Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: gaya hidup

Hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM type II di wilayah kerja puskesmas klapanunggal

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal tahun 2022. JenisPenelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022 dengannilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182. Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022.

Open AccessKata kunci: Diabetes Melitus, Gaya hidup, Tingkat pengetahuan
oai:ais:skripsi:296Lihat detail

Faktor faktor yang berhubungan gaya hidup dengan bertambahnya kasus gagal ginjal di usia prodiktif

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta tahun 2023. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184. Tehnik pengambilan sampel yaitu non random sampling dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 65 responden, menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.

Open Accessgagal ginjal kronik, gaya hidup
oai:ais:skripsi:337Lihat detail

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaragam Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Selain itu, karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas berusia <35 tahun (73%), menikah ≤5 tahun (60%), berpendidikan rendah (62%), dan tidak bekerja (53%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.

Open Accessinfertilitas, gaya hidup, wanita usia subur, kesehatan reproduksi
oai:ais:library-item:27018Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Staidum Gagal Ginjal Pada Pasien Hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian : untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Dengan jumlah populasi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184 responden, dan jumlah sample sebanyak 65 responden. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.

Open AccessGagal Ginjal Kronik, Gaya hidup
oai:ais:library-item:23646Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Gaya Hidup Pada Penderita DM Type II di Wilayah Kerja Puskesmas Klapanunggal Bogor Tahun 2022

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal Bogor tahun 2022 Metode Penelitian : Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square Hasil penelitian : pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal Bogor 2022 dengan nilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182 Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal Bogor2022 Saran : Diharapkan dapat menjadi studi literature dalam memberikan penanganan pasien dengan Diabetes Melitus sehingga dapat meningkatkan peran perawat sebagai edukator dalam penatalaksaan Diabetes Melitus seperti memberikan penyuluhan akan pentingnya gaya hidup sehat

Open AccessDiabetes Melitus, Gaya hidup, Tingkat pengetahuan
oai:ais:library-item:22468Lihat detail

Hubungan Gaya Hidup Dengan Stroke Berulang di Ruang Stroke Unit Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Book2023Koleksi Perpustakaan

Gaya hidup yang tidak sehat yang mencakup pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya stroke berulang. Penelitian dengan menggunakan metode kuantitaif yaitu dengan menggunakan uji chi square dengan teknik sampling purposive sejumlah 48 orang. data dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai p-value 0.000 yang berarti bahwa ada hubungan gaya hidup dengan stroke berulang di ruang stroke unit RS Sentra Medika Cikarang. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu betapa pentingnya menjaga gaya hidup yang sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit terutama mencegah terjadinya stroke berulang,

Open Accesspasien stroke, stroke berulang, gaya hidup
oai:ais:library-item:21386Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian gastritis Pada Remaja di Kampung Lemahabang RT03/06 Desa Karang Mukti Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi

Book2022Koleksi Perpustakaan

Penyakit Gastritis yaitu peradangan atau pembengkakan dari muosa lambung yang disebabkan oleh kuman heliobacter pylori. Penderita penyakit maag akan mengalami nyeri ulu hati, nyeri lambung, rasa mual, muntah, rasa lemah, nafsu makan menurun, sakit kepala dan terjadi perdarahan pada saluran cerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja di kampung lemahabang rt 03rw 06 desa karang mukti kecamatan karang bahagia kabupaten bekasi tahun 2021. Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dengan sampel Total sampling sebanyak 30 responden . analisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pola Makan, Stres dan Gaya Hidup. Variabel yang berhubungan adalah pola makan ( p=0,000 < < 0,05 ), Stress ( p=0,000 < < 0,05 ), dan Gaya Hidup ( p=0,000 < < 0,05 ). Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara Pola Makan, Stress dan Gaya Hidup dengan kejadian Gastritis pada Remaja di kampung Lemahabang Rt 03 Rw 06 Desa Karangmukti Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi masyarakat tentang kejadian Gastritis.

Open AccessKejadian Gastritis, Pola Makan, Stress, Gaya Hidup.
oai:ais:library-item:20730Lihat detail

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020

Book2021Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penyakit hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik lebih dari 140/90 mmHg. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya hipertensi seperti faktor genetik, umur, jenis kelamin, kegemukan, serta gaya hidup. Gaya Hidup yang dimaksud seperti merokok, stress, aktivits fisik dan pola makan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskemas Ciledug Kabupaten Cirebon didapatkan bahwa program penyakit hipertensi merupakan urutan pertama dari 12 program penyakit terbanyak serta mendapatkan data penderita hipertensi di Puskesmas Ciledug pada tahun 2019 terdapat 9 desa, dari setiap desa di dapatkan hasil yaitu Desa Jatiseeng Kidul dengan jumlah 234 orang yang menderita hipertensi, Desa Ciledug Kulon sebanyak 219 orang yang menderita hipertensi dan Desa Leuweunggajah merupakan peringkat ketiga sebanyak 133 penderita hipertensi dari berbagai Rukun Warga. di Puskemas Ciledug Kabupaten Cirebon didapatkan bahwa program penyakit hipertensi merupakan urutan pertama dari 12 program penyakit terbanyak serta mendapatkan data penderita hipertensi di Puskesmas Ciledug pada tahun 2019 terdapat 9 desa, dari setiap desa di dapatkan hasil yaitu Desa Jatiseeng Kidul dengan jumlah 234 orang yang menderita hipertensi, Desa Ciledug Kulon sebanyak 219 orang yang menderita hipertensi dan Desa Leuweunggajah merupakan peringkat ketiga sebanyak 133 penderita hipertensi dari berbagai Rukun Warga. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Dengan populasi sebanyak 133 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 57 responden. Instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh tidak adanya hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020 dengan p-value (1,000). Pada penelitian ini didapatkan dari 57 responden sebanyak 22 orang (73,3%) yang menerapkan gaya hidup sehat memiliki tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Saran : Diharapkan masyarakat penderita hipertensi agar terhindar dari komplikasi yang lebih lanjut, ikut dalam memodifikasi gaya hidup sehari-harinya agar penderita terbiasa.

Open AccessHipertensi, Gaya Hidup, Merokok, Stres, Aktivitas fisik, Pola Makan
oai:ais:library-item:18894Lihat detail

Hubungan Gaya Hidup Dengan Derajat Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Book2019Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2018 – Juli 2018 didapatkan penderita dengan hipertensi sebanyak 42 orang, dengan umur 23-61 tahun. Kejadian hipertensi sering kali dikaitkan dengan faktor yang dapat memperbesar risiko atau kecenderungan seseorang menderita hipertensi, diantaranya adalah pola makan, aktivitas fisik, perilaku merokok, stres (faktor yang dapat dimodifikasi), sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya adalah faktor genetik, riwayat keluarga, usia, ras. Tujuan : Mengetahui hubungan gaya hidup (pola makan, aktivitas fisik, perilaku merokok, manajemen stres) dengan derajat tekanan darah di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi usia produktif (23-61 tahun) di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Sampel berjumlah 42 responden. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji continuity correction sebagai alternatif nya. Hasil : Ada hubungan antara pola makan, aktifitas fisik, manajemen stres dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan derajat tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2018, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pola makan 7,600, aktivitas fisik 7,000, manajemen stres 4,875. Kesimpulan : Pola makan, aktivitas fisik dan manajemen stres berhubungan dan prilaku merokok tidak berubungan dengan derajat tekanan darah karena sebagian besar penderita hipertensi tidak merokok. Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita hipertensi dapat melakukan gaya hidup sehat untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

Open AccessGaya hidup, pola makan, aktivitas fisik, perilaku merokok, manajemen stres, derajat tekanan darah
oai:ais:library-item:16627Lihat detail