Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja pada usia sekolah dapat berisiko menjadi remaja obesitas. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas fisik. Konsumsi junk food lebih dari 6 kali perbulan dan aktivitas fisik yang rendah cenderung meningkatkan kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkomsumsi junk food dan pola aktifitas terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 sukaraja Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 55 responden. sedangkan kriteria normal, overweight dan obesitas menggunakan indikator IMT. Data frekuensi aktivitas dan konsumsi makanan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa obesitas pada remaja SMP sebanyak 22 (40,0%) , kebiasaan mengkomsumsi junk food sebanyak 23 responden (41,8%), dan aktifitas fisik kurang 28 responden (50,9%).Dalam penelitian ini menggunkan Uji Chi Square didapatkan hasil ada hubungan antara kebiasaan komsumsi junk food dan pola aktifitaS terhadap kejadian obesitas pada remaja SMP 2 Sukaraja bogor, P Value 0,000 ≤ α 0,05. Berdasarkan penelitian ini Disarankan siswa dapat mempertahankan pola makan yang seimbang dan mengatur aktifitas fisik yang baik.
Open AccessKata Kunci : Aktifitas Fisik,Komsumsi junk food,Obesitas
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktorfaktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.
Open AccessPubertas dini, obesitas, junk food, aktifitas fisik
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Remaja pada usia sekolah dapat berisiko menjadi remaja obesitas. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas fisik. Konsumsi junk food lebih dari 6 kali perbulan dan aktivitas fisik yang rendah cenderung meningkatkan kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkomsumsi junk food dan pola aktifitas terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 sukaraja Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 55 responden. sedangkan kriteria normal, overweight dan obesitas menggunakan indikator IMT. Data frekuensi aktivitas dan konsumsi makanan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa obesitas pada remaja SMP sebanyak 22 (40,0%) , kebiasaan mengkomsumsi junk food sebanyak 23 responden (41,8%), dan aktifitas fisik kurang 28 responden (50,9%).Dalam penelitian ini menggunkan Uji Chi Square didapatkan hasil ada hubungan antara kebiasaan komsumsi junk food dan pola aktifitaS terhadap kejadian obesitas pada remaja SMP 2 Sukaraja bogor, P Value 0,000 ≤ a 0,05. Berdasarkan penelitian ini Disarankan siswa dapat mempertahankan pola makan yang seimbang dan mengatur aktifitas fisik yang baik.
Open AccessAktifitas Fisik,Komsumsi junk food,Obesitas
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktor-faktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak
30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel
tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.
Open AccessPubertas dini, obesitas, junk food, aktifitas fisik