Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia merupakan masalah yang besar seperti menderita kekurangan makanan dan gizi buruk sehingga mengakibatkan tingkat kesehatan memburuk, masyarakat berpendidikan rendah, dan banyak masyarakat pengangguran. Program yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana dan pemakaian alat kontrasepsi kepada Wanita dari Pasangan Usia Subur. Salah satu alat kontrasepsi yang mempunyai efektivitas tinggi mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) mencapai 99,4% Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan PUS tentang KB AKDR/IUD di Klinik Umum Tanjung tahun 2021. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling dengan jumlah 101 responden. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu usia, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan dan sumber informasi sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan PUS tentang KB AKDR/IUD. Analisis data univariat menggunakan persentase dan crosstab.
Hasil penelitian univariat responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 60,4%, pada responden
dengan usia beresiko sebanyak 73,3%, pada responden dengan pendidikan rendah sebanyak 86,1%, pada responden dengan penghasilan keluarga rendah sebanyak 67,3%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 65,3%, dan pada responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 68,3%.
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan, dan sumber informasi dengan pengetahuan PUS tentang KB AKDR/IUD di Klinik Umum Tanjung Tahun 2021.
Open AccessPengetahuan PUS AKDR, Usia, Pendidikan, Penghasilan Keluarga, Pekerjaan, Sumber
Informasi.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa sehingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa sehingga menurut WHO telah menjadikan status virus corona ini sebagai pandemic.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan Ibu Hamil tentang penerapan protokol Pencegahan Covid-19 di Klinik Umum Tanjung Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi tahun 2021.
Metode : metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggun akan Accidental sampling dengan jumlah 102 orang. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari umur, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan ibu, dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan sumber informasi sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang Pencegahan Covid-19. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variable dan crosstab (tabulasi silang).
Hasil : responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 68,6%, pada responden dengan usia beresiko sebanyak 61,8%, pada responden dengan pendidikan rendah sebanyak 83,3%, pada responden dengan penghasilan keluarga rendah sebanyak 60,8%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 61,8%, Pada responden dukungan tenaga kesehatan yang menunkung sebanyak 73,5%, Pada responden dukungan keluarga yang kurang mendukung sebanyak 67,6% dan pada responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 74,5% dari hasil
penelitian 8 variabel independen tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan : distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil yang mengetahui pencegahan Covid-19 paling banyak ibu yang berpengetahuan rendah ada 70 Ibu Hamil dibandingkan ibu yang berpengetahuan tinggi ada 32 Ibu Hamil di Klinik Umum Tanjung Tahun 2020.
Saran : Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan covid-19 yang akan digunakan untuk menambah pengetahuan tentang bahaya covid-19 melakukan penerapan pencegahan Covid-19 dengan baik.
Open AccessPengetahuan, Ibu Hamil, Pencegahan Covid-19, Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan,
Pekerjaan , Dukungan Tenaga Kesehatan, Dukungan Keluarga, Sumber Informasi.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, dengan konsisten feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah. Hal ini karena secara fisiologis sistem pencernaan pada balita belum cukup matur (organ-organnya belum matang), sehingga rentan sekali terkena penyakit saluran pencernaan. Penyakit saluran pencernaan ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan amoeba atau parasit melalui makanan yang masuk ke dalam tubuh dan juga mal absorpsi serta alergi zat makanan tertentu. Gejala penyerta lain dari diare pada anak balita biasanya ditandai dengan anak menjadi cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan menurun sampai tidak ada nafsu makan. Muntah dapat timbul sebelum atau sesudah diare karena lambung turut meradang akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.
Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak khususnya terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2013 menyebutkan angka kematian akibat diare 23 per 100 ribu penduduk dan pada balita 75 per 100 ribu balita. Jumlah kasus diare yang dilaporkan sebanyak 10.980 dan 277 diantaranya menyebabkan kematian. Selama tahun 2010, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat angka penderita diare 168.072 orang. Jumlah kematian akibat penyakit diare enam orang. Penderita diare di Kabupaten Bekasi dengan jumlah 38.012 orang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik desain Cross Sectional. Penelitian dilaksanankan di Puskesmas Tambelang, sedangkan proses pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Januari – oktober 2017, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang dan sampelnya dihitung dengan cara mengambil seluruh populasi. Sumber data yang diambil dari hasil kuesioner, dimana data tersebut didapat dengan menemui seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan pendekatan Accidental Sampling
Hasil penelitian ini menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: ada hubungan antara variabel umur dengan PV: 0,001 dan OR 6,417, status gizi dengan PV: 0,015 dan OR 4,047,cara pemberian makan dengan PV: 0,001 dan OR 6,182 kebiasaan orang tua mencuci tangan dengan PV: 0,008 dan OR 4,971, penghasilan dengan PV: 0,031 dan OR 3,537, sumber air dengan PV: 0,018 dan OR 4,333
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua variabel independen yang meliputi umur, status gizi, penghasilan, kebiasaan orang tua mencuci tangan, sumber air ada hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Saran dalam penelitian ini adalah agar menambah pengetahuan dengan cara mencari informasi yang tidak didapatkan dari sekolah melalui internet maupun buku referensi. Meningkatkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan dengan cara lebih membiasakan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.
Open Accessdiare, balita, umur,status gizi, penghasilan,cara pemberian makan,kebiasaan orang tua mencuci tngan, sumber air.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang memiliki efektivitas sangat
tinggi serta memiliki angka kegagalan yang rendah. Implant juga merupakan alat
kontrasepsi yang sangat sesuai bagi Pasangan Usia Subur yang ingin memakai kontrasepsi
dalam jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Menurut BKKBN, program KB
dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih kurang peminatnya
termasuk implant. Salah satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang
implant.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan
pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang,
pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei 2019, populasi penelitian ini adalah
seluruh akseptor KB yang datang ke RB Rhaudatunnadya Cikarang dengan sampel
sebanyak 139 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan
univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara
variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara
pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan umur nilai P= 0,035 (P<a0,05) dan
OR=2,203, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan
pendidikan nilai P= 0,036 (P<a0,05) dan OR= 2,649, ada hubungan antara pengetahuan
wanita PUS tentang KB Implant dengan penghasilan nilai P= 0,033 (P<a0,05) dan OR=
2,500, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan
pekerjaan nilai P= 0,032 (P<a0,05) dan OR= 2,278.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur,
pendidikan, penghasilan dan pekerjaan, dengan pengetahuan wanita PUS tentang KB
Implant.
Open AccessUmur, pendidikan, penghasilan dan pekerjaan.