Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
Open AccessKata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Edema Kaki, Ankel Pumping Exercise, Elevasi Kaki
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS)
Cikarang, Maret 2023
Muhammad Nahrul Ilmi
HUBUNGAN LAMANYA DIABETES MELLITUS DENGAN STAGE GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023
ABSTRAK
Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan ptogresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Stage Gagal Ginjal Kronik
Daftar Bacaan: 20 Kepustakaan (2015-2022)
Open AccessDiabetes Melitus, Stage Gagal Ginjal Kronik
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta tahun 2023. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184. Tehnik pengambilan sampel yaitu non random sampling dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 65 responden, menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.
Open Accessgagal ginjal kronik, gaya hidup
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kecemasan adalah suatu respon emosional yang tidak menyenangkan terhadap berbagai macam stressor baik yang jelas maupun yang tidak teridenfikasi dan ditandai rasa khawatir, takut dan perasaan terancam. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pengetahuan (Kaplan dan Sadock dalam Iin patimah, 2020). Pengetahuan menurut Windri Dewi Ayu (2022) yaitu hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera manusia terhadap objek tertentu yang mendasari tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, informasi, budaya dan pengalaman seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Post Cimino dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalahchi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p- value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
Open AccessKata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Cimino, Tingkat pengetahuan, Kecemasan
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode kritis dalam pembentukan pola hidup mandiri. Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup tidak sehat, seperti konsumsi minuman tinggi gula, meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan jangka panjang, termasuk gagal ginjal. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang pencegahan gagal ginjal melalui media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMP Negeri 1 Cabangbungin. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan one-group pre-test post-test design. Sampel berjumlah 77 siswa kelas VIII yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian: Hasil analisis data sebelum edukasi, mayoritas responden (61%) memiliki pengetahuan kategori cukup. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dimana mayoritas responden (61%) beralih ke kategori baik. Uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis audiovisual terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Media ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan ginjal pada kelompok remaja.
Open AccessAudiovisual, Edukasi, Gagal ginjal, Pengetahuan, Remaja
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Penyakit ginjal kronik (PGK) dapat didefinisikan sebagai gangguan fungsi ginjal yang bersifat irreversible yang mana kemampuan ginjal dalam mengatur elektrolit, keseimbangan cairan, dan metabolisme menurun dan mengakibatkan uremia. Pembatasan cairan pada pasien penyakit ginjal kronik meningkatkan frekuensi timbulnya rasa haus. Adanya peningkatan konsentrasi natrium plasma yang menyebabkan dehidrasi intraselular pada pusat rasa haus sehingga merangsang sensasi rasa haus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menghisap es batu terhadap rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronik di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Penelitian ini menggunakan one group pre post test design. Populasi yang diambil menggunakan total sampling sebanyak 72 pasien dengan penyakit ginjal kronis yang mendapat intervensi menghisap es batu untuk mengurangi rasa haus. Data yang dikumpulkan merupakan data skala haus sebelum dan sesudah menghisap es batu. Analisis bivariat yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Uji Paired Sample T-test. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara menghisap es batu dengan skala rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronis dengan p= 0,000. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu menghisap es batu dapat menurunkan rasa haus pada pasien penyakit ginjal kronis.
Open AccessGagal ginjal kronis, rasa haus, menghisap es batu.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Kecemasan adalah suatu respon emosional yang tidak menyenangkan terhadap berbagai macam stressor baik yang jelas maupun yang tidak teridenfikasi dan ditandai rasa khawatir, takut dan perasaan terancam. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pengetahuan (Kaplan dan Sadock dalam Iin patimah, 2020). Pengetahuan menurut Windri Dewi Ayu (2022) yaitu hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan melalui pancaindera manusia terhadap objek tertentu yang mendari tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, informasi, budaya dan pengalaman seseorang. Berdasarkan pencatatan di buku register di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong terjadi peningkatan jumlah pasien dengan gangguan gagal ginjal yang dipasang cimino yaitu pada bulan November sebanyak 45 orang. Selain itu peneliti melakukan studi pendahuluan yang di lakukan di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan wawancara terhadap 10 pasien dengan Gagal Ginjal Kronik post pemasangan cimino mengatakan tidak tahu bagaimana cara melakukan perawatan pada cimino, apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan post pemasangan cimino. 3 dari 10 responden mengalami cemas berat, 4 responden cemas sedang, 2 responden cemas sedang dan 1 responden tidak cemas. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan membuktikan bahwa kecemasan yang terjadi pada pasien Gagal Ginjal Kronik post cimino karena kurangnya pengetahuan tentang perawatan Post Cimino. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Post Cimino dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p- value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
Open AccessGagal Ginjal Kronis, Cimino, Tingkat pengetahuan, Kecemasan
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar ureum kreatinin didalam darah sebagai akibat ketidakmampuan ginjal memfiltrasi hasil metabolisme tubuh yang bersifat irreversible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest postest design without control group terhadap 31 sampel dari 212 populasi pasien hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023 menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji normalitas kolmogrov smirnov menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05) dan hasil uji parametrik paired T-Test menunjukkan nilai P value 0,000 (< 0,05) artinya ada pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Kesimpulan tingkat rasa haus sebelum mengunyah permen karet xylitol adalah haus sedang, tingkat rasa haus setelah mengunyah permen karet xylitol adalah haus ringan, dan ada pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Saran dalam penelitian ini diharapkan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dapat mengadakan seminar awam mengenai manfaat permen karet xylitol untuk mengatasi rasa haus pada pasien yang melakukan cuci darah dengan harapan meningkatnya kedisiplinan dalam membatasi asupan cairan dan angka kesakitan serta kematian dapat terhindarkan akibat kelebihan volume cairan.
Open AccessGagal ginjal kronik, permen karet xylitol, rasa haus.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan
gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman
berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia
produktif. Tujuan penelitian : untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Dengan jumlah populasi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184 responden, dan jumlah sample sebanyak 65 responden. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Gaya hidup
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Edema Kaki, Ankel Pumping Exercise, Elevasi Kaki.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Hemodialisa merupakan proses untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik (terjadi kerusakan pada ginjal). Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 pasien hemodialisa dengan jumlah sampel 52 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Deskripsi tingkat keberhasilan klien Responden yang berhasil dalam menjalankan hemodialisa yaitu sebanyak 35 orang (67,3%) dan responden yang tidak berhasil menjalankan hemodialisa yaitu sebanyak 17 orang (32,7%). Hasil menyatakan ada hubungan antara variabel kepatuhan diet, pengetahuan dan sikap petugas. Namun berbeda dengan hasil dukungan keluarga yang menyatakan tidak Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan Keberhasilan Klien dalam Menjalankan Hemodialisis dengan nilai p-value 0,769 (>0.05) dan peluang 1.741 kali lipat.
Open AccessGagal ginjal, Hemodialisa
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan progresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol.
Open AccessDiabetes Mellitus, Gagal Ginjal Kronik
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sering mengalami penurunan aktivitas fisik dan penurunan ini mempengaruhi kondisi kecemasan. Dukungan keluarga dapat menurunkan kecemasan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RS Sentra Medika Cisalak tahun 2021.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectionalPopulasi berjumlah 50 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling,sehingga jumlah sampel adalah 50 orang dan Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan dari 50 responden yang memiliki tingkat dukungan keluarga baik terdapat 33 responden (66%) dan 17 (34%) responden yang memiliki dukungan keluarga kurang. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-square diperoleh nilai P = 0,000 (P<0,05). Berdasarkan nilai P value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RS Sentra Medika Cisalak Depok. Peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat meneliti faktor faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa di hemodialisis.
Open AccessDukungan keluarga, kecemasan, gagal ginjal kronis, hemodialisis
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang berupa transplantasi ginjal atau dialysis. Penyakit ini digolongkan dalam penyakit terminal yaitu penyakit yang sulit disembuhkan dan beresiko meninggal dunia, akibat kelainan metabolik dapat terjadi dengan cepat. Hemodialisis dipilih untuk mengatasi atau mencegah hiperkalemia yang mengancam jiwa (Setiati, dkk, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lama waktu Tindakan Hemodialisa Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit EMC Cikarang 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “One Groups Pretest - Posttest Design“.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Gagal Ginjal Kronik yang melakukan tindakan hemodialisa. Seluruh pasien gagal ginjal kronik 56 pasien yang menjalani terapi selama 5 jam. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara lama waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisa rumah sakit EMC Cikarang 2021. Dari hasil uji statistik di dapat nilai Z sebesar 3.742 dan p value sebesar 0.000 kurang dari 0,005 (p≤ 0,005) sehingga adanya pengaruh lama waktu tindakan hemodialisa terhadap tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit EMC Cikarang.
Dengan adanya perbedaan yang bermakna antara lamanya waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik.
Penulis berharap para peneliti dapat meneruskan penelitian ini, sehingga dapat menambah wawasan yang lebih luas.
Open AccessHemodialisa, Gagal Ginjal Kronik, Peningkatan Tekanan Darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Pada penderita penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat dipastikan mengalami tekanan psikologis yang mengakibatkan gangguan mental emosional pasien, selain itu terapi hemodialisis membawa dampak pada kondisi psikologis pasien berupa perasaan cemas, dan sewaktu-waktu dapat mengalami depresi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan frekuensi lamanya menjalani hemodialisa dengan gangguan mental emosional pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 100 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa dan sampel sebanyak 36 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner baku SRQ. Hasil penelitian yang menggunakan uji Spearman-Rho didapatkan hasil nilai p-value 0,037 < 0,05 dengan hasil nilai koefisien korelasi 1.000 pada frekuensi hemodialisa dan (+) 0,349 pada Gangguan Mental Emosional sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup signifikan di antara kedua variabel tersebut.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Gangguan Mental Emosional
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Chronic Kidney Disease (CKD) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan dari struktur atau fungsi ginjal. Keadaan ini muncul selama lebih dari 3 bulan dan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Penyakit CKD akan mempengaruhi penurunan LFG dan fungsi ginjal memburuk lebih lanjut, retensi natrium dan air bisa terjadi. Hal ini dapat menyebabkan resiko edema dan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengidenifikasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahua Pasien CKD ( Chronic Kidney Disease) Dalam Pembatasan Cairan Sebelum Dilakukan Hemodialisa Di Ruang HD Rs. Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan survey analitik cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel peneltian 50 responden dengan cara non-random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariate. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan berhubungan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,012, faktor umur berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,016, faktor pendidikan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa nilai dengan p- value = 0,000, faktor informasi berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,000, faktor lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,011. Kesimpulan : faktor pengetahuan, umur, pendidikan, informasi, lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa di ruang hemodialisa Rs.Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui bahwa pentingnya dalam membatasi asupan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dan memantau ketat intake dan output cairan.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Pengetahuan, Hemodialisa, Pembatasan Caran
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu membawa atau melakukan fungsi normal dari produk sisa metabolisme tubuh,
karena gangguan ekskresi ginjal, serta gangguan fungsi endokrin, metabolisme dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk
mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang
komprehensif pada pasien dengan gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan
seorang pasien yang mengalami gagal ginjal kronik. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien gagal
ginjal kronik diantarannya sesak nafas, adanya edema perifer, penambahan berat badan jangka pendek, penurunan kadar
Hb/Ht, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama masalah keperawatan cairan : Hipervolemia akibat penyakit gagal ginjal
kronik. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini menghitung balance cairan, menimbang berat badan dalam waktu yang
sama, membatasi cairan dan tindakan mandiri dengan posisi semi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang
dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi
akhir masalah keperawatan hipervolemia teratasi dengan edema pada kaki pasien sudah tidak ada, Balance cairan 250 ml ,
tidak sesak lagi, TTV dalam batas normal TD : 145/80 mmHg, S: 36,2C, N : 88 x/menit, RR : 22 x/menit
Open AccessAsuhan Keperawatan, Gagal Ginjal Kronik, Hipervolemia
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan merupakan suatu prinsip yang fundamental. World Health Organization (WHO) membuat terobosan atau inisiatif untuk keselamatan bedah yang disebut dengan surgical safety checklist (SSC) di kamar bedah yang digunakan melalui 3 tahapan yaitu Sign In, Time Out dan Sign Out. Uji coba cheklist telah dilakukan oleh Haynes pada tahun 2007-2008 menunjukkan hasil penggunaan Surgical Safety Checklist di ruang operasi pada delapan rumah sakit yang berbeda berdampak positif pada penurunan angka komplikasi dari 11% menjadi 7% dan penurunan angka kematian pasca tindakan bedah dari 1,5% menjadi 0,8%. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan surgical safety checklist dikamar operasi, diantaranya adalah faktor pendidikan dan sikap perawat kamar operasi itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil dengan metode Total Sampling dengan jumlah responden 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,044) dan adanya hubungan sikap perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,024). Penelitian ini diharapkan menjadi motivasi bagi perawat kamar bedah dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan memperbaiki sikap dalam melaksanakan surgical safety checklist di kamar operasi.
Open AccessGagal ginjal kronik, hemodialisa, Mekanisme koping
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Proses perjalanan penyakit dari gagal ginjal kronik menjadi ESRD disebabkan oleh beberapa etiologi yang secara progresif menurunkan fungsi ginjal dan lama-kelamaan ginjal akan mengalami kehilangan fungsinya. Terapi hemodialisis (HD) jangka panjang dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit ginjal stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD). Hipertensi intradialitik merupakan komplikasi peringkat ke-1 di Indonesia yaitu sebanyak 38% atau 92.171 kejadian pada tahun 2018. hipertensi intradialitik proses terjadinya peningkatan tekanan darah saat dialisis lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing exercise terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa. Rancangan penelitian ini mengguanakan pre experimental design dengan pendekatan the one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 170 responden dan sampel dalam penelitian terdiri dari 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan batas kemaknaan (nilai alfa 5%). Hasil penelitian menunjukan hasil akhir yakni nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, karena nilai p-value sebesar 0,000 atau kurang 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil p-value < 0,05, artinya ada perbedaan antara hasil tekanan darah pre-test dan post test pemberian slow deep breathing exercise. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Ada pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong tahun 2022.
Open Accessgagal ginjal kronik, hemodialisis, kram otot, massage, minyak jahe, nye gagal ginjal kronik, ESRD, hemodialisis, hipertensi intradialitik, slow deep breathing.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik adalah suatu sindrom klinis disebabkan
penurunan fungsi ginjal irreversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling
sering digunakan adalah hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar
ureum, kreatinin dan toksik yang lainnya di dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar ureum dan kreatinin darah
yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa. Berdasarkan hasil studi
pendahuluan pada bulan januari didapatkan data 40% pasien mengalami gagal
ginjal kronik dan menjalani hemodialisa dan sedangkan tahun 2018 sebesar
1.1206 penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Sedangkan
pasien yang menjalani hemodialisa sejumlah 135 pasien, yang didapatkan 18
responden.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Hemodialisa
Terhadap Kadar Ureum Dan Kreatinin Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik
Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi
tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperiment paired
T-test dengan rancangan Pretest dan posttest, dimana pada rancangan penelitian
dilakukan dengan cara memberikan (Pengamatan awal) terlebih dahulu sebelum
diberikan intervensi dan (Pengamatan akhir) setelah dilakukan intervensi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani hemodialisis
di ruang Hemodialisa RSUD Dr.Chasbullah Abdulmadjid Bekasi Kota yang
berjumlah 135. Sampel yang didapatkan 18 responden dengan menggunakan
teknik Accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data
adalah Lembar Observasi dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah
analisa univariat, bivariat dan normalitas berupa uji T-Test. T-Test merupakan uji
beda mean dependen (Uji T dependen) dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara
hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah pada pasien gagal ginjal
kronik. Variabel yang mempengaruhi adalah hemodialisa terhadap kadar ureum
dan kreatinin darah pre dan post (P value = 0,000). Dari hasil penelitian
didapatkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan hemodialisa
terhadap kadar ureum dan kreatinin darah.
Kesimpulan : Ada hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah yakni
adanya perubahan kadar ureum dan kreatinin darah setelah hemodialisa akan
tetapi tidak kembali ke kadar nilai normal.
Saran : Bagi Petugas Kesehatan utamanya pada perawat hemodialisis lebih
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam memantau adanya
kelainan-kelainan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan mengenai diit
pada pasien yang menjalani hemodialisa agar tidak terjadi peningkatan ureum
dan kreatinin dengan cara.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Kadar Ureum, Kreatinin Darah