Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda bahaya yang menunjukan ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Tanda bahaya kehamilan meliputi perdarahan, nyeri perut hebat, pembengkakan pada bagian tubuh, nyeri kepala, lemah dan pingsan sampai dengan kurangnya gerakan janin. Ibu hamil harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi tanda bahaya kehamilan supaya kehamilan aman sampai dengan proses persalinan dan apabila mengalami tanda bahaya dapa segera melakukan tindakan penanganan. Kemampuan ibu hamil dalam mendeteksi tanda bahaya kehamilan diengaruhi oleh umur, pengetahuan, paritas, pendidikan, keteraturan pemeriksaan ANC dan pemanfaatan media informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 68 ibu hamil dengan usia kehamilan 0-42 minggu. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh faktor umur (p-value 0.003), pengetahuan (p-value 0.008), paritas (p-value 0.028), pendidikan (p-value 0.000), keteraturan pemeriksaan ANC (p-value 0.014) dan pemanfaatan media informasi (p-value 0.000) terhadap kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya dalam kehamilan
Open AccessKata kunci: Kemampuan, umur, pengetahuan, paritas, pendidikan, keteraturan pemeriksaan ANC, pemanfaatan media informasi
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelelahan menjadi perhatian di tempat kerja karena sangat berpotensi untuk mempengaruhi produktivitas, prestasi kerja, dan kekuatan fisik/ketahanan tubuh untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan. Kelelahan kerja berakibat pada menurunnya daya untuk bekerja yang berdampak pada terjadinya kesalahan saat bekerja semakin besar seperti kecelakan. Kelelahan terjadi di segala macam industri salah satunya industri pembuatan batu bata dengan beban kerja yang berat, monoton dan dengan waktu yang cukup lama dalam sehari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, masa kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja industri batu bata Kampung Gandaria, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dimulai tanggal 06 Juli 2023 sampai tanggal 30 Juli 2023 pada 49 pekerja sebagai sampel dengan teknik pengambilan random sampling. Teknik pengukuran kelelahan kerja menggunakan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan untuk pengukuran beban kerja menggunakan alat Oximeter dengan mengukur denyut nadi pekerja. Analisis data secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariate menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah masa kerja (P-value = 0,005), dan beban kerja (P-value = 0,001). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur (P-value = 0,072). Disarankan kepada para pekerja untuk memperhatikan waktu istirahat atau jeda saat merasakan indikasi kelelahan, serat memperhatikan kondisi lingkungan kerja seperti saat bekerja di bawah panas matahari disarankan untuk tidak terlalu lama, serta menjaga jarak aman dengan tungku pada saat melakukan pembakaran.
Open AccessKelelahan Kerja, Umur, Masa Kerja, Beban Kerja
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Menstruasi adalah sesuatu yang banyak ditakuti para gadis atau perempuan remaja. Aspek negatif dari menstruasi pertama kali yang biasa terjadi seperti kerepotan, kekotoran, ketidaknyamanan fisik yang menyebabkan keterbatasan tingkah laku dan rasa kecemasan dan ketakutan dalam menghadapi menarche, dan mampu untuk mengatasi setiap gangguan-gangguan yang terjadi pada saat menarche. Hal-hal tersebut dapat dihindari dengan pemberian edukasi yang benar dari tenaga kesehatan atau orang tua. Metode penelitian : Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 42 orang (56,0%) yang berpengetahuan baik, 29 orang (38,7%) berumur 11 tahun, 46 orang (61,3%) mendapatkan pengetahuan dari sumber non medis, 44 orang (58,7%) memiliki peran orang tua yang baik. Adanya hubungan antara umur (Pvalue = 0,000) dan peran orang tua (Pvalue = 0,000) dengan pengetahuan tentang menarche. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah sumber informasi (Pvalue = 0,052). Simpulan dan Saran: Agar tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi yang berkesinambungan pada remaja dalam menghadapi pubertas. Bagaimana cara hidup bersih dan sehat dengan melakukan perawatan kebersihan diri khususnya anogenital.
Open AccessMenarche, Pengetahuan, Umur, Peran Orang Tua, Sumber informasi
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) dari 91,3% anak di Indonesia yang pernah diimunisasi, terdapat 33,4% pernah mengalami KIPI. Keluhan yang marak terjadi adalah bengkak pada lokasi penyuntikan, kemerahan, dan 6,8% anak mengeluh demam tinggi. Beberapa alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi dengan lengkap yaitu karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan imunisasi dan takut akan persepsi yang salah dari masyarakat tentang imunisasi. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Di Praktek Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung tahun 2022.
Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner dengan 100 orang sebagai sampel.
Hasil uji statistic Chi Square antara pendidikan dan pengetahuan ibu didapatkan nilai P value = 0,000 (P< 0,05), sedangkan pada faktor umur dan pengetahuan didapatkan P Value = 0,089 atau p > 0,05. Uji pada faktor paritas serta faktor sumber informasi dengan pengetahuan didapatkan masing-masing nilai p = 0,0000.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang KIPI adalah faktor pendidikan, paritas dan sumber informasi. Sedangkan faktor umur tidak berhubungan dengan pengetahuan. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan faktor-faktor yang terkait dengan pengetahuan dan perilaku di antaranya, pengalaman, informasi dan status ekonomi budaya.
Open Accessimunisasi, pengetahuan, pendidikan, umur, informasi
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Rosita Dewi NIM : 221050069 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN ROSITA DEWI TAHUN 2022 xviii + 57 Halaman + 8 Tabel + 9 Lampiran ABSTRAK Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) dari 91,3% anak di Indonesia yang pernah diimunisasi, terdapat 33,4% pernah mengalami KIPI. Keluhan yang marak terjadi adalah bengkak pada lokasi penyuntikan, kemerahan, dan 6,8% anak mengeluh demam tinggi. Beberapa alasan bayi tidak mendapatkan imunisasi dengan lengkap yaitu karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kebutuhan, kelengkapan imunisasi dan takut akan persepsi yang salah dari masyarakat tentang imunisasi. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Di Praktek Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung tahun 2022. Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner dengan 100 orang sebagai sampel. Hasil uji statistic Chi Square antara pendidikan dan pengetahuan ibu didapatkan nilai P value = 0,000 (P 0,05), sedangkan pada faktor umur dan pengetahuan didapatkan P Value = 0,089 atau p > 0,05. Uji pada faktor paritas serta faktor sumber informasi dengan pengetahuan didapatkan masing-masing nilai p = 0,0000. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang KIPI adalah faktor pendidikan, paritas dan sumber informasi. Sedangkan faktor umur tidak berhubungan dengan pengetahuan. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan faktor-faktor yang terkait dengan pengetahuan dan perilaku di antaranya, pengalaman, informasi dan status ekonomi budaya.
Open AccessKata Kunci : imunisasi, pengetahuan, pendidikan, umur, informasi
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Silviana Fauziah NIM : 221050073 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI DI SDIT AD-DAMAWIYAH CIBITUNG KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 xvi + 69 Halaman + 8 Tabel + 3 Gambar + 8 Lampiran Pendahuluan: Menstruasi adalah sesuatu yang banyak ditakuti para gadis atau perempuan remaja. Aspek negatif dari menstruasi pertama kali yang biasa terjadi seperti kerepotan, kekotoran, ketidaknyamanan fisik yang menyebabkan keterbatasan tingkah laku dan rasa kecemasan dan ketakutan dalam menghadapi menarche, dan mampu untuk mengatasi setiap gangguan-gangguan yang terjadi pada saat menarche. Hal-hal tersebut dapat dihindari dengan pemberian edukasi yang benar dari tenaga kesehatan atau orang tua. Metode penelitian : Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 42 orang (56,0%) yang berpengetahuan baik, 29 orang (38,7%) berumur 11 tahun, 46 orang (61,3%) mendapatkan pengetahuan dari sumber non medis, 44 orang (58,7%) memiliki peran orang tua yang baik. Adanya hubungan antara umur (Pvalue = 0,000) dan peran orang tua (Pvalue = 0,000) dengan pengetahuan tentang menarche. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah sumber informasi (Pvalue = 0,052). Simpulan dan Saran: Agar tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi yang berkesinambungan pada remaja dalam menghadapi pubertas. Bagaimana cara hidup bersih dan sehat dengan melakukan perawatan kebersihan diri khususnya anogenital. Kata Kunci : Menarche, Pengetahuan, Umur, Peran Orang Tua, Sumber informasi
Open AccessKata Kunci : Menarche, Pengetahuan, Umur, Peran Orang Tua, Sumber informasi
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif dengan design cross-sectional. Hasil dari uji bivariat pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur.
Open AccessPreeklamsi Ibu hamil, Paritas, Riwayat ANC, Umur Ibu, dan IMT
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut (United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), 2018)
diperkirakan bahwa 12 juta anak perempuan di bawah 18 tahun menikah setiap tahun. Secara
keseluruhan, proporsi wanita yang menikah sebagai anak menurun 15% dalam dekade terakhir,
satu dari empat menjadi sekitar satu dari lima pada saat ini, dan lebih dari 150 juta anak
perempuan tambahan akan menikah sebelum ulang tahun ke 18 mereka pada tahun 2030,
dampak yang terjadi pada sebuah pernikahan yang dilakukan pada usia remaja yaitu kehamilan
premature dan stunting (kerdil), resiko kematian pada ibu, rentan akan perceraian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-ekperiment dan post-test
design. Penelitian dilakukan di Desa Cikarang Kota, pengumpulan data dilaksanakan selama
bulan Oktober-Januari 2022, populasi penelitian ini adalah remaja putri berusia 11-18 tahun
dengan sampel sebanyak 210 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis
dilakukan univariat dan bivariat dengan Wilcoxon yang di gunakan untuk mengukur perbedaan
2 kelompok data berpasangan dan Chi- square yang bertujuan untuk menghubungkan antara
variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji Wilcoxon signed test di dapatkan P value 0,000 < α (0,05), maka
dapat disimpulkan adanya perbedaan pada pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah
diberikan intervensi. Hasil uji statistic Chi- square P= 0,000 (P<α0,05), ada hubungan
pendidikan dengan pengetahuan remaja, nilai P= 0,000 (P<α0,05), ada hubungan umur dengan
pengetahuan remaja, nilai P= 0,000 (P<α0,05) ada hubungan antara sumber informasi dengan
pengetahuan remaja.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan pada pengetahuan remaja
putri sebelum dan sesudah di berikan intervensi dan terdapat hubungan yang bermakna antara
pendidikan, umur dan sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri,saran dalam
penelitian ini adalah remaja putri agar lebih aktif mencari informasi tentang kesehatan
reproduksinya.
Open AccessPenyuluhan, pengetahuan, remaja putri, pendidikan, umur, sumber informasi
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Program pemerintah keluarga Berencana yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk, bertujuan untuk pengendalian jumlah penduduk, menunda kehamilan atau mencegah kehamilan, menurunkan kehamilan serta menghentikan atau mengakhiri kesuburan sehingga terwujudnya Norma Keluarga Kecil Sejahtera. Pemerintah menyarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi pada pasangan usia subur. Mayoritas PUS (Pasangan Usia Subur) yang telah menjadi akseptor KB lebih banyak menggunakan pil dan suntik, sebab kurangnya pengetahuan mereka mengenai alat kontrasepsi IUD serta tidak mengetahui keuntungan (keefektifan) dari alat kontrasepsi tersebut. Adapun untuk meningkatkan pengetahuan dan minat PUS terhadap KB IUD salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan komunikasi menggunakan media flipchart. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan minat PUS sebelum dan sesudah intervensi media flipchart tentang alat kontrasepsi IUD di klinik Fathurrohaman Cibarusah tahun 2021. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel minimum 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan flipchart. Teknik analisis data terdiri dari tahap uji normalitas, dan uji hipotesis. Hasil uji reliabilitas diperoleh Cronbach’s Alpha untuk instrument angket sebesar 0,943. Hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi Shapiro Wilk test untuk pengetahuan pretes 0,378 dan posttes nilai signifikasi 0,180 serta minat sebelum dilakukan tindakan bernilai 0,312 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal sedangkan minat setelah dilakukan tindakan berdistribusi tidak normal dengan nilai 0,025, dimana p>0,05 sehingga uji perbandingan yang digunakan adalah uji Wilcoxon Test diperoleh nilai p-value pengetahuan dan minat p=0.000 berarti ada pengaruh pemberian media flipchart terhadap pengetahuan dan minat PUS tentang IUD dan uji chi-square yang terdapat hubungan yang signikan hanya paritas dan minat PUS dengan dengan nilai p=0.020. Sedangkan umur, pendidikan, paritas terhadap pengetahuan dan dukungan suami tidak terdapat hubungan yang bermakna
Open AccessFlipchart, pengetahuan, minat, umur, pendidikan, paritas, dukungan suami.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang di kandung.bila status gizi normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkianan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain, kualitas bayi yang dilahirkan sangat bergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan di Puskesmas Suktani tahun 2019
Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu hamil di Poli KIA Puskesmas Sukatani pada bulan oktober- desember Tahun 2019 yang berjumlah 504 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 203 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan umur ibu P=0,034, OR 2,049. pendidikan P=0,002, OR 2,574. Pengetahuan P=0,003, OR 2,421. Pekerjaan P=0,010, OR 2,178. pendapatan P=0,001, OR 2,778. jarak kehamilan p=0,001, OR 2,496. riwayat merokok p=0,009, OR 2,203. Ada hubungan signifikan antara umur, pendidikan, pengetahuan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan, riwayat merokok dan tidak ada kesenjangan.
Kesimpulan penelitian ini adalah dari 7 variabel yang diteliti, pada variabel umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan dan riwayat merokok memiliki hubungan dengan status gizi ibu hamil pada masa kehamilan. Disarankan bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi selama kehamilan. Bagi petugas Puskesmas untuk memberikan informasi kepada ibu hamil tentang gizi pada masa kehamilan agar tidak ada ibu hamil yang Kurang Energi Kronis.
Open Accessstatus gizi ibu hamil, Umur, Pendidikan, Pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, jarak kehamilan dan riwayat merokok
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Bernapas adalah sesuatu yang dimulai dari menghirup oksigen, membakar gula hingga memanfaatkan tenaga dalam tubuh. Ketika orang mengambil oksigen terlihat di sekitar dan melepaskan karbon dioksida ke udara (Fernandez, James Gregory 2017).
Pernapasan adalah suatu kesempatan ketika tubuh membutuhkan oksigen (O2) dan O2 yang ada di luar tubuh dihirup (motivasi) melalui organ pernapasan. Dalam kondisi tertentu tubuh memiliki kelimpahan karbon dioksida (CO2), tubuh berusaha untuk menghilangkan kelebihan tersebut dengan menghembuskan napas (terminasi) sehingga terjadi keselarasan di suatu tempat dalam kisaran O2 dan CO2 dalam tubuh. Kerangka pernapasan bertanggung jawab untuk memperdagangkan udara ke permukaan bagian dalam paru-paru. Udara masuk dan tetap dalam kerangka pernapasan dan memasuki otot-otot pernapasan. Batang tenggorokan dapat menyalurkan, menghangatkan, dan melembabkan udara yang mendekat, mengamankan permukaan organ yang sensitif. Menyampaikan tekanan menghasilkan udara ke paru-paru melalui saluran pernapasan bagian atas. Faktor penekan ini berguna untuk menyaring dan mengarahkan udara, serta mengubah bagian luar saluran pernapasan bagian bawah (Syaifuddin, 2012).
Kerangka pernapasan terdiri dari beberapa desain. Desain ini terkait dengan siklus napas luar, khususnya cara menuju perdagangan oksigen (O2) antara iklim dan darah dan perdagangan karbon dioksida (CO2) antara darah dan lingkungan. Napas luar adalah siklus perdagangan gas antara darah dan udara, meskipun napas dalam adalah interaksi pertukaran gas antara darah yang mengalir dan sel-sel jaringan. Napas ke dalam (cell breath) terjadi di semua kerangka tubuh. Yang menggabungkan konstruksi dasar kerangka pernapasan adalah jalur penerbangan pernapasan, yang terdiri dari saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah, dan (parenkim pneumonia) (Molenaar, Lean, dan 2S.R. Marunduh, 2014).
Tujuan : Mengidentifikasi faktor-faktor prilaku penggunaan APD (masker) pada pekerja penggilingan padi di kecamatan sukakarya.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanya 75 cluster. Sampel yang diambil dari 2 cluster sebanyak 40 pekerja dengan Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling adalah salah satu teknik sampling dengan non random sampling dimana peniliti menentukan pengambilan sampel dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah terstandarisasi Hamilton Rating Scale untuk variabel dependen dan Skala Likert untuk variabel independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara umur, pengetahuan, dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan prilaku penggunaan alat pelindung diri (masker) pada pekerja penggilingan padi pekerja dengan masing-masing nilai umur 0,041, pengetahuan 0,05, dan pendidikan 0,713 lebih besar dari (0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan antara umur, pengetahuan dan tidak ada hubungan pendidikan dengan prilaku penggunaan alat pelindung diri (masker) pada pekerja.
Saran : Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab munculnya jika tidak melakukan penggunaan alat pelindung diri (masker)
Open Accessprilaku penggunaan APD (masker), umur, pengetahuan, pendidikan, Pekerja penggilingan padi
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi yaitu keadaan meningginya tekanan darah secara kronis yang dialami oleh penderita. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan pemanfaatan jus semangka pada hipertensi. Metode penelitian menggunakan Analitik Kuantitatif pendekatan Cross Sectional. Populasi yaitu masyarakat yang menderita hipertensi. Sampel jumlah 60 responden. Analisis data digunakan secara univariat dan bivariate menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikan alpha 5% (< 0,05). Hasil uji Chi-square menunjukkan variabel umur didapat nilai signifikan p=0,000 < 0,05. Pendidikan p= 0,000 < 0,05. Media masa informasi p= 0,000 dengan ini Ho ditolak. Variabel umur, pendidikan, media masa informasi berhubungan dengan pengetahuan pemanfaatan jus semangka pada hipertensi. Kesimpulan faktor yang berhubungan dengan pengetahuan pemanfaatan jus semangka pada hipertensi. Variabel yang berhubungan yaitu umur, pendidikan, dan media masa informasi dengan pengetahuan pemanfaatan jus semangka pada penderita hipertensi. Diharapkan penelitian dapat memberikan saran bagi yang menderita hipertensi pengetahuannya semakin bertambah mengenai pemanfaatan jus semangka dalam menurunkan tekanan darah.
Open AccessUmur, Pendidikan, Media masa atau informasi, Pengetahuan.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah anemia. Prevalensi anemia pada anak adalah 57,6%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada
anak. Penelitian ini bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan
kriteria bayi berusia 1-6 bulan yang dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis Rs.x
kabupaten bekasi. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil prevalensi anemia pada anak
adalah 60%. Faktor-faktor yang berhubungan denagan anemia pada anak adalah jenis
kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu dengan p value < 0,05. Sedangkan
pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan penelitian ini
menunjukan bahwa faktor anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia
ibu,pekerjaan ibu
Open AccessJenis kelamin,berat badan,status gizi,umur ibu,pekerjaan ibu.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan buang air besar dengan konsistensi dalam bentuk cair atau mencret
sebanyak 3 kali dan bisa lebih dalam satu hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran
kejadian diare pada balita di Puskesmas Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten
Bekasi, tahun 2020. Tujuan pengambilan judul tersebut dikarenakan kasus diare pada balita masih
sangat tinggi oleh karena itu penulis ingin meneliti kasus tersebut.
Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskritif. Populasi dalam
penelitian ini adalah bayi yang terkena diare, yang berada di Puskesmas Mekarmukti Cikarang,
Kabupaten Bekasi tahun 2020 sebanyak 102 pasien balita teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik Random Sampling dengan jumlah 81 sampel. Pengumpulan data
menggunakan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari independen yang terdiri dari sosial
ekonomi, umur balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu sedangkan variabel dependen yaitu kejadian
diare pada balita. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan tabel crosstab yang bertujuan
untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variabel.
Hasil penelitian ini menunjukkan pada balita dengan pendapatan rendah sebanyak 81,5%
pada balita dengan umur beresiko sebanyak 90,1% pada ibu balita dengan pendidikan rendah
sebanyak 61,7% pada ibu yang bekerja sebanyak 42% dari hasil penelitian 4 variabel independen
tidak ada kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat mengetahui distribusi frekuensi gambaran
kejadian diare pada balita yang mengalami diare sebanyak 49 balita dan balita yang tidak diare
sebanyak 32 balita di Puskesmas Mekarmukti Cikarang, Kabupaten Bekasi, tahun 2020. Saran
dapat meningkatkan pola hidup sehat pada balita dengan cara menjaga kesehatan tubuh dengan
mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan,
olahraga teratur, istirahat yang cukup, diharapkan juga mencari informasi untuk menambah
pengetahuan tentang kesehatan selain di sekolah dapat juga melalui internet atau membaca buku
referensi tentang menjaga pola hidup sehat
Open AccessDiare pada Balita, Sosial Ekonomi, Umur Balita, Pendidikan Ibu, Pekerjaan Ibu
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita, diperkirakan 15 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun. Riskesdas 2018 kejadian ISPA pada satu bulan terakhir adalah 25,5% dengan prevalensi tertinggi terjadi pada usia balita yaitu 35%. Dan menurut SDKI 2017 prevalensi ISPA tertinggi pada anak umur 2435 bulan yaitu sebanyak 14%. Berdasar hasil survey, di Propinsi Jawa Barat terdapat 28,4% kasus ISPA balita, dan untuk kabupaten Bekasi terdapat sebanyak 35,0% kasus dengan gejala ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analitik yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objek yang dilakukan untuk melihat gambaran pengetahuan. Populasinya seluruh balita yang diperiksa di Poli Anak Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020 sebanyak 461 orang.
Sampel yang diteliti adalah balita yang berobat di Poli Anak sebanyak 82 orang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase.
Hasil penelitian univariat menunjukan 82 responden yang dinyatakan berdiagnosa ISPA 17 orang (21%). Sedangkan responden yang tidak didiagnosa ISPA ada 65 orang (79%).
Kesimpulan dari hasil penelitian masih banyaknya angka kesakitan ISPA pada balita di Puskesmas Mekarmukti dikarenakan Puskesmas Mekarmukti merupakan daerah industri.
Open AccessISPA, Jenis kelamin, Umur, Status Gizi Balita, Status Imunisasi, Ventilasi kurang memadai, Asap Dalam
Ruangan, Tingkat Pengetahuan Ibu
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Pada saat hamil payudara dan puting susu membengkak akibat pengaruh hormonal, selain itu warna puting susu akan lebih gelap. Dengan bengkaknya payudara bisa mengakibatkan payudara menjadi mudah luka. Maka dari itu perlu dilakakukan perawatan payudara selama hamil. Data diambil pada tahun 2019 di RB Rhaudhatunndya terdapat ibu yang tidak melakukan perawatan payudara yaitu sebanyak 85% dari 33 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di RB Rhaudatunnadya tahun 2020.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, populasi seluruh ibu hamil trimester III di RB Rhaudhatunnadya sebanyak 129 responden. Sampel yang diteliti sebagian ibu hamil trimester III sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner,data primer dan sekunder, dan menggunakan teknik Accidental Sampling.
Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III, nilai P=0,001. Pendidikan nilai P= 0,013. Pekerjaan nilai P= 0,028.Umur nilai P= 0,028. Paritas, nilai P= 0,006. Sumber informasi, nilai P= 0,006. Dukungan suami, nilai P= 0,028. Dari hasil penelitian tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan hasil penelitian dari 8 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan ibu, perilaku, pendidikan, pekerjaan, umur, paritas, sumber informasi, dukungan suami dengan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di Rumah Bersalin Rhaudhatunnadya. Saran dalam penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi petugas dan masyarakat terutama ibu hamil tentang seberapa pengetahuan masyarakat terhadap perawatan payudara.
Open AccessPerawatan payudara pada ibu hamil TM III, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, umur, paritas, sumber informasi, dukungan suami
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Lanjut usia adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses perubahan yang bertahap dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan Fisik, Biologis, Kognitif, Psikologis, Ekonomi, maupun peranan sosialnya dalam masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia pemerintah membuat beberapa kebjakan-kebijakan pelayanan kesehatan lansia. Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, maka dikembangkan program kesehatan lansia sebagai berikut: bentuk pelayanan kesehatan santun lanjut usia yang diberikan di Puskesmas yaitu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas, memberikan prioritas pelayanan kepada lanjut usia dan penyediaan sarana yang aman dan mudah diakses, memberikan dukungan atau bimbingan pada lanjut usia dan keluarga secara berkesinambungan, melakukan pelayanan secara proaktif untuk dapat menjangkau sebanyak mungkin sasaran lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas,
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan atau penelitian Cross Sectional. Analisis menggunakan uji Chi-square. Sampel yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 32 responden.
Hasil penelitian: hasil uji Chi-square ini menunjukkan variabel umur didapat nilai signifikan (p) = 0,009 > 0,05. Variabel pendidikan didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,625 < 0,05. Variabel jenis kelamin didapat nilai yang signifikan (p) = 0,013 > 0,05. Variabel riwayat penyakit didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,072 < 0,05. Berdasarkan uji Chi-square. Variabel yang paling signifikan terhadap partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu adalah umur, dan riwayat penyakit
Kesimpulan: Partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia adalah umur dan jenis kelamin. Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia antara lain melalui promosi dan penyuluhan kesehatan tentang manfaat kegiatan yang ada di posyandu lansia.
Open AccessUmur, Pendidikan, Jenis Kelamin, Riwayat Penyakit.
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : hipertensi meruppakan terjadinya peningkatan tekanan darah sistolic yang lebih dari 140 mmHg serta diastolic lebih dari 90 mmHg dengan dua kali pengukuran pada selang waktu 5 menit dengan keadaan istirahat yang cukup dan dalam kondisi tenang. Hipertensi memiliki hubungan yag erat kaitannya dengan faktor gaya hidup dan pola makan, gaya hidup sangat berpengaruh pada kebiasaan seseorang atau bentuk perilaku yang mempunyai pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negaatif pada kesehatan seseorang. Pengetahuan yang kurang akan mempengaruhi penderita hipertensi untuk dapat mengatasi kekambuhan atau melakukan sebuah pencegahan untuk mencegah timbulnya suatu komplikasi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Sukatenang pada bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2020 didapatkan data bahwa ditemukan kasus hipertensi di Kecamatan Sukawangi sebanyak 535 orang dengan rata-rata usia 45 tahun ke atas, dan kasus hipertensi di Desa Sukawangi sebanyak 99 orang yang terkena hipertensi pada usia di atas 45 tahun, dan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kp. Karang-Getak Rt/ Rw 001/ 006, Ds. Sukawangi, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi berdasarkan dari hasil wawancara 10 orang lansia yang mengalami hipertensi bahwa tidak ada 1 orang pun yang mengetahui bahwa jus buah tomat dapat menurunkan tekanan darah tinggi, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh lansia tersebut.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan pemanfaatan jus buah tomat pada lansia yang mengalami hipertensi di kp. Karang-getak rt/ rw 003/ 005, Ds. Sukawangi, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan populasi sebanyak 45 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang atau responden. Instrument yang digunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner yang telah dicek validitas dan reliabilitasnya. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05).
Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh adanya hubungan antara variabel pendidikan dengan pengetahuan pemnafaatan jus buah tomat dengan p-value (0,007), sedangkan untuk variabel umur p-value (0,028), pada variabel pekerjaan tidak ada hubungan p-value (1,000), dan pada variabel media masa atau informasi p-value (0,004). Pada penelitian ini didapatkan dari 31 responden.
Kesimpulan : Ada hubungan antara variabel pendidikan, umur, dan media masa atau informasi, tetapi tidak ada hubungan antara variabel pekerjaan dengan pengetahuan pemanfaatan jus buah tomat pada lansia yang mengalami hipertensi di kp. Karang-getak rt/ rw 003/ 005, Ds. Sukawangi, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi.
Saran : Diharapkan dapat memberikan saran agar seseorang yang menderita atau megalami hipertensi pengetahuannya semakin bertambah khususnya mengenai pemanfaatan jus buah tomat dalam menurunkan tekanan darah tinggi.
Open AccessPendidikan, umur, pekerjaan, media masa atau informasi, pengetahuan
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella).
Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.
Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500.
Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Open AccessImunisasi MR (measles,rubella), pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella).
Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.
Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500.
Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Open AccessImunisasi MR (measles,rubella), pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur.