Abstrak
Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. Menurut SDKI (2012), AKI melonjak drastis dari 228 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup. AKI berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2015 di Indonesia tercatat 305/100.000 kelahiran hidup dan 28,8% , dikarenakan PEB. Di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 didapatkan (11,5%) ibu hamil trimester III yang mengalami PEB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017. Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Case Control. Populasinya seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 sebanyak 1.317 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil trimester III yang mengalami PEB sebanyak 172 dengan sampel pembanding ibu hamil yang tidak mengalami PEB yaitu 172 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar isian dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian PEB, nilai P=0,002, hasil OR 2,006. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,984. Ada hubungan pendidikan dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,265. Ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,078. Ada hubungan obesitas dengan kejadian PEB, nilai P=0,009, hasil OR 1,833. Kesimpulan dari hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat hipertensi, obesitas dengan kejadian PEB pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017.