Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: pola asuh

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Pola Makan Sehat Dengan Perilaku Picky Eater Pada Anak Pra Sekolah di TKIT As-Salam Gunung Putri Bogor

Book2026Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Pola makan sehat pada anak usia dini sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini melalui peran orang tua dan guru, misalnya dengan membiasakan anak membawa bekal sehat serta membatasi konsumsi jajanan instan. Keterlibatan orang tua dalam meyiapkan, memilih, serta mengatur pola makan anak menjadi kunci dalam mendorong kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sekaligus mengurangi kecenderungan picky eater. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan uji analisis data uji chi-square yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini sampelnya berjumlah sebanyak 70 responden. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai χ² hitung = 28,406 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah

Open AccessPicky Eater, Pola Makan, Pola Asuh
oai:ais:library-item:27729Lihat detail

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Prasekolah di RA El-Farihah Desa Karang Setia Tahun 2026

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.

Open Accesspola asuh orang tua, kemandirian anak, anak prasekolah.
oai:ais:library-item:27751Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Ketergantungan Smartphone Pada Remaja di SMP Negeri 3 Cibitung

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : penggunaan smartphone yang semakin meningkat pada remaja berpotensi menimbulkan ketergantungan yang berdampak pada aspek akademik, sosial, dan kesehatan mental. Remaja merupakan kelompok yang rentan karena masih berada dalam tahap perkembangan psikologis dan kontrol diri yang belum matang. Tujuan Penelitian : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berhubungan dengan ketergantungan smartphone pada remaja di SMP 3 Cibitung. Metode : penelitian ini mengunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Smartphone Addiction Scalle-Short Version (SAS-SV), kuesioner Kontrol Diri, Parental Authority Questionnaire (PAQ), dan kuesioner Prokrastinasi Akademik. Dan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia (p-value = 0,035 dan OR = 2,838), kontrol diri (pvalue= 0,024 dan OR= 0,341), dan prokrastinasi akademik (p-value = 0,002 dan OR = 4,457) dengan ketergantungan smartphone pada remaja. Dan menunjukkan tidak adanya hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,541 dengan OR = 1,424) dan pola asuh orang tua (p-value = 0,052 dan OR = 2,533) dengan ketergantungan smartphone pada remaja. Kontrol diri yan rendah dan tingkat prokrastinasi akademik yang tingggi menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan risiko ketergantungan smartphone. Kesimpulan : ketergantungan smartphone pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Upaya pencegahan perlu melibatkan peran sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kontrol diri serta penggunaan smartphone yang sehat.

Open Accessketergantungan smartphone, remaja, kontrol diri, pola asuh, prokrastinasi akademik
oai:ais:library-item:27746Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Emosional Pada Usia Remaja di Sekolah SMP X Cikarang Utara

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Perilaku emosional remaja menjadi isu yang semakin penting karena masa ini ditandai dengan perubahan fisik, sosial, dan emosional yang signifikan untuk membentuk karakter dan kepribadian remaja di masa depan. Menurut data WHO (2019), 8% anak – anak dan 15% usia remaja mengalami gangguan mental, dengan kelompok usia 15 – 29 tahun, ditemukan kasus bunuh diri sebagai penyebab ketiga kematian. Sedangkan menurut data Riskesdas (2021), 40% remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental, berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Masalah kesehatan mental remaja yang tidak ditangani sedari dini menjadi penyebab masalah mental yang berawal dari gangguan belajar, juga dapat menjadi berkelanjutan terhadap masalah mental yang mempengaruhi keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini, dengan menghubungkan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku emosional remaja, seperti usia, jenis kelamin, pola asuh orang tua, dan lingkungan social. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuesioner pola asuh orang tua, dengan jumlah responden sebanyak 81 siswa/i kelas 7.dimana uji validitas dan reliabilitas sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.031, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.012, untuk jenis kelamin yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.004 pada pola asuh, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Asuh dan perilaku emosional. Uji Chi-Square juga menunjukkan nilai P- Value 0.032 untuk lingkungan sosial, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Lingkungan Sosial dan perilaku emosional. Kesimpulan Perilaku emosional remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Maka diperlukan pendekatan holistik dalam memahami dan mengelola perkembangan emosional remaja. Studi lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih dalam faktor faktor lain yang bisa mempengaruhi perilaku emosional pada usia remaja.

Open AccessPerilaku Emosional, Remaja, Lingkungan Sosial, Pola Asuh
oai:ais:library-item:26579Lihat detail

Hubungan Pola Asuh dan Pola Komunikasi Verbal Orang Tua Dengan Risiko Keterlambatan Perkembangan Bahasa Pada Anak Prasekolah Usia 3-6 Tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar belakang kesulitan anak saat berbicara, kerap dikaitkan terhadap pola pengasuhan yang diterapkan orang tuanya sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan yakni total sampling, sejumlah 39 responden. Adapun populasi penelitian ini meliputi seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p<0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Hasil penelitian ini memperlihatkan keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.

Open AccessPerkembangan Bahasa, Pola Asuh, Pola Komunikasi Verbal
oai:ais:library-item:26522Lihat detail

HUBUNGAN POLA ASUH DAN POLA KOMUNIKASI VERBAL ORANG TUA DENGAN RISIKO KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-6 TAHUN DI RA BUSTANUL AULAD BEKASI

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang keterlambatan bicara pada anak sering terkait dengan pola asuh orang tua, sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 39 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.

Open AccessKata kunci : Perkembangan Bahasa, Pola Asuh, Pola Komunikasi Verbal
oai:ais:skripsi:980Lihat detail

HUBUNGAN POLAASUH DAN POLA KOMUNIKASI VERBAL ORANG TUA DENGAN RISIKO KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-6 TAHUN DI RA BUSTANUL AULAD BEKASI

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang keterlambatan bicara pada anak sering terkait dengan pola asuh orang tua, sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 39 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.

Open AccessPerkembangan Bahasa, Pola Asuh, Pola Komunikasi Verbal
oai:ais:skripsi:981Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Pada Batita Usia 1-3 Tahun di Wilayah Puskesmas Tambelang

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa batita dalam masa emas, atau “golden age” mengalami masalah perkembangan dalam hal emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Di masa depan, gangguan ini dapat memengaruhi sikap dan perilakunya. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting untuk perkembangan kecerdasan, dimulai sejak usia 0 hingga 5 tahun. selain itu, kondisi keuangan keluarga dan cara orang tua membesarkan anak sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Batita membutuhkan pengawasan penuh selama masa usianya, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan gizinya untuk pertumbuhan dan perkembangan yang ideal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, desain penelitian yang digunakan cross sectional, Menggunakan metode consecutive sampling, Populasi dalam penelitian ini yaitu batita yang berusia 1-3 tahun berjumlah 823. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 265 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05. Hasil: Mayoritas dari mereka berusia 3 tahun 96 orang (36,2%), status gizi kurang 109 orang (41,1%), pola asuh negatif 134 orang (50,6%), imunisasi Mr/campak pada batita usia 3 tahun 96 orang (36,2%). Kesimpulan: dari penelitian ini hanya faktor pola asuh dengan kpsp yang memiliki hubungan dengan nilai chi square P = 0,001 < a 0,05. Sedangkan, umur, status gizi,imunisasi tidak terdapat hubungan dengan tumbuh kembang pada batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang.

Open AccessBatita, Umur, Status Gizi, Imunisasi, Pola asuh.
oai:ais:library-item:25543Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Usia 1-3 Tahun di Wilayah RT 02 Desa Cibuntu Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Data badan pusat statistik 2022, terdapat 30,83 juta anak usia dini di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,56% bayi berusia ≤1tahun, 57,16% Balita, 29,28% anak prasekolah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anak usia 1–3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi seluruh ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun, 65 orang. Sampel dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan 35 (53,8%) memiliki pola asuh kurang baik. Didapatkan adanya hubungan antara usia ibu (p-value=0,017), pendidikan (p-value=0,000), pengetahuan (p-value=0,011), dukungan keluarga (p-value=0,043), dan sumberi nformasi (p-value=0,021) dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun. Serta tidak ada hubungan antara paritas(p-value=0,162) dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun. Kesimpulan terdapat hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi, dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu. Serta tidak terdapat hubungan antara paritas dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu. Diharapkan penelitian ini memberikan peran serta bagi anak yaitu membentuk perkembangan dan kesejahteraan keluarga, serta keterlibatan orang tua pada pengasuhan anak.

Open AccessPola Asuh anak usia 1-3 tahun
oai:ais:library-item:24758Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Remaja di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Infeksi menular seksual di Indonesia perlu dilakukan pendekatan edukatif dan partisipatif, seperti pengenalan terhadap penyakit-penyakit yang tergolong kelompok IMS dan upaya pencegahan guna mencapai derajat kesehatan reproduksi yang paripurna karna angka ims masih cukup tinggi yaitu sekitar 23.301 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui distribusi frekuensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada remaja di SMAN 2 Cikarang selatan Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, penggunaan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah Sebagian remaja SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2023 yaitu sebanyak 142. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square, Teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis univariat untuk distribusi freskuensi variabel. Analisis bivariat melihat hubungan antara dua variabel. Ujistatistik dengan Chi Square. Hasil terdapat hubungan yang signifikan perilaku dengan pengetahuan dengan (p-value= 0.002), sikap (p-value= 0.011), sumber informasi (p-value= 0.011), dan pola asuh (p-value= 0.003) pada remaja di SMAN 2 Cikarang Selatan. Terdapat hubungan pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan pola asuh orang tua terhadap perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada remaja di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2023.

Open AccessPerilaku Pencegajan IMS, Sikap, Sumber informasi, Pola Asuh
oai:ais:library-item:23825Lihat detail

Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada remaja di SMAN 2 Cikarang Selatan tahun 2023.

Thesis2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Infeksi menular seksual di Indonesia perlu dilakukan pendekatan edukatif dan partisipatif, seperti pengenalan terhadap penyakit-penyakit yang tergolong kelompok IMS dan upaya pencegahan guna mencapai derajat kesehatan reproduksi yang paripurna karna angka ims masih cukup tinggi yaitu sekitar 23.301 kasus. Tujuan Penelitian : Mengetahui distribusi frekuensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada remaja di SMAN 2 Cikarang selatan Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, penggunaan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah Sebagian remaja SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2023 yaitu sebanyak 142. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan perilaku dengan pengetahuan dengan (p-value= 0.002), sikap (p-value= 0.011), sumber informasi (p-value= 0.011), dan pola asuh (p-value= 0.003) pada remaja di SMAN 2 Cikarang Selatan. Kesimpulan : Terdapat hubungan pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan pola asuh orang tua terhadap perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada remaja di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2023. Saran dalam penelitian ini untuk remaja, untuk lahan penelitian dan peneliti selanjutnya.

Open AccessPerilaku Pencegajan IMS, Sikap, Sumber informasi, Pola Asuh.
oai:ais:skripsi:497Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-6 Tahun di TKIT Al-Manshuriyyah Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Kemampuan motorik merupakan salah satu proses tumbuh kembang yang harus dilalui dalam kehidupan anak, salah satunya motorik halus. Menurut UNICEF pada tahun 2020 didapatkan data sejumlah 27,5% atau setara dengan 3 juta anak mengalami gangguan perkembangan khususnya pada balita. Data dari Dinkes Provinsi Jawa Barat terdapat 1-3% anak mengalami keterlambatan motorik. Data dari dua rumah sakit di Bekasi menyebutkan bahwa 11,3% anak mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 45 anak usia 4-6 tahun dan orang tua di TKIT Al-Manshuriyyah tahun 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara perkembangan motorik halus pada anak dengan pola asuh dengan nilai P-Value 0,001, dan ada hubungan antara perkembangan motorik halus pada anak dengan pengetahuan orang tua dengan nilai P-Value = 0,039 yaitu semua nilai P-Value = P<a 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan pola asuh dengan perekembangan motorik halus pada anak dan ada hubungan pengetahuan orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak di TK Al-Manshuriyyah tahun 2023. Saran penelitian ini agar Agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai perkembangan motorik halus pada anak.

Open AccessMotorik halus anak, Pola asuh, Pengetahuan orang tua
oai:ais:library-item:22193Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pola Asuh Dalam Tumbuh Kembang Anak di Taman Kanak-kanak Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa Cicau Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Book2020Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Proses pertumbuhan dan perkembangan dan proses perkembangan pada anak terjadi sejak dalam intra uterine hingga dewasa. Namun tak jarang dalam proses tersebut terjadi penyimpangan-penyimpangan tertentu. Masalah penyimpangan tumbuh kembang anak yang terjadi di masyarakat memang sangatlah bervariasi, diantaranya terjadi gangguan perkembangan, gangguan bicara, gangguan perkembangan motorik, gangguan mental dan lain-lain. Hasil studi pendahuluan peneliti yang dilakukan pada tanggal 20 Mei 2019 di TK Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa Cicau Kecamatan Cikarang pusat Kabupaten Bekasi, terdapat 35 jumlah murid. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan mengunakan KPSP (Kuesioner Praskrining Perkembangan) di TK Tunas Bangsa didapatkan 8 dari 10 responden berada dalam kategori meragukan dimana kategori meragukan ini diambil bila jawaban yang diujikan hanya terdapat “YA” 8 butir dan maka hasilnya bisa di simpulkan yaitu “meragukan” (meragukan terjadinya penyimpangan dalam tumbuh kembang). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di TK Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa cicau Kecamatan Cikarang pusat kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mengantar anaknya di TK Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa Cicau Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019 dimana jumlah seluruh responden adalah 35 orang tua. Penelitian ini akan di lakukan selama dua hari di TK Tunas Bangsa. Sampel yang diambil sebanyak 35 responden dengan menggunakan teknik Total Sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariate berupa uji Chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh bermakna dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak. Variable yang mempengaruhi adalah usia (p = 0,018 < α = 0,05), pendidikan (p = 0,032 < α = 0,05), status ekonomi (p = 0,039 < α = 0,05) dan Lingkungan (p = 0,030 < α = 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, status ekonomi dan lingkungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di TK tunas bangsa. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia, pendidikan, status ekonomi, dan lingkungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di taman kanak-kanak tunas bangsa kampung cicau desa cicau kecamatan cikarang pusat kabupaten bekasi tahun 2019. Saran : Hasil penelitian ini diketahui bahwa terbukti berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya bisa meneliti dengan variable yang lebih banyak lagi.

Open Accesspola asuh, tumbuh kembang anak
oai:ais:library-item:16888Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Kekerasan Tawuran Pada Remaja di SMK Dwi Bhakti Ciledug-Cirebon

Book2019Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Perilaku kekerasan tawuran hingga saat ini semakin meningkat, Berdasarkan data informasi Kemenpora tahun 2009 kenakalan remaja tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Barat sebesar 10 kejadian, 23 pelajar terlibat tawuran yang berasal dari dua sekolah, yakni SMKN 1 Kota Cirebon dan SMK Nasional Kota Cirebon. Di Cirebon Jawa Barat sedikitnya 250 pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terlibat tawuran dan sekolah yang terlibat tawuran yang mayoritas siswanya laki-laki. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kekerasan tawuran pada siswa SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon tahun 2018. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2018. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 208 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan uji statistik menggunakan chi square. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku kekerasan tawuran (p = 0,021 < α=0,05), sikap (p = 0,043 < α=0,05), pola asuh orang tua (p = 0,029 < α=0,05), pengaruh teman sebaya (p = 0,021 < α=0,05). Kesimpulan : remaja dengan pengetahuan baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pengetahuan kurang baik, remaja dengan sikap baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan sikap kurang baik, remaja dengan pola asuh orang tua baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pola asuh orang tua kurang baik, remaja dengan tidak terpengaruh teman sebaya mempunyai resiko terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan terpengaruh teman sebaya. Saran : Diharapkan untuk mengurangi perilaku kekerasan tawuran khususnya bagi responden disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bergaul dengan siapapun itu, saling menghargai, berperilaku sopan dan menerapkan moral yang baik, terus mencari tahu dampak dan bahaya dari tawuran serta mengisi waktu yang senggang dengan kegiatan yang positif seperti belajar kelompok.

Open Accessperilaku kekerasan tawuran, pengetahuan, sikap, pola asuh orang tua, dan pengaruh teman sebaya.
oai:ais:library-item:16626Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Sibling Rivalry Pada Anak Usia Sekolah di Desa Sukaraya Kecematan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi 2018

Book2019Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran antara saudara laki-laki dan saudara perempuan. Hubungan tidak harmonis antar saudara kandung khususnya masa usia sekolah akan mengalami kesulitan melakukan penyesuaian sosial seperti hubungan yang buruk dengan teman sebaya, perilaku antisosial, kesulitan belajar dan menunjukkan tanda psikopatologi seperti cemas, depresi dan ketakutan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku sibling rivalry di Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Metode : Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus suatu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak usia sekolah (6-12 tahun) di Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 72 anak dan jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 72 responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 5,133), perbedaan usia (P value = 0,001 < α (0,05) ; OR 6,250), pola asuh orang tua (P value = 0,009 < α (0,05) ; OR 4,114), dan jumlah saudara kandung (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 6,600) dengan perilaku sibling rivalry. Saran : Diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah (6-12 tahun) dan memiliki saudara kandung dapat membangun komunikasi dan perlakuan yang baik kepada anak. Selain itu, diharapkan bagi orang tua untuk dapat memberikan perhatian, waktu, cinta dan kasih sayang yang setara sesuai porsinya kepada masingmasing anak.

Open AccessSibling rivalry, Usia sekolah, Jenis Kelamin, Pola Asuh Orang Tua, Jumlah Saudara Kandung
oai:ais:library-item:16593Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler di Poliklinik Anak RS Sentra Medika Cibinong

Book2019Koleksi Perpustakaan

Toilet Training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar di toilet pada waktu yang tepat. Toilet Training dapat berlangsung pada fase kehidupan anak yaitu umur 18 bulan sampai 24 bulan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam Toilet Training pada anak usia Toddler yaitu faktor pendidikan, pekerjaan, pola asuh orang tua, pengetahuan, dan lingkungan. Faktor tersebut mempengaruhi dalam penerapan Toilet Training karena pada dasarnya peran serta ibu sangat penting di dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan dan menyediakan fasilitas agar anak merasa nyaman dalam menjalani proses perkembangannya. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Penelitian ini termasuk analitik kuantitatif, dengan menggunakan metode Cross Sectional. Adapun sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, jumlah responden yang akan di teliti sebanyak 63 responden. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P- Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.500. Hubungan antara pengetahuan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 19.883. Hubungan antara lingkungan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.089.Sedangkan hasil penelitian yang menunjukan tidak terdapat hubungan adalah pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai P -Value 1.000 dan 0.158. Peneliti menyarankan kepada institusi kesehatan khusunya rumah sakit adanya peningkatan penyuluhan dengan metode yang mudah di pahami oleh masyarakat khususnya ibu sehingga penyuluhan tersebut efektif dan dapat meningkatkan peran dalam penerapan Toilet Training.

Open AccessKeberhasilan Toilet Training, pendidikan, pekerjaan, pola asuh orang tua, pengetahuan, lingkungan.
oai:ais:library-item:16600Lihat detail