Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: Tingkat stres

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukamahi

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

Open AccessDiabetes melitus, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres
oai:ais:skripsi:327Lihat detail

Hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.

Open AccessDiabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Tingkat Stress
oai:ais:skripsi:488Lihat detail

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada pasien Diabetes Melitus Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessKata Kunci : Lama Menderita, Dukungan Keluarga, Aktifitas Fisik, Tingkat Stress
oai:ais:skripsi:457Lihat detail

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRESS PADA PASIEN DENGAN LUKA DIABETES MELLITUS DI RUANG BOUGENVILE RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan masalah penting karena merupakan penyakit tidak menular dan terus meningkat setiap tahun dan menjadi ancaman kesehatan dunia saat ini. Sekitar 50% penderita diabetes mengalami ulkus kaki diabetik dengan angka kematian 8%-35% dan 15%-30% diantaranya mengalami amputasi. Penderita diabetes melitus kebanyakan mengalami luka, pasien sering mengalami stress. Salah satu faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes mellitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua pasien yang mengalami luka diabetes melitus dan melakukan perawatan luka di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel pada penelitian ini menggunakan keseluruhan populasi sebanyak 30 pasien. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil analisa data univariat pada penelitian ini menunjukan pengetahuan pasien luka diabetes mellitus sebagian besar cukup yaitu sebanyak 18 orang (60%), tingkat stress pasien luka kaki diabetes sebagian besar stress sedang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan analisa data bivariate menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta karena nilai α = 0,034 (ρ value < 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden yang lebih maksimal dan alat ukur yang lebih baik.

Open AccessPengetahuan, Tingkat Stress
oai:ais:skripsi:117Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivits Fisik Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di SMP Mekar Murni

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRIDI SMP MEKAR MURNI Vii + 51 Hal + 6 Tabel + 2 Gambar + 15 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres Daftar Pustaka : 2 buku dan 15 jurnal (2019 – 2022)

Open AccessAktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres
oai:ais:skripsi:455Lihat detail

Hubungan Tingkat Stress Dan Indeks Massa Tubuh Dengan SIklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 36 mahasiswi (31,9%) dari responden tergolong pada kategori tidak stress, sedangkan yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Sejumlah 5 mahasiswi (4,4%) dari responden Indeks massa tubuhnya normal, sedangkan yang Indeks massa tubuhnya gemuk sejumlah 48 mahasiswi (42,5%) dan yang indeks massa tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Responden yang siklus menstruasinya normal sejumlah 10 mahasiswi (8,8%), sedangkan yang siklus menstruasi pendek sejumlah 19 mahasiswi (16,8%), dan yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman.

Open AccessIndeks Massa Tubuh, IMT, Menstruasi, Siklus menstruasi, stress, tingkat stress
oai:ais:skripsi:472Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Universitas X di Wilayah Bekasi Tahun 2025

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres akademik dapat memengaruhi perilaku merokok, di mana semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin besar pula kecenderungan mahasiswa untuk merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 62 dengan teknik total sampling merupakan mahasiswa perokok di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini diperoleh Analisa menggunakan uji Chi-square bahwa hasil menunjukkan stres separuh remaja siswa kategori perilaku merokok sedang (44,9%) dengan kategori tingkat stress sedang (46,2%) yang merupakan terdapat hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja dengan nilai p=value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan: Pada penelitian adanya hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. dapat membantu memberikan pembaharuan berdasarkan tingkat stres dan perilaku merokok, yang dapat membantu dalam memberikan masukan yang lebih efektif untuk masalah merokok terkait stres.

Open AccessTingkat Stres, Perilaku Merokok, Remaja
oai:ais:library-item:27715Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres dan Perilaku Agresif Dengan Strategi Koping Pada Remaja Siswa/I MTS Al-Ichlash Serang Baru

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa perkembangan yang rentan terhadap berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya perilaku agresif dan berdampak pada kesehatan mental remaja. Salah satu faktor penting yang berperan dalam menghadapi stres dan mengendalikan perilaku agresif adalah strategi koping yang digunakan oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresif dengan strategi koping remaja siswa/I MTs Al-Ichlash Serang Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas IX MTs Al-Ichlash Serang Baru dengan jumlah sampel 145 responden. Teknik sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen penelitian yaitu PSS-10, BPAQ, serta Brief COPE. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki (53,8%). Mayoritas siswa berada pada kategori stres sedang (74,5%), perilaku agresif sedang (89,0%), serta menggunakan strategi koping maladaptif (65,5%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan strategi koping (p = 0,389; r = -0,072). Sebaliknya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku agresif dan strategi koping (p = 0,000; r = -0,314) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan signifikan dengan strategi koping siswa/i. Sebaliknya, perilaku agresif berhubungan signifikan dengan strategi koping, yang artinya semakin tinggi perilaku agresif maka semakin rendah penggunaan strategi koping adaptif pada remaja.

Open AccessRemaja, tingkat stres, perilaku agresif, strategi koping
oai:ais:library-item:27712Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres Dengan Keparahan Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala yang muncul 2–14 hari sebelum menstruasi dan dialami sekitar 90% perempuan usia reproduktif. Salah satu faktor yang memengaruhi PMS adalah stres, terutama pada remaja putri SMA yang rentan mengalami tekanan akademik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 282 siswi dihitung menggunakan rumus slovin dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DASS-Y dan SPAF. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005143/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil: Uji korelasi Spearman diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan correlation coeffisien sebesar 0,555. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara dengan kategori kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Saran: Remaja putri diharapkan dapat memahami hubungan tingkat stres dengan keparahan gelaja PMS, sehingga mampu mengendalikan stres dan mengatur gaya hidup sehat, sedangkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel kondisi fisik dan gaya hidup dengan metode lebih beragam untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Open AccessTingkat Stres, Premenstrual Syndrome, Remaja Putri
oai:ais:library-item:27690Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.

Open AccessGangguan siklus menstruasi, usia, tingkat stress, aktivitas fisik, remaja putri
oai:ais:library-item:26982Lihat detail

Hubungan Konsumsi Makanan UPF (Ultra Processed Food) Tingkat Stress, Kualitas Hidup Dengan Kejadian Pasien CKD (Chronic Kidney Desease) di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

Book2025Koleksi Perpustakaan

Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan bersifat progresif atau semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak 3,49%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien CKD dari grade 1-5 dengan jumlah 121 responden, dan jumlah sampel sebanyak 93 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, dimana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square dengan p-value <0,05 artinya terdapat hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016), tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun, tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan grade pada pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan penelitian yang berlangsung dalam waktu yang panjang serta menyertakan data biokimia untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih lengkap.

Open AccessCKD, Kualitas hidup, Tingkat stres, UPF.
oai:ais:library-item:26566Lihat detail

Hubungan Antara Paparan Cahaya Biru Pada Perangkat Elektronik dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur yang dimana ini berdampak negatif pada kualitas tidur bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Stres juga adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan tidur individu, di mana peningkatan hormon dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Metode: Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel non-probability menggunakan pendekatan purposive. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 120 (63,5%), kualitas tidur baik 69 (36,5%), paparan cahaya biru tingkat rendah 59 (31,2%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 130 (68,8%), tingkat stres berat 102 (54 %), tingkat stres ringan 7 (3,7 %) dan tingkat stres sedang 80 (42,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value < 0,05). Diskusi: Kualitas tidur remaja dapat terganggu karena banyaknya faktor yang mempengaruhi, seperti paparan cahaya biru dari layar smartphone dan tingkat stres, dimana faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kualitas tidur menjadi tidak optimal. Kesimpulan: Penggunaan perangkat elektronik yang terlalu lama dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan kualitas tidur remaja sehingga pentingnya pengelolaan paparan cahaya biru serta pengurangan faktor stres untuk menjaga kualitas tidur yang baik pada remaja.

Open AccessKualitas tidur, paparan cahaya biru, remaja, tingkat stres
oai:ais:library-item:26541Lihat detail

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN CAHAYA BIRU PADA PERANGKAT ELEKTRONIK DAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi remaja karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, mental dan emosional mereka. Tidur adalah proses fisiologis yang penting, dimana tubuh dan pikiran beristirahat dan memulihkan diri. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur, Kuesioner Paparan Cahaya Biru untuk mengukur paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dan PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 126 (63%), kualitas tidur baik 74 (37%), paparan cahaya biru tingkat rendah 61 (30,5%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 139 (69,5%), tingkat stres berat 106 (53 %), tingkat stres ringan 7 (3,5 %) dan tingkat stres sedang 87 (4,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value 0,05).

Open AccessRemaja, Kualitas Tidur, Paparan Cahaya Biru, Tingkat Stres.
oai:ais:skripsi:1012Lihat detail

HUBUNGAN KONSUMSI UPF (ULTRA PROCESSED FOOD), TINGKAT STRES, KUALITAS HIDUP DENGAN KEJADIAN PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau bersifat progresif yang memburuk, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sebesar 3,49%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan grade pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien CKD yang berjumlah 121 responden atau jumlah sampel sebanyak 93 responden secara random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, di mana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016) dan tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun demikian, hal ini tidak ditemukan pada hubungan kualitas hidup dengan pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak.

Open AccessKata Kunci : CKD, Kualitas hidup, Tingkat stres, UPF.
oai:ais:skripsi:1040Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres dan Pola Makan Terhadap Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa STIE Ekadharma Indonesia

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Gastritis adalah kondisi inflamasi yang mempengaruhi lapisan dinding lambung dan menyebabkan pembengkakan pada dinding lambung di saluran pencernaan yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti infeksi dan iritasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif melalui pendekatan cross sectional, di STIE Ekadharma Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa/I semester 2, 4, 6, dan 8 pada program studi Sarjana Menejemen di STIE Ekadharma Indonesia tahun 2024. jumlah sampel sebanyak 81 responden dengan teknik sampling purposive sampling. variabel dependen adalah kejadian gastritis dan variabel independen adalah tingkat stress dan pola makan. Instrumen yang digunakan pada penelitian menggunakan kuisioner FFQ dan PSS-10. Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil: uji statistik menunjukan adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis dengan nilai P = 0,063 (P < 0,1). adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis dengan nilai P = 0,017 (P < 0,1). Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat stress dan pola makan dengan kejadian gastritis, diharapkan responden menerapkan pola makan yang baik seperti menghindari minuman yang memicu terjadinya gastritis serta menghindari makanan yang memicu terjadinya gastritis seperti makanan yang tinggi asam, makanan tinggi gas, makanan yang pedas, dan makanan makanan instan.

Open AccessKejadian Gastritis, Tingkat Stres, Pola Makan.
oai:ais:library-item:25548Lihat detail

Hubungan Tingkat Stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Uji analisis yang digunakan uji chi square dengan instrument kuesioner adopsi gabungan dari teori Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) dan Hamilton Anxiety Rating Scake (HARS). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mahasiswi yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Mahasiswi dengan nilai Indeks Massa Tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Mahasiswi yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Nilai p-value menunjukkan 0,005 (<0,05) dapat disimpulkan adanya hubungan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Nilai p-value menunjukkan 0,027 (<0,05) dapat disimpulkan adanya hubungan antara Indekss Massa Tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman. Diharapkan dapat menjadi referensi materi mengenai tingkat stress dan IMT dan bagi mahasiswi, peneliti ataupun pembaca lainnya diharapkan dapat lebih mengontrol asupan pola makanan dan menjaga kestabilan stressor dengan baik agar lebih sehat dan siklus menstruasi menjadi lebih baik dan tergolong normal. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah ada.

Open AccessIndeks Massa Tubuh, Siklus menstruasi, Tingkat Stress
oai:ais:library-item:23836Lihat detail

Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tingkat Stres Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.

Open AccessDiabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Tingkat Stres
oai:ais:library-item:23727Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Pada Pasien Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

Book2023Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (a) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 < 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 < 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 < 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessLama Menderita, Dukungan Keluarga, Aktifitas Fisik, Tingkat Stress
oai:ais:library-item:23655Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Disminore Primer Pada Remaja Putri di SMP Mekar Murni

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi.

Open AccessAktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres
oai:ais:library-item:23633Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kadar Glukosa Dalam Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Sukamahi

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stress. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stress diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi- square.Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stress (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stress dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

Open AccessDiabetes melitus, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stress
oai:ais:library-item:23098Lihat detail