Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain preeksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka. Kata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
Open AccessKata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka.
Open AccessKata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Stunting meupakan salah salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di Indonesia saat ini. Perilaku ibu dalam pencegahan stunting tidak terbentuk dengan sendirinya, pengetahuan dan sikap dapat mempengaharui seseorang dalam berperilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada anak 0-24 bulan di Puskesmas Karang Bahagia. Metode Penelitian adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan sampel padat sebanyak 56 responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Dalam penelitian ini teknik analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji Chi -Square dengan nilai signifikan a<0,05. Hasil penelitian menunjukan hasil uji Chi-Square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting dengan p=value 0,015 (p<0,05), serta hasil analisa antara sikap dan perilaku ibu menujukan terdapat hubungan dengan p=value 0,033 (p<0.05). Kesimpulan terdapat hubungan siqnifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku ibu dalam pencegahan stuning pada balita 0-24 bulan di Puskesmas Karang Bahagia. Diharapkan Puskesmas Karang Bahagia dapat lebih sering melakukan penyuluhan di daerah-daerah yang jaraknya masih jauh dari akses pelayanan Kesehatan.
Open Accesspengetahuan, perilaku, sikap, stunting.