Thesis•2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurunnya hormon estrogen dan progesteron menimbulkan lemahnya organ reproduksi dan muncul perubahan fisik pada tubuh, selain itu rasa takut yang dialami seperti : kecantikan memudar serta hawatir akan kehilangan suami karena gairah seksual menurun sehingga timbul kecemasan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Wanita Premenopause dalam Menghadapi Menopause di Jatiranggon Kota Bekasi Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk melihat masih-masing variabel independen yang terdiri dari pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, usia menarche, paritas, dan dukungan suami, sedangkan variabel dependen yaitu kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, populasi yaitu ibu yang berusia 40-50 tahun di kampung pabuaran sebanyak 71 orang dan sampel dalam penelitian yaitu ibu yang berusia 40-50 tahun sebanyak 71 responden, instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner, data yang didapatkan berupa data primer, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil uji statistik bivariat pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 dengan nilai OR 6,458. Pendidikan menunjukkan bahwa nilai p = 0,007 dengan nilai OR 4,295. Pekerjaan menunjukkan bahwa nilai p = 0,516. Usia menarche menunjukkan bahwa nilai p = 0.996. Paritas menunjukkan bahwa nilai p = 0,297. Dukungan suami menunjukkan bahwa nilai p = 0,002 dengan nilai OR 5,878. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, ada hubungan antara pendidikan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara usia menarche dalam menghadapi menopause, tidak ada hubungan antara paritas dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause, dan ada hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan wanita dalam menghadapi menopause. Saran mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan agar siap menghadapi menopause sehingga terhindar dari kecemasan.
Open AccessKecemasan Menopause, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Usia Menarche, Paritas, dan Dukungan Suami
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Ketuban pecah dini (KPD) adalah sobeknya selaput ketuban sebelum dimulainya tanda-tanda persalinan, biasanya terjadi para primipara atau multipara. Di kabupaten Bekasi angka kejadian KPD sebanyak 33% sedangkan data dari puskesmas Sukatani angka kejadian kpd sebesar 16,5 % berati angka kejadian di desa tersebut masih cukup tingi. Oleh karena itu dapat diambil rumusan masalah Gambaran Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020 Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu hamil trimester IIIdi Puskesmas Sukatani Tahun 2020
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 309 sampel. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist melalui data rekam medic dan catatan kehamilan dan persalinan di PONED.
Hasil: analisis menggunakan uji univariat dengan angka kejadian KPD 16,5 %, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 2035 69,9%, paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3%, infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada 5 variabel yang diteliti yaitu usia ibu, paritas ibu, riwayat kejadian kpd sebelumnya, anemia, dan infeksi vagina dan disimpulkan dengan angka kejadian KPD 16,5%, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 20-35 69,9% , paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3% , infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Saran : Setelah penelitian ini ilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya resiko kpd pada ibu hamil dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan acuan atau sumber data untuk mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd selanjutnya, dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd dengan menggunakan faktor-faktor yang belum pernah diteliti sebelumnya
Open AccessGambaran kejadian, KPD, usia ,paritas, riwayat kpd , anemia, infeksi vagina.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi dimana menurunnya kadar hemoglobin kurang dari 11 gr%, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Pada Kabupaten Bekasi sebanyak 10% dari 768.324 ibu hamil mengalami anemia pada saat hamil, sedangkan di Puskesmas Sukatani sebesar 20,59 % meskipun prevalensi anemia ibu hamil di Kabupaten Bekasi rendah, akan tetapi prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Sukatani masih tinggi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana Gambaran Kejadian Anemia Ibu Hamil pada Trimester III Di Puskesma Sukatani Tahun 2020. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui kejadian anemia ibu hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 704 sampel. Pengumpulan data menggunakan checklist. Hasil: analisis
menggunakan uji univariat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Kesimpulan: pada penelitian ini terdapat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Saran: Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dalam memahami anemia pada ibu hamil dan bahaya dari anemia bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR). diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif
dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta meningkatkan upaya – upaya prevensi untuk mencegah terjadinya anemia seperti penyuluhan, konsultasi yang mendalam dan memastikan ibu hamil mengerti tentang pentingnya mencegah anemia, dengan melibatkan suami dan keluarganya.
Open AccessAnemia pada ibu hamil trimester III yang dipengaruhi oleh status ekonomi, status gizi, usia ibu
dan paritas ibu
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
K4 adalah kontak dengan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehatan yang keempat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan kehamilan sesuai dengan standar. Pada Kabupaten Bekasi cakupan K4 sebesar 95,89%, sedangkan data di puskesmas Pebayuran cakupan K4 sebesar 63.9% yang berarti cakupan K4 di desa tersebut masih berada dibawah cakupan kab.Bekasi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kunjungan k4 pada ibu hamil di desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kab. Bekasi Tahun 2020. Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form dan catatan kehamilan dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak.
Hasil: analisis menggunakan uji chi- square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05) dan menunjukan ada hubungan paritas ibu hamil (P=0,001), pengetahuan (P=0,003), sosial ekonomi (P=0,012), jarak rumah ke fasilitas kesehatan (P=0,001) dan dukungan suami (P=0,013).
Kesimpulan : terdapat hubungan paritas, pengetahuan, sosial ekonomi, jarak rumah ke fasilitas kesehatan, dan dukungan suami dengan kunjungan K4 di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran kab. Bekasi.
Saran : Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya ibu hamil yang tidak lengkap dalam melakukan kunjungan K4, dan dapat mengetahui data dasar bahwa masih banyak ibu hamil yang belum melakukan kunjungan kehamilan secara lengkap dan mengetahui program yang tepat untuk mencapai target yang telah di tetapkan oleh pemerintah
Open AccessKunjungan K4, paritas, pengetahuan, social ekonomi, dukungan suami, jarak rumah ke faskes kesehatan
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Pada saat hamil payudara dan puting susu membengkak akibat pengaruh hormonal, selain itu warna puting susu akan lebih gelap. Dengan bengkaknya payudara bisa mengakibatkan payudara menjadi mudah luka. Maka dari itu perlu dilakakukan perawatan payudara selama hamil. Data diambil pada tahun 2019 di RB Rhaudhatunndya terdapat ibu yang tidak melakukan perawatan payudara yaitu sebanyak 85% dari 33 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di RB Rhaudatunnadya tahun 2020.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, populasi seluruh ibu hamil trimester III di RB Rhaudhatunnadya sebanyak 129 responden. Sampel yang diteliti sebagian ibu hamil trimester III sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner,data primer dan sekunder, dan menggunakan teknik Accidental Sampling.
Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III, nilai P=0,001. Pendidikan nilai P= 0,013. Pekerjaan nilai P= 0,028.Umur nilai P= 0,028. Paritas, nilai P= 0,006. Sumber informasi, nilai P= 0,006. Dukungan suami, nilai P= 0,028. Dari hasil penelitian tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan hasil penelitian dari 8 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan ibu, perilaku, pendidikan, pekerjaan, umur, paritas, sumber informasi, dukungan suami dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di Rumah Bersalin Rhaudhatunnadya. Saran dalam penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi petugas dan masyarakat terutama ibu hamil tentang seberapa pengetahuan masyarakat terhadap perawatan payudara.
Open AccessPerawatan payudara pada ibu hamil TM III, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, umur, paritas, sumber informasi, dukungan suami
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella).
Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.
Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500.
Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Open AccessImunisasi MR (measles,rubella), pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Senam hamil merupakan aktivitas fisik yang memiliki banyak manfaat baik ibu dan janin, akan tetapi tidak semua ibu hamil memiliki minat untuk mengikuti senam hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara pengetahuan, paritas, ekonomi, dukungan suami, dan sumber informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil.
Jenis penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.
Data penelitian ini menggunakan data primer. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Univariat menggunakan statistik Proposional dan Bivariat dengan menggunakan Chi Square.
Hasil penelitian Uji Statistik Chi-Square didapatkan ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pengetahuan nilai P= 0.024 (P< a 0.05) dan OR 5,200, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan paritas nilai P= 0,049 (P< a 0,05) dan OR 4,148, ada hubungan minat ibu hamil dengan ekonomi nilai P= 0.011 (P< a 0.05) dan OR 6,095, ada hubungan minat ibu hamil dengan dukungan suami nilai P= 0,010 (P< a 0,05) dan OR 6,375, ada hubungan minat ibu hamil dengan sumber informasi nilai P= 0,004 (P< a 0,05) dan OR 7,771. dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, paritas, ekonomi, dukungan suami dan sumber informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil. Saran peneliti diharapkan kepada ibu hamil supaya mengikuti senam hamil karena baik untuk ibu dan janinnya, dan suami memiliki peran penting untuk mendukung ibu hamil agar berminat mengikuti senam hamil.
Daftar Pustaka : 20 buku (2008-2017) 7 jurnal (2014-207)
Kata Kunci : Pengetahuan, paritas, ekonomi, dukungan suami, sumber informasi
Open AccessPengetahuan, paritas, ekonomi, dukungan suami, sumber informasi
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Kematian maternal dan neonatal merupakan masalah besar di negara-negara berkembang, penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu perdarahan, eklampsia, spesis, hipertensi dalam kehamilan, partus macet. Di RSUD Kabupaten Bekasi pada periode Januari-Juni 2017 terdapat 726 ibu hamil, dan kasus abortus inkomplit merupakan kasus terbanyak yang terjadi yaitu sebanyak 60 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017.
Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang datang di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Januari-Juni tahun 2017 sebanyak 726 orang, sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh 60 ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit yang berkunjungan dan terdaftar direkam medik RSUD Kabupaten Bekasi. Sumber data didapatkan dari rekam medik (Data Sekunder). Analisis dara yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian Uji Statistik Chi-Square didapatkan usia ibu P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 3.259, paritas P Value = 0,000 <a 0,05 dan OR 3.168, pendidikan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,553, pekerjaan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,734, Infeksi Kehamilan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,625, Anemia P Value = 0,002 <a 0,05 dan OR 2,468. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara usia ibu, paritas, pendidikan, pekerjaan, infeksi kehamilan, animia dengan kejadian abortus inkonplit pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah kejadian abortus inkomplit dengan cara memeriksakan kehamilan secara teratur ke pelayanan kesehatan.
Open AccessAbortus Inkomplit, Usia, Paritas, Pendidikan, Pekerjaan, Infeksi Kehamilan,Anemia.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Setiap tahun diperkirakan 500.000 kasus kanker serviks baru diseluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan sekitar 90-100 kanker baru diantara 100.000 penduduk pertahunnya, atau sekitar 180.000 kasus baru pertahun, dengan kanker serviks menempati urutan pertama di antara kanker pada wanita. Faktor penyebab kanker serviks adalah karena virus HPV (Human Papilloma Virus). Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan screening pap smear. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan pap smear. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh wanita usia subur yang berada di Majelis Taklim Musholah Miftahul Hidayah Desa Harja Mekar. Sampel penelitian sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square, dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Dari hasil penelitan didapatkan ada hubungan antara usia nilai P = 0,003 dan OR sebesar 16,120, pendidikan nilai P = 0,041 dan OR sebesar 4,083, paritas nilai P = 0,020 dan OR sebesar 11,071, ekonomi nilai P = 0,035 dan OR sebesar 9,621, sumber informasi nilai P = 0,032 dan OR sebesar 3,927, dukungan keluarga nilai P = 0,009 dan OR sebesar 4,421 dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, paritas, ekonomi, sumber informasi, dukungan keluarga dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Diharapkan kepada pembuat kebijakan dan tenaga kesehatan meningkatkan upaya promontif dan preventif dalam rangka upaya menurunkan angka kejadian kanker serviks.
Open AccessUsia, pendidikan, paritas, ekonomi, sumber informasi, dukungan keluarga, Pengetahuan ibu tentang pap smear.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat.
Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan.
Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.
Open AccessBBLR, Usia ibu, Paritas, Jarak kehamilan, Anemia, Pendidikan
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Tingginya angka kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota Bekasi pada periode Juli - Desember tahun 2016 sebanyak 159 kasus atau 24,72 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota bekasi tahun 2017.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analiik kuantitatif dengan menggunakan pendekatn cross sectional. Sampel dari penelitian sebanyak 643 bayi. Insrtumen penelitian adalah lembar cheklist merupakan data sekunder. Analisis dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,007, hasil OR di ketahui 1,653. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,004, hasil OR 1,745. Ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum , nilai P = 0,004, hasil OR 1745.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini dari 3 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum d RSUD kota bekasi tahun 2018.
Open AccessAsfiksia Neonatorum, Usia Ibu, Paritas, Usia Kehamilan
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella).
Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.
Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500.
Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Open AccessImunisasi MR (measles,rubella), pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Menyusui merupakan proses fisiologis memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal. Tetapi pada situasi tertentu proses menyusui dapat terhambat atau mengalami kesulitan , dampaknya pemberian asi menjadi tidak ekslusif . Wanita yang proses persalinannya sectio caesarea sering mengeluh kesulitan dalam menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum dengan seksio sesarea.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan metode pengambilan sample acidental sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat , dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Dari hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara umur dengan p value = 0,008 (p <a0,05) dan nilai OR di dapatkan sebesar = 6,861, paritas dengan p value = 0,010 (p <a0,05) dan nilai OR =7,219, nyeri luka operasi dengan p value = 0,023 (p <a0,05) dan nilai OR =6,600, motivasi dengan p value =0,024(p<a0,05) dan nilai OR = 5,833, dukungan suami p value = 0,018 ( p <a0,05) dan nilai OR=5,571 dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum section caesarea di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2018.
Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti diantaranya umur, paritas, nyeri luka operasi , motivasi dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum sectio caesarea. Saran dalam penelitian ini adalah untuk petugas kesehatan khususnya bidan perlu memberikan informasi dan mengajarkan teknik menyusui yang benar , sejak trimester akhir kehamilan.
Open AccessKeberhasilan menyusui, Umur, Paritas, Nyeri luka operasi, Motivasi, Dukungan Suami
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil studi pendahuluan penelitian tanggal 27 Oktober 2017 di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2016 dari 796 neonatus ada 128 kejadian ikterus (16,0%). Sedangkan tahun 2017 masih tinggi yaitu dari 989 neonatus yang ada terdapat kejadian ikterus sebanyak 198 (20,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh neonatus yang pernah berkunjung dan tercatat dalam rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi periode Februari sampai Agustus tahun 2017 yaitu sebanyak 989 neonatus. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling yaitu sebanyak 198 neonatus. Rancangan analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas Pvalue 0,000 dan OR 3,209, masa gestasi Pvalue 0,001 dan OR 2,041, jenis persalinan Pvalue 0,001 dan OR 2,094, berat badan lahir Pvalue 0,000 dan OR 3,571, usia ibu Pvalue 0,001 dan OR 2,065 dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dari semua variabel yang diteliti tidak ada kesenjangan dengan teori.
Dari 5 variabel yang diteliti paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu. Hasilnya berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Saran diharapkan ibu nifas lebih menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah terjadinya ikterus pada bayi baru lahir.
Open AccessIkterus Neonatorum, paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Kejadian ketuban pecah dini dapat menimbulkan beberapa masalah bagi ibu maupun janin, misalnya pada ibu dapat menyebabkan infeksi puerperalis/masa nifas, dry labour/partus lama, dapat pula menimbulkan perdarahan post partum, morbiditas dan mortalitas maternal, bahkan kematian. Kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 sebanyak 120 kasus dari 488 persalinan (24%) pada tahun 2017 dari bulan januari sampai bulan juni angka kejadian ketuban pecah dini sebanyak 187 kasus dari 506 persalinan (36%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 yaitu 506 ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini pada tahun 2017 dengan jumlah 187 kejadian. Didapatkan 187 sampel total yang mengalami KPD sehingga ditemukan pembanding atau non sampelnya 187 ibu bersalin. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini yaitu sebanyak 187 orang (50%) termasuk dalam kategori usia ibu beresiko sebanyak 183 (48,9), mengalami paritas primi dan grande sebanyak 165 orang (44,1%), bekerja sebanyak 165 (44,1), mengalami infeksi sebanyak 144 (38,5). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah usia ibu (p value:0,007;OR:1,789), paritas (p value:0,000;OR:2,157), pekerjaan (p value:0,001;OR:2,063), infeksi (p value:0,000;OR:11,340).
Kesimpulan dari 4 variabel yang diteliti (usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi) hasilnya berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan tentang penanggulangan ketuban pecah dini pada ibu bersalin.
Open AccessUsia ibu, Paritas, Pekerjaan, Infeksi
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
ASI ekslusif atau lebih tepat pemberian ASI (Air susu ibu) secara ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak lahir (post natal) sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti buah-buahan, biskuit, bubur susu, bubur nasi, nasi tim, dan sebaginya ( Depkes RI, 1992 ). Dampak bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memiliki resiko diare yang parah dan fatal. Resiko tersebut 30 kali lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI secara penuh. Dan bayi tidak diberikan ASI eksklusif, memiliki risiko kematian lebih besar karena terjadinya malnutrisi (Kemenkes, 2010).
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia pemberian ASI Eksklusif mencapai 29,5% khususnya di Provinsi Jawa Barat. (Kemenkes RI, 2016). Di puskesmas Tambelang pada tahun 2017 mencapai 22,7% dan di desa sukarapih pada bulan Februari mencapai 15%, bulan Agustus mencapai 12% (Rekam Medis Puskesmas Tambelang,2017). Capaian ini belum mencapai target seperti yang di harapkan yaitu 50% menurut WHO dan menurut departemen kesehatan yaitu sebesar 80%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2018 yang ditinjau dari variabel pengetahuan, pekerjaan, paritas, promosi susu formula, manajemen laktasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data primer dengan menggunakan kuesioner sebanyak 115 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-Square dengan α =0.05 dan penentuan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ( Pvalue=0,001, OR=4,067). pekerjaan (Pvalue = 0,001,OR=3,880), paritas (Pvalue = 0,016, OR=2,732), promosi susu formula (P value = 0,002,OR=3,619).,Manajeman laktasi (P Value = 0,002. OR=3,475). Dukungan suami (PValue =0,001, OR=4,153). Dukungan keluarga (Pvalue =0,001, OR=3,880), dukungan tenaga kesehatan (Pvalue =0,002, OR=3,475).
Kesimpulan bahwa sebagian besar para suami tidak memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. perlu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang ASI ekslusif, yang memiliki pekerjaan baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor ASI eksklusif masi dapat diberikan dengan cara pemberian ASI yang telah diperah sebelumnya.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan
Open AccessASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Kanker merupakan penyakit yang tidak menular.Penyakit ini timbul akibat kondisi fisik yang tidak normal dan pola hidup yang tidak sehat. Di Indonesia kanker rahim menempati urutan ke 2 terbesar yang menyerang perempuan sebanyak (10,3%) setelah kanker payudara (18,4%).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker leher rahim pada pasangan usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018.
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasangan usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya ke poli kebidanan di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 889 pasangan usia subur.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 268 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre.Penelitian ini menggunakan data sekunder,sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,001),paritas (P.value= 0,001),kelebihan berat badan (P.value= 0,02),infeksi klamidia (P.value= 0,039),merokok (P.value= 0,000),riwayat kanker leher rahim pada keluarga (P.value= 0,000).Tidak ada kesenjangan antara factor-faktor yang berhubungan (usia,paritas,kelebihan berat badan,infeksi klamidia,merokok & riwayat kanker leher rahim pada keluarga) dengan teori.
Saran diharapkan pasangan usia subur dapat memeriksakan keadaannya dan melakukan skrining sedini mungkin dan bagi RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khusus kanker leher rahim agar pasangan usia subur mendapatan pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat demi terwujudnya keluarga yang sehar dan sejahtera.
Open Accesskejadian kanker leher rahim, usia, paritas, kelebihan berat badan, infeksi klamidia, merokok, riwayat kanker leher rahim pada keluarga.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Kista ovarium merupakan salah satu tumor jinak ginekologi yang paling sering dijumpai pada wanita dimasa reproduksinya. Kista ovarium merupakan penyebab kematian semua kanker ginekologi diperkirakan jumlah penderita kista ovarium sebanyak 23,400 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kista ovarium pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh wanita usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya kepoli kebidanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 823 wanita usia subur. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 262 resonden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,002), paritas (P.value= 0,001),menarche dini (P.value= 0,002),merokok (P.value= 0,001),riwayat kista ovarium padakeluarga (P.value= 0,004).Tidak ada kesenjangan antara usia, paritas, menarche dini, merokok & riwayat kista ovarium pada keluarga dengan teori.
Dari 5 variabel yang diteliti (usia, paritas, menarche dini, merokok dan riwayat kista ovarium pada keluarga) ternyata ada hubungan dengan kejadian kista ovarium, pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Saran diharapkan wanita usia subur memahami tentang kejadian kista ovarium, tanda dan gejala serta memperhatikan cara hidup sehat sebagai salah satu cara untuk mencegah dan bagi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khususnya kista ovarium agar wanita usia subur mendapat pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.
Open AccessKejadian Kista Ovarium, Usia, Paritas, Menarche Dini, Merokok, Riwayat Kista Ovarium Keluarga
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. Menurut SDKI (2012), AKI melonjak drastis dari 228 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup. AKI berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2015 di Indonesia tercatat 305/100.000 kelahiran hidup dan 28,8% , dikarenakan PEB. Di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 didapatkan (11,5%) ibu hamil trimester III yang mengalami PEB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Case Control. Populasinya seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 sebanyak 1.317 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil trimester III yang mengalami PEB sebanyak 172 dengan sampel pembanding ibu hamil yang tidak mengalami PEB yaitu 172 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar isian dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian PEB, nilai P=0,002, hasil OR 2,006. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,984. Ada hubungan pendidikan dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,265. Ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,078. Ada hubungan obesitas dengan kejadian PEB, nilai P=0,009, hasil OR 1,833.
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat hipertensi, obesitas dengan kejadian PEB pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017.
Open AccessPreeklampsia Berat, Usia, Paritas, Pekerjaan, Pendidikan, Riwayat Hipertensi, Obesitas.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Senam hamil adalah senam yang di lakukan pada masa kehamilan dengan tujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil, dengan harapan proses persalinan akan berjalan lancar dan aman, akan tetapi pengetahuan tentang maanfaat dan dampak baik yang dihasilkan senam hamil belum diketahui oleh masyarakat luas, jadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC dengan sampel sebanyak 157 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungngkan antara variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pengetahuan nilai P= 0,047 (P<a0,05) dan OR= 0,477, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pendidikan nilai P= 0,23 (P<a0,05) dan OR= 0,404, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pekerjaan nilai P= 0,018 (P<a0,05) dan OR= 0,435, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan paritas nilai P= 0,25 (P<a0,05) dan OR= 0,394, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan informasi nilai P= 0,029 dan OR= 0,461. Dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil, saran dalam penelitian ini adalah ibu hamil agar lebih aktif mencari informasi tentang kesehatan ibu dan janinya khususnya senam hamil.
Open AccessPengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Informasi