
<0,05) OR 13.417. Terdapat korelasi antara lama menstruasi dengan anemia (p-value 0,003<0,05) OR
6.255. Terdapat korelasi antara status ekonomi orang tua dengan anemia (p-value 0,000 < 0,05) OR
8.054. Terdapat korelasi antara pola istirahat dengan anemia, (p-value 0,011 < 0,05) OR 5.017. Kesimpulan: penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya terdapat korelasi antara pengetahuan, konsumsi TTD, lama menstruasi, pola istirahat dan status ekonomi orang tua
Open AccessAnemia Pada Remaja, Pengetahuan, Tablet Tambah Darah, Lama Menstruasi, Pola Istirahat, Status Ekonomi Orang Tua
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penelitian dengan pendekatan cross sectional telah dilaksanakan
untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persepsi
remaja putri mengenai body image di SMAN 2 Cikarang Pusat. Telah diketahui
bahwa para remaja putri cenderung membatasi asupan makanan mereka dan
seringkali menetapkan makanan tertentu sebagai pantangan, hal ini dilakukan karena
perhatian mereka yang besar terhadap bentuk tubuh. Subyek dan Metode: Teknik
sampling yaitu random sampling, alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan
kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Populasinya seluruh siswi di SMAN 2 Cikarang
Pusat sebanyak 488 siswi dengan sampel sebagian dari populasi faktor yang mempengaruhi terjadinya body image pada siswi tersebut. Variabel independen:
karakteristik, status gizi, ketersediaan pangan di rumah, pola makan, kebiasaan
sarapan, dan pengetahuan. Variabel dependen: Body Image. Penelitian ini dijalankan
antara tanggal 1 hingga 19 Juli 2024, berlokasi di SMAN 2 Cikarang Pusat. Dalam
rangka menilai normalitas data, digunakan metode uji Shapiro Wilk sebagai
instrumen yang paling fundamental dalam penelitian ini. Proses ini melibatkan
pembuatan grafik distribusi frekuensi berdasarkan skor yang diperoleh. Proses
pengolahan data meliputi tahapan editing, coding, tabulating, entry, serta cleaning.
Analisis yang dilakukan mencakup teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan 85 responden siswi di SMAN 2 Cikarang Pusat,
52,9% pada kelompok usia 16-18 tahun. Status gizi responden menunjukkan 72,9%
normal. Analisis hubungan pendidikan orang tua menunjukkan hubungan signifikan
dengan body image remaja (p-value = 0,033). Kesimpulan: Tidak ada hubungan
signifikan antara uang saku dan body image namun pendidikan orangtua dan
pengetahuan gizi menunjukkan hubungan signifikan dengan body image.
Open AccessBody Image, pendidikan orang tua, remaja putri, status gizi, uang saku
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Rasa percaya diri seseorang adalah salah satu atribut yang paling penting, kurang nya rasa percaya diri dapat menyebabkan sejumlah masalah bagi orang lain salah satu penyebabnya yaitu kekerasan verbal berupa ucapan yang tidak pantas atau berkata buruk seseorang seperti membentak, menghina , mengancam dan berteriak. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan pembentukan kepercayaan diri pada remaja awal ( usia 12-14 tahun ) di MTs At-Taufiq. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Pada pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Populasi dalam penelitian ini melibatkan siswa/i di MTs At-Taufiq yang berusia 12 – 14 tahun, sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 responden dengan metode total sampel, variabel independen adalah kekerasan verbal orang tua sedangkan variabel dependen adalah pembentukan kepercayaan diri. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulan data adalah kuesioner berisi kejadian kekerasan verbal orang tua dan kepercayaan diri, Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil : Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,000).Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara kerasan verbal orang tua dengan pembentukan kepercayaan diri.
Open AccessKepercayaan diri, Kekerasan verbal orang tua, Remaja awal.
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Thalassemia adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan kecacatan sintesis pada gen alfa (a) dan beta (b) yang berfungsi untuk melakukan pembentukan hemoglobin. Thalasemia merupakan kelainan genetis dalam sintesis rantai globin yang mengakibatkan abnormalitas jumlah dan kualitas produksi rantai globin. Peran orang tua dalam mendukung pengobatan anak penderita thalassemia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup anak penderita thalassemia. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan orang tua dan kualitas hidup anak penderita thalassemia di RS Sentra Medika. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dimana jenis penelitian yang digunakan untuk mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkirakan, dan menguji berdasarkan teori yang ada dan cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil Peneltian: Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah dengan dukungan orang tua Positif sebanyak 28 responden (60.9%), dan sedangkan dukungan orang tua Negatif sebanyak 18 responden (39.1%). Dari hasil uji chi square diperoleh nilai p-value 0,207. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan orang tua dengan kualitas hidup anak penderita thalassemia di Rumah Sakit Sentra Medika tahun 2023.
Open AccessDukungan Orang Tua, Kualitas Hidup, Thalassemia
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota
02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche.
Open AccessDukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Perilaku seksual pada siswa di SMK bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya pendidikan seks di rumah dan di sekolah, pengaruh media sosial dan budaya populer, kurangnya pengawasan orangtua atau guru, dan tekanan dari teman sebaya. Selain itu, adanya keinginan untuk mengeksplorasi dan memenuhi kebutuhan seksual yang timbul selama masa pubertas juga dapat menjadi faktor yang mendorong perilaku seksual pada siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual siswa di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 154. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak
154 siswa. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dalam perilaku seksual pada remaja di SMK.
Open AccessPerilaku seksual, pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, peran reman
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gaya pacaran remaja di zaman sekarang mengarah pada perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka. SDKI-R 2017, kelompok umur 15-17 tahun menjadi kelompok umur mulai pacaran pertama kali, remaja mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun. Tujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan gaya berpacaran pada remaja. Metode analitik kuanitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 420 remaja dengan sampel penelitian sebanyak 214 responden. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis bivariat yaitu pengetahuan (p=0,000), paparan pornografi (p=0,083), peran orang tua (p=0,001), peran teman sebaya (p=0,013), peran guru (0,179). Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan gaya berpacaran remaja, serta tidak terdapat hubungan antara paparan pornograti, dan peran guru dengan gaya berpacaran remaja.
Open AccessGaya berpacaran, pacaran remaja, pengetahuan, paparan pornografi, peran orang tua, peran teman sebaya, peran guru.