Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan kondisi kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat insulin dan tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus di panti rehabilitasi sosial lanjut usia karawang. Metode: pada penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang yaitu 65 orang dengan lansia yang terkena diabetes mellitus sebanyak 30 orang dan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode Total Sampling. Hasil: Data dikumpulkan dengan lembar observasi pemeriksaan kadar gula darah pre dan post dan kemudian data dianalisis menggunakan uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan <0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic paired sampe T-test diperoleh nilai p= 0.000 (<0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang
Open AccessDiabetes Mellitus, Senam Kaki, Kestabilan Kadar Gula Darah.
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Didalam tubuh manusia terdapat bahan bakar utama yaitu glukosa Glukosa akan disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan energi yang menjadi sumber energi untuk melakukan aktivitas fisik, aktivitas fisik secara teratur dapat mengurangi resistensi insulin sehingga dapat dipergunakan baik oleh sel-sel tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik dapat menurunkan glukosa darah secara signifikan dan mengurangi risiko resistensi insulin. Dan mengonsumsi minuman ringan lebih dari 5x tidak baik untuk tubuh karena dapat mempengaruhi kadar gula darah.
Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain cross sectional, dengan sampel 92 responden remaja, Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner aktivitas fisik (GPAQ), kadar gula darah diambil menggunakan alat easy touch blood glucose test monitoring system, dan satu pertanyaan yang berisikan frekuensi konsumsi minuman ringan. Analisa data menggunakan uji chi-square.
Hasil: didapatkan pada aktivitas fisik berat sebanyak 20 responden, Kadar Gula Darah pada remaja. Didapatkan kadar gula darah tidak normal <70mg/dL sebanyak 20 responden Didapatkan frekuensi tidak baik atau lebih dari 5x dalam seminggu sebanyak 39 responden, Nilai p-value 0.000 (α<0.05) pada aktivitas fisik. Dan didapatkan hasil nilai p-value 0.124 (α>0.05) konsumsi minuman ringan.
Kesimpulan: terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi minuman ringan terhadap kadar gula darah pada remaja
Open AccessRemaja, Aktivitas fisik, Minuman ringan, Kadar Gula Darah, Remaja
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus atau DM adalah penyakit yang ditandai dengan tingginyakadar
gula darah didalam urine akibat terganggunya metabolisme kerena produksi dan fungsi
hormon insulin tidak berjalan dengan seharusnya diabetes adalah suatu penyakit kronik
yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan
berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis.Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes
melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi.
Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian
adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 69 orang.
penelitian di lakukan pada tanggal 14 september 2023. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah sebelum
dan sesudah pemberian jus tomat. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan
uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen.
Hasil penelitian hasil uji (Paired-Samples T Test) didapatkan ada pengaruh
pemberian mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah dengan p-value
0,000.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh mengkonsumsi jus tomat
terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas
sukajaya kabupaten bekasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan kepada penderita untuk selalu
mengontrol kadar gula darah di puskesmas, selalu berolahraga dan menjaga berat badan
serta mengupayakan terapi herbal sebagai terapi untuk menurunkan kadar gula darah.
Open AccessJus Tomat,Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes
Melitus Tipe II
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gula darah yang melebihi kadar normal. Salah satu penatalaksanaan Diabetes melitus adalah dengan latihan fisik yang dilakukan bersama dengan perawatan medis dapat dianggap sebagai strategi kunci untuk melawan Diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Tahun 2023. Metode penelitian: ini adalah penelitian pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 20 orang. Tempat pelaksanaan penelitian di lapangan wilayah RT 05/05 Kelurahan Nanggewer pada tanggal 17 Juni 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah dan SOP senam aerobik low impact. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian: berdasarkan hasil analisis uji hipotesis dengan uji T dependen (Paired-Samples T Test) pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai t = 13.405 dengan nilai p value = 0,000 ≤ a (0,05), maka ada pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer kabupaten Bogor tahun 2023. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan durasi latihan 20 – 60 menit dan frekuensi latihan 3 – 5 hari/minggu untuk mengubah gaya hidup santai atau sedentary life dan memperbaiki kualitas hidup.
Open AccessSenam aerobik low impact, Diabetes melitus, kadar gula darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan beberapa penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes melitus. Penurunan ini dapat di sebabkan oleh kandungan dari Daun Kersen yaitu flavonoid. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Ceri (Kersen) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Sukakerta Tahun 2023. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian pre experimental desaign adalah suatu penelitian yang menggunakan satu kelompok untuk diuji secara pre dan post. Metode yang akan digunakan adalah metode one grup pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta. Sampel penelitian sejumlah 33 lansia. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T-Test didapatkan hasil akhir yakni P-Value sebesar 0,000 < 0,05 karena nilai P-Value sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha di terima karena hasil P-Value < 0,05 artinya ada pengaruh kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian intervensi. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian rebusan daun ceri (kersen) terhadap kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta tahun 2023.
Open AccessRebusan daun ceri (kersen), Kadar gula darah, Lansia
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena
gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.
Open AccessTingkat Pengetahuan, Kepatuhan Obat, Kadar Gula Darah Sewaktu, Diabetes Melitus Tipe I
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) atau disebut kencing manis merupakan gangguan metabolik menahun akibat prankeas tidak memproduksi cukup insulin dalam tubuh, yang dimana diabetes suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan tetapi dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Dukungan keluarga mengacu pada cara anggota keluarga bertindak, merasakan, dan menerima orang yang sakit. Dukungan dapat datang dari orang lain atau orang terdekat yang menderita (orang tua, anak, pasangan, atau anggota keluarga lainnya), dimana dukungan keluarga berupa pengetahuan, perilaku tertentu, atau hal-hal yang dapat membuat orang merasa dihargai, diperhatikan, dan dicintai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Cikarang.
Metodelogi: Metode jenis penelitian ini menggunakan desain pendekatan “cross sectional” Merupakan suatu penelitian yang mempelajarin kolerasi antara paparan atau faktor risiko (independent) dengan akibat atau efek (dependen), dengan Pengumpulan data dilakukan secara bersamaan.
Hasil : Hasil Dukungan Keluarga pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II yang baik sebanyak 27 responden dengan presentase (31.8%) dan tidak baik sebanyak 58 responden
dengan presentase (68.2%) responden. Kadar Gula Darah menggunakan GDS di
Puskesmas Cikarang bahwa pasien yang gula darahnya normal sebanyak 17 responden dengan presentase (20.0%), pasien yang Kadar Gula Darah nya masuk dalam kategori kurang normal (prediabetes) sebanyak 32 responden dengan presentase (37.6%) dan pasien yang Kadar Gula Darah tidak normal (Diabetes) sebanyak 36 responden dengan presentase (42.4%) responden.
Kesimpulan: Ada Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Cikarang, dengan nilai p-vlue 0,019 (p<0,05), maka dapat diartikan bahwa Ha ditolak yang berarti terdapat adanya hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kadar Gula Darah.
Open AccessDukungan Keluarga, Kadar Gula Darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme dengan adanya ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan glukosa, lemak dan protein, Masalah tidur sepertinya mempengaruhi hemostasis kadar glukosa normal seperti pengurangan dalam kuantitas tidur dapat merusak baik pemanfaatan glukosa maupun tolerasi glukosa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, Hasil penelitian pola tidur kurang baik 80 responden (54,8%), dan kadar gula darah tidak normal sebanyak 76 responden (52,8%). Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square Hasil: P value 0.020 > 0,05. Dan didapatkan hasil ada hubungan antara pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diPuskesmas Karang Bahagia, P value 0.020 > 0,05. Kesimpulan: Terdapaat hubungan pola tidur terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas karang bahagia.
Open AccessPola Tidur, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe 2
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.
Open AccessDiabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Tingkat Stres
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Diperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus, dengan hasil uji chi-square nilai p =
0,004, atau Ha diterima (p<0,05). Kesimpulan: Pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes melitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes melitus.
Open AccessPerilaku Sedentari, Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai bagian dari kelompok penyakit
metabolik kronik dengan ciri khas kondisi hiperglikemi (Larasati, C. V. 2021). Menurut Notoadmojo, 2007 pengetahuan atau disebut juga Kognitif merupakan hal dasar yang penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan didapat dari panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Dari kelima indera tersebut, indera penglihatan dan pendengaran paling banyak memberikan input bagi pengetahuan seseorang (Suryani, 2021). Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada hubungan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus dengan pengontrolan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien dengan diagnosa Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sebanyak 36 pasien. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat chi square. hasilnya p = 0,000 (p value = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang diabetes melitus dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Sentra Medika Hospital Minahasa Utara untuk lebih meningkatkan program preventif kepada pasien yang menderita penyakit diabetes melitus sehingga dapat menurunkan komplikasi progresif pasien.
Open AccessKadar Gula Darah, Diabetes Melitus, Pengetahuan
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defisiensi produksi insulin dan kerja insulin. Ambarwati, W.N., Organisasi Kesehatan Dunia.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 pasien dengan jumlah sampel 83 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di ruang poli klinik penyakit dalam RS sentra medika cikarang.
Sebagian besar 65 orang (78,3%) memiliki motivasi yang baik sedangkan sebagian kecil 18 orang (21,7%) yang memiliki motivasi kurang baik.Dalam pengendalian kadar gula darah pasien diabetes mellitus didapatkan hasil untuk pasien yang memiliki potensi yang baik dalam mengendalikan kadar gula darah yaitu 83,1% dan untuk pasien yang kurang baik dalam hal mengendalikan kadar gula darah yaitu 16,9%. Berdasarkan analisa data yang didapatkan hasil uji chi square menunjukan p-value 0,024 (<0.05) yang berarti Ada hubungan motivasi dengan pengendalian kadar gula darah saling berkaitan dengan nilai OR 3.927
Open AccessDiabetes melitus, kadar gula darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit diabetes disebabkan oleh ketidak mampuan tubuh dalam membuat atau menggunakan insulin dengan semestinya. DM merupakan penyakit tidak menular dan saat ini menjadi ancaman dunia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan Kontrol gula darah pasien dengan DM di Poliklinik Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak Depok. Manfaatnya dapat memberikan kontribusi secara keilmuan tentang hubungan kepatuhan berobat dengan kadar gula darah pasien DM. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik RS Sentra Medika Cisalak, dengan jumlah sampel 65 responden. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling yakni metode purposive sampling. Penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner, uji statistik dengan metode spearmen rank. Hasil penelitian Analisa univariat mayoritas responden penderita DM umur 40-60 tahun 32 orang (49,2%), jenis kelamin perempuan 43 (66,2%), pekerjaan wiraswasta 31 (47,7%), pendidikan SMA 36 (55,4%), lama menderita penyakit DM 3-5 tahun 29 (44,5%). Hasil Analisa bivariat mayoritas responden tidak patuh kontrol sebanyak 49 (75,4%), dan memiliki kadar gula darah tinggi sebanyak 37 (56,9%), dan dari hasil uji kolerasi Spearman Rank, didapatkan nilai sig.(2- tailed) menunjukkan nilai (P value 0.002). Nilai korelasi (r)=0,369 menunjukan adanya hubungan yang cukup antara kepatuhan kontrol pemeriksaan kesehatan kadar gula darah pada pasien DM di Poliklinik RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2023. Di harapkan melalui penelitian ini dapat lebih menerapkan displin akan pentingnya kepatuhan kontrol untuk menghindari berbagai resiko dari komplikasi DM.
Open AccessKepatuhan Kontrol, Diabetes Melitus, Kadar Gula Darah.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (2) Diketahui hubungan Pendidikan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (3) Hubungan Akomodasi dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (4) Hubungan Faktor lingkungan dan sosial dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (5) Hubungan Model terapi pasien dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data berupa angka atau bilangan. Penelitian ini diperoleh melalui observasi dan pengumpulan data langsung di RS. Sentra Medika Cikarang. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan adalah Kepatuhan Pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah dipengaruhi oleh pendidikan pasien yang rendah sebesar 69,7%, sebagian besar pasien diabetes melitus yang tidak patuh adalah yang tidak di dukung oleh modifikasi faktor lingkungandan sosial sebesar 73,2%, serta perubahan model terapi yang tidak patuh adalah yang tidak berubah sebanyak 72,7%.
Open AccessKepatuhan mengendalikan kadar gula darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Sebagian besar factor resiko diabetes mellitus adalah gaya hidup yang
tidak sehat seperti kurangnya aktifitas fisik, diet yang tidak sehat dan tidak seimbang serta obesitas. Pola makan yang salah bagi penderita diabetes mellitus dapat menyebabkan kegemukan dan akhirnya membuat kadar glukosa menjadi naik.
Tujuan Penelitian Mengetahui adakah hubungan antara pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di rs harapan bunda jakarta tahun 2023
Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berobat ke RS Harapan Bunda sebanyak 150 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 60 orang. Pada Penelitian ini didapatkan hasil Pola makan buruk yaitu sebanyak 46 orang (76.7%), Kadar gula darah tinggi lebih banyak yaitu sebanyak 46 orang (76.7%).
Kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda sebagian besar memiliki Kadar gula darah yang tinggi dan memiliki pola makan yang buruk pula Disimpulkan : ada hubungan Antara Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 (Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.00 < a = 0.05)
Open AccessPola Makan, Diabetes Mellitus, Kadar Gula Darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit ditandai dengan adanya hiperglikemia akibat sekresi insulin yang tidak
memadai, ketidaknormalan kadar gula darah diatas 200 mg/dL. Terapi yang diberikan adalah kombinasi farmakologi dengan non farmakologi yaitu terapi relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Harapan Bunda Jakarta. Jenis penelitian quasy eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test – post test design kelompok intervensi kadar gula darah. Populasi 30 orang, sample 30. Rata-rata nilai kadar gula darah pada pre test adalah 1,37 dengan standar deviasi
,490. Pada posttest nilai rata-rata adalah 1,00 dengan standar deviasi ,000. Hasil uji statistik didapatkan nilai ,000 maka dapat disimpulkan ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Harapan Bunda Jakarta. Kesimpulan dan Saran tehnik relaksasi otot progresif terbukti memiliki pengaruh terhadap kadar gula darah, dan disarankan bagi institusi RS selain memberikan terapi farmakologi bisa dikombinasikan menggunakan terapi non farmakologi relaksasi otot progresif.
Open AccessDiabetes Melitus, kadar gula darah, terapi relaksasi otot progresif
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus (DM) merupakan kondisi kronis dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah dikarenakan tubuh tidak dapat menghasilkan atau memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Keberhasilan pengelolaan DM untuk mencegah komplikasi dapat dicapai salah satunya melalui kepatuhan dalam terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk adakah hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam lebih banyak pasien yang patuh dalam mimum obat sebanyak 45 orang (75%). Prevalensi Diabetes mellitus tipe II di Asia tenggara pada tahun 2015, 415 juta orang dewasa dengan diabetes,kenaikan 4 kali lipat dari 108 juta di 1980an. Pada tahun 2040 diperkirakan jumlahnya akan menjadi 642 juta (Kemenkes, 2018). Kenaikan Hampir 80% penderita DM berada pada negara yang berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2017). Di Indonesia pada tahun 2015 menempati peringkat ketujuh prevalensi penderita diabetes di dunia setelah Negara Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko dengan jumlah estimasi orang dengan diabetes kurang lebih sebesar
10 juta orang (IDF,, 2017). Responden memiliki kadar gula darah yang normal yaitu sebanyak 41 orang (68.3%). Penelitian ini dapat menjadi refrensi tambahan atau dasar untuk melanjutkan penelitian tambahan mengenai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah pasien seperti pola makan, tingkat aktivtas, dan tingkat stress serta dapat melakukan penelitian menggunakan uji multivariat. Dapat disimpulkan Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.000 < a = 0.005.
Open AccessDM Tipe II, Kepatuhan Minum Obat, Kadar Gula Darah Sewaktu
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah
dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan
setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun
2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong.
Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022.
Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara
mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden.
Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.
Open AccessKadar Gula Darah, Diabetes Melitus, Kepatuhan Diet
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetets melitus (DM) merupakan suatu penyakiy metabolic yang ditandai dengan adanya hiperglikemia
yang terjadi karena pangkreas tidak mampu mensekresi insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas senam persadia terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur.
Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah pre experimental dalam bentuk one group pre- post tes design yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah sebanyak 37 responden.
Hasil peenelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sewaktu sebelum dan sesudah melakukan senam diabetes. Dengan rata-rata nilai kadar gula darah sebelum senam 250,54 mg/dl dan sesudah 231,41 mg/dl. Dari analisis uji statistic diperoleh p value = 0,000 yang berari < a (0,000< 0,005) yang berarti terdapat perbedaaan peneurunan kadar gula darah yang signifikan yang berarti Ha diterima.
Kesimpulan dan saran: setelah melakukan senam diabetes nilai kadar gula darah sewaktu rata- rata 16,13 mg/dl.
Disarankan untuk responden dapat mengaplikasikan senam diabetes secara teratur sehingga dapat menurukan kadar gula darah.
Open AccessDiabetes melitus,Senam Persadia,kadar gula darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus tipe II adalah penyakit gangguan metabolism yang ditandai oleh peningkatan kadar
gula darah akibat gangguan dalam produksi insulin, dan atau gangguan fungsi insulin yang terjadi pada
tubuh manusia. Penyakit Diabetes Melitus tipe II menimbulkan gangguan tidur akibat adanya keluhan
nocturia dan nyeri yang akan membuat kualitas tidur terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan kadar gula darah dengan kualitas tidur pada pasien Diabetes Melitus tipe II di RS Sentra
Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan metode desain analitik kuantitatif dengan
rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 48 pasien. Tehnik sampling
menggunakan total sampling. Jumlah sampel 53 pasien. Pengumpulan data menggunakan Glukotest
Blood Glucose Meter dan Instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil uji statistik dengan
chi-square diperoleh nilai p = 0.033 < nilai a (0.05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0
ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara kadar gula darah dengan kualitas tidur pada
pasien Diabetes Melitus tipe II di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Saran bagi tenaga kesehatan untuk
mengoptimalkan perannya dalam mengontrol kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe II
dalam upaya meningkatkan kualitas tidur pasien.
Open AccessDiabetes Melitus Tipe II, Kadar gula darah, Kualitas tidur