Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

LITA JUWITA

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

Hubungan Tingkat Depresi dan Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Salah satu faktor utama yang mengakibatkan kematian dan penderitaan di abad ke-21 yakni gagal ginjal kronis, sekitar dua pertiga pasien GGK yang menjalani hemodialisa tidak bisa menjalani aktivitas normal seperti bekerja yang berdampak buruk pada aspek psikologis, fisik, sosial, hingga ekonomi mereka. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RSSM Cibinong. Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien yang menjalani hemodialisa di RSSM Cibinong, sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner BDI II, Self Care Management, KDQOL SFᵗᵐ-36 yang sudah valid - reliabel dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, self care management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RSSM Cibinong. Kesimpulan: Tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan self care management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik self care management maka semakin baik kualitas hidup pasien. Saran: Peneliti selanjutnya sebagai sumber dan memberikan pemahaman yang lebih baik dan jelas tentang tingkat depresi, self care management, dan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa.

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit yang banyak diderita oleh orang di dunia mulai dari usia muda bahkan sampai usia lanjut yaitu gagal ginjal kronik yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan diri dan kualitas hidup karena harus menjalani terapi diantaranya hemodialisa. Depresi merupakan reaksi emosional utama yang mencegah pasien hemodialisa dari mengatasi penyakit dan pengobatan secara efektif. Self care management pada pasien hemodialisa terdapat beberapa indikator yang terdiri dari pengetahuan tentang diit, kepatuhan menjalani hemodialisa, pengetahuan mengenai hemodialisa dan kepatuhan diet selama hemodialisa untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan metode analisis korelasional. Populasi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong dan besar sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan yang digunakan yaitu purposive sampling. Variabel independen kualitas hidup dan variabel dependen tingkat depresi, Self Care Management. Instrumen pengumpulan data dengan melakukan wawancara kuesioner kepada pasien yang menjalani hemodialisa dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, selfcare management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka menunjukkan ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan selfcare management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik selfcare management maka semakin baik kualitas hidup pasien.