Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: aktifitas fisik

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada pasien Diabetes Melitus Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessKata Kunci : Lama Menderita, Dukungan Keluarga, Aktifitas Fisik, Tingkat Stress
oai:ais:skripsi:457Lihat detail

HUBUNGAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI JUNK FOOD DAN POLA AKTIVITAS TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMPN 2 SUKARAJA BOGOR

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Remaja pada usia sekolah dapat berisiko menjadi remaja obesitas. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas fisik. Konsumsi junk food lebih dari 6 kali perbulan dan aktivitas fisik yang rendah cenderung meningkatkan kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkomsumsi junk food dan pola aktifitas terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 sukaraja Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 55 responden. sedangkan kriteria normal, overweight dan obesitas menggunakan indikator IMT. Data frekuensi aktivitas dan konsumsi makanan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa obesitas pada remaja SMP sebanyak 22 (40,0%) , kebiasaan mengkomsumsi junk food sebanyak 23 responden (41,8%), dan aktifitas fisik kurang 28 responden (50,9%).Dalam penelitian ini menggunkan Uji Chi Square didapatkan hasil ada hubungan antara kebiasaan komsumsi junk food dan pola aktifitaS terhadap kejadian obesitas pada remaja SMP 2 Sukaraja bogor, P Value 0,000 ≤ α 0,05. Berdasarkan penelitian ini Disarankan siswa dapat mempertahankan pola makan yang seimbang dan mengatur aktifitas fisik yang baik.

Open AccessKata Kunci : Aktifitas Fisik,Komsumsi junk food,Obesitas
oai:ais:skripsi:529Lihat detail

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi kejadian Pubertas Dini Pada anak perempuan di SD Pasir Sari 02

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktorfaktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.

Open AccessPubertas dini, obesitas, junk food, aktifitas fisik
oai:ais:skripsi:560Lihat detail

Hubungan Level Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Tenaga Kependidikan di Perguruan Tinggi Sekolah Ilmu Kesehatan Cirebon Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

Open AccessLBP, Level aktifitas fisik, IMT, Jenis Kelamin, durasi Duduk,
oai:ais:library-item:25250Lihat detail

HUBUNGAN LEVEL AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI SEKOLAH ILMU KESEHATAN CIREBON TAHUN 2024

Thesis2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

Open AccessLBP, Level aktifitas fisik, IMT, Jenis Kelamin, durasi Duduk
oai:ais:skripsi:664Lihat detail

Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Junk Food dan Pola Aktivitas Terhadap Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMPN 2 Sukaraja Bogor Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Remaja pada usia sekolah dapat berisiko menjadi remaja obesitas. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas fisik. Konsumsi junk food lebih dari 6 kali perbulan dan aktivitas fisik yang rendah cenderung meningkatkan kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkomsumsi junk food dan pola aktifitas terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 sukaraja Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 55 responden. sedangkan kriteria normal, overweight dan obesitas menggunakan indikator IMT. Data frekuensi aktivitas dan konsumsi makanan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa obesitas pada remaja SMP sebanyak 22 (40,0%) , kebiasaan mengkomsumsi junk food sebanyak 23 responden (41,8%), dan aktifitas fisik kurang 28 responden (50,9%).Dalam penelitian ini menggunkan Uji Chi Square didapatkan hasil ada hubungan antara kebiasaan komsumsi junk food dan pola aktifitaS terhadap kejadian obesitas pada remaja SMP 2 Sukaraja bogor, P Value 0,000 ≤ a 0,05. Berdasarkan penelitian ini Disarankan siswa dapat mempertahankan pola makan yang seimbang dan mengatur aktifitas fisik yang baik.

Open AccessAktifitas Fisik,Komsumsi junk food,Obesitas
oai:ais:library-item:23861Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubugan Dengan Kejadian Pubertas Dini Pada Anak Perempuan di SDN Pasir Sari 02

Book2023Koleksi Perpustakaan

Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktor-faktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.

Open AccessPubertas dini, obesitas, junk food, aktifitas fisik
oai:ais:library-item:23860Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Pada Pasien Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

Book2023Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (a) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 < 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 < 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 < 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessLama Menderita, Dukungan Keluarga, Aktifitas Fisik, Tingkat Stress
oai:ais:library-item:23655Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Kampung Lemah Abang RT 001/ RW 004 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi

Book2022Koleksi Perpustakaan

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi karena insulin yang dihasilkan pankreas tidak cukup (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika insulin yang dihasilkan tubuh tidak dapat secara efektif digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubunga Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Kampung Lemah Abang Rt 001 Rw 004 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini warga Kampung Lemah Abang Rt 001 Rw 004 Desa Swaluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik pusposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara usia, keturunan, pola makan dan stres pada kejadian diabetes melitus tipe II dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan atifitas fisik. Variabel yang berhubungan adalah usia (p = 0,002 < 0,05), keturunan (0,002 < 0,05), pola makan (0,001 < 0,05), dan stres (p = 0,002 < 0,05). Variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (0,017 > 0,05) dan aktifitas fisik (0,018 > 0,05) Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara usia, keturunan, pola makan, dan stres di Kampung Lemah AbangRt 001 Rw 004 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institut pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi masyarakat tentang Diabetes Melitus Tipe II.

Open AccessKejadian Diabetes Melitus Tipe II, pola makan, stres, aktifitas fisik.
oai:ais:library-item:20728Lihat detail