Abstrak
Latar Belakang : penggunaan smartphone yang semakin meningkat pada remaja berpotensi menimbulkan ketergantungan yang berdampak pada aspek akademik, sosial, dan kesehatan mental. Remaja merupakan kelompok yang rentan karena masih berada dalam tahap perkembangan psikologis dan kontrol diri yang belum matang. Tujuan Penelitian : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berhubungan dengan ketergantungan smartphone pada remaja di SMP 3 Cibitung. Metode : penelitian ini mengunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Smartphone Addiction Scalle-Short Version (SAS-SV), kuesioner Kontrol Diri, Parental Authority Questionnaire (PAQ), dan kuesioner Prokrastinasi Akademik. Dan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia (p-value = 0,035 dan OR = 2,838), kontrol diri (pvalue= 0,024 dan OR= 0,341), dan prokrastinasi akademik (p-value = 0,002 dan OR = 4,457) dengan ketergantungan smartphone pada remaja. Dan menunjukkan tidak adanya hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,541 dengan OR = 1,424) dan pola asuh orang tua (p-value = 0,052 dan OR = 2,533) dengan ketergantungan smartphone pada remaja. Kontrol diri yan rendah dan tingkat prokrastinasi akademik yang tingggi menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan risiko ketergantungan smartphone. Kesimpulan : ketergantungan smartphone pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Upaya pencegahan perlu melibatkan peran sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kontrol diri serta penggunaan smartphone yang sehat.