Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut
Penerapan Intervensi Clapping Untuk Meningkatkan Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Pneumonia di Ruangan ICU Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
Penerapan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di RS Sentra Medika Cisalak
Penerapan Pemberian Aroma Therapi Esensial untuk Mengurangi Nyeri Ringan Pada Pasien yang Dirawat di Ruang Amarylis RS Sentra Medika Cikarang
Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kestabilan Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang 2024
Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan kondisi kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat insulin dan tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus di panti rehabilitasi sosial lanjut usia karawang. Metode: pada penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang yaitu 65 orang dengan lansia yang terkena diabetes mellitus sebanyak 30 orang dan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode Total Sampling. Hasil: Data dikumpulkan dengan lembar observasi pemeriksaan kadar gula darah pre dan post dan kemudian data dianalisis menggunakan uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan <0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic paired sampe T-test diperoleh nilai p= 0.000 (<0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang
Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua Dengan Pembentukan Kepercayaan Diri Pada Remaja Awal (Usia 12-14 Tahun) di MTS At Taufiq Cikarang Utara
Latar Belakang : Rasa percaya diri seseorang adalah salah satu atribut yang paling penting, kurang nya rasa percaya diri dapat menyebabkan sejumlah masalah bagi orang lain salah satu penyebabnya yaitu kekerasan verbal berupa ucapan yang tidak pantas atau berkata buruk seseorang seperti membentak, menghina , mengancam dan berteriak. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan pembentukan kepercayaan diri pada remaja awal ( usia 12-14 tahun ) di MTs At-Taufiq. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Pada pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Populasi dalam penelitian ini melibatkan siswa/i di MTs At-Taufiq yang berusia 12 – 14 tahun, sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 responden dengan metode total sampel, variabel independen adalah kekerasan verbal orang tua sedangkan variabel dependen adalah pembentukan kepercayaan diri. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulan data adalah kuesioner berisi kejadian kekerasan verbal orang tua dan kepercayaan diri, Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil : Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,000).Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara kerasan verbal orang tua dengan pembentukan kepercayaan diri.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Mencucitangan Pada Ibu yang Memiliki Anak Diare Usia (1-2 Tahun) di RS Sentra Medika Cisalak Depok
Pendahuluan: Diare adalah pengeluaran feses yang tidak normal dengan konsistensi lebih cair dari biasanya, dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam satu hari. Perilaku hand hygiene mempunyai banyak manfaat bagi perawat, pasien dan keluarga pasien. Akan tetapi perilaku hand hygiene ini seringkali disepelekan bagi Ibu yang anaknya sedang dirawat karena diare. Oleh karena itu perilaku personal hygiene yang burukdapat mengakibatkan seseorang terserang penyakit seperti diare. Padahal prosedur perilaku hand hygiene yang baik dan benar dapat membantu dalam pencegahan penyakit diare pada anak balita. Fenomena yang terjadi di ruang Perawatan Anak RS Sentra Medika Cisalak berdasarkan data-data yang menunjukan masih tingginya kejadian diare pada anak yang secara global merupakan penyebab kematian kedua pada anak dan balita terutama untuk anak dengan usa 1-2 tahun dan salah satu penyebabnya adalah kurangnya perilaku Ibu dalam mencuci tangan , seperti mencuci tangan dengan sabun, melakukan five moment cuci tangan, 6 langkah mencuci tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi periaku mencuci tangan pada Ibu yang memiliki anak diare usia 1-2 tahun di RS Sentra Medika Cisalak tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross Sectional Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 responden dengan menggunakan Teknik total sampling. Hasil: Berdasarkan hasil uji normalitas chi-square dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Pada Penelitian ini faktor usia ibu, pendidikan, pengetahuan, sikap dan sumber informasi mempunyai pengaruh penting dalam perilaku Ibu dalam mencuci tangan dengan hasil statistik sebanyak 31 responden (77,5 %) mempunyai perilaku mencuci tangan yang kurang baik dan sebanyak 9 responden (22,5 %) mempunyai perilaku mencuci tangan yang baik. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh P-value sebesar 0,00 artinya nilai ini < alpha (0,05). Kesimpulan: faktor usia Ibu, pendidikan, sikap, pengetahuan, dan sumber informasi mempunyai pengaruh dalam perilaku mencuci tangan pada Ibu yang memiliki anak diare usia 1-2 tahun
Faktor-faktor yang Berhubugan Dengan Kejadian Pubertas Dini Pada Anak Perempuan di SDN Pasir Sari 02
Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktor-faktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Lansia Dalam Mengontrol Gula Darah Akibat Diabetes Melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023
Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Tindakan Sectio Caesarea di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p <0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p <0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p <0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (<0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Pada Pasien Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (a) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 < 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 < 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 < 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara
Hemodialisa adalah penatalaksanaan pada penyakit gagal ginjal dengan menggunakan alat yang dinamakan dializer yang memiliki fungsi sebagai penyaring sisa metabolisme seperti kratinin dan ureum yang tidak dapat dikeluarkan dengan urin dikarenakan ketidakefektifan fungsi ginjal pada pasien gagal ginjal. Kecemasan adalah reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang belum tentu ada. Terapi musik klasik merupakan salah satu teknik distraksi yang digunakan untuk mengalihkan sensasi yang tidak menyenangkan oleh seseorang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test design, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 pasien, Dengan menggunakan teknik total sampling dan alat ukur yang digunakan adalah HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Uji yang digunakan yaitu Uji Paired t test. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi musik klasik menunjukkan bahwa tingkat kecemasaan sebagian besar responden berada pada tingkat kecemasaan sedang, dengan 12 responden (60%). Sedangkan sesudah diberikan terapi musik klasik menunjukkan bahwa tingkat kecemasaan sebagian besar responden berada pada kategori tingkat kecemasaan ringan, dengan 11 responden (55%). Berdasarkan dari hasil uji statistik di dapatkan p value 0,000 < 0,05, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberiaan terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasaan pada pasien hemodialisa di Sentra Medika Minahasa Utara. Dari hasil penelitian ini diharapkan pemberiaan terapi musik klasik dapat dijadikan sebagai dalah satu cara alternatif untuk mengurangi kecemasaan pada pasien hemodialisa.
Pengaruh Pemberian Bantal Hangat Terhadap Disminorea Pada Remaja Putri Sarjana Keperawatan di Universitas Medika Suherman Tahun 2023
Latar Belakang: Dismenore adalah gangguan menstruasi berupa rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut. Secara umum penanganan dismenore terbagi dalam dua kategori yaitu dengan cara terapi farmakologi dan non- farmakologi. Namun yang dilakukan peneliti adalah penanganan dengan cara non-farmakologi yaitu dengan intervensi pemberian bantal hangat. Pemberian bantal hangat dapat menurunkan nyeri disminore dan memberikan rasa hangat dengan menggunakan alat pemanas elektrik. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Bantal Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Sarjana Keperawatan Di Universitas Medika Suherman Cikarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian Pre-Post experimental design. Metode penelitian experiment termasuk dalam metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2023. Populasi penelitian ini adalah remaja putri sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman yang mengalami dismenore. Sampel penelitian sejumlah 42 remaja putri. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T Test pada penelitian didapatkan hasil akhir yakni P-Value sebesar 0.000 < 0.05, karena nilai P-Value sebesar 0.000 atau < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil P-Value <0.05, artinya ada perbedaan antara hasil Pre-Test dan Post-Test, sehingga ada pengaruh terhadap pemberian bantal hangat pada nyeri disminore sebelum intervensi (Pre-Test) dan sesudah intervensi (Post-Test). Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian bantal hangat terhadap nyeri disminore pada remaja putri di Universitas Medika Suherman
Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Disminore Primer Pada Remaja Putri di SMP Mekar Murni
Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi.
Pengaruh Pemberian Sayur Daun Katuk (Sauropous Andorgynus) Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Desa Telajung Tahun 2023
Pemberian ASI secara normal sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental serta kecerdasan pada bayi. Masalah kurangnya ASI pada ibu menyusui yaitu kurangnya ibu dalam mengkonsumsi makanan yang sehat dan tinggi kalori menjadi salah satu penyebab produksi ASI yang kurang dan tidak lancar. Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan secara farmakologi dan nonfarmakologi, Pada penelitian ini dilakukan upaya nonfarmakologi yaitu dengan sayur daun katuk yang didalamnya mengandung alkaloid dan sterol yang dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan rancangan One Group Pretest- Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-5 bulan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997) dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh sayur daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu menyusui dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian sayur daun katuk terhadap peningkatan produksi ASI ibu menyusui di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Diharapkan hasil pemaparan dalam artikel yang ditemukan dapat memotivasi ibu menyusui untuk mencoba mengkonsumsi daun katuk sebagai asupan tambahan untuk meningkatkan produksi ASI.
Hubungan Pengetahuan dan Pola Makan Terhadap Resiko Obesitas Pada Remaja di SMA Negeri 1 Cariu
Obesitas merupakan suatu kondisi kronis dengan karakteristik kelebihan lemak tubuh. Peningkatan polamakan dan penurunan aktifitas fisik menjadi penyebab utama obesitas. Remaja yang mengalami obesitas memiliki peluang sebesar 80% untuk mangalami obesitas pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obesitas dan polamakan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu. Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden memiliki pengetahuannya kurang baik, sedangkan yang pengetahuannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden pola makannya kurang baik, sedangkan yang pola makannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Responden yang beresiko obesitas sejumlah 159 siswa/i (64,6%), sedangkan yang tidak beresiko obesitas sejumlah 87 siswa/i (35,4%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dengan tingkat resiko obesitas pada remaja. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dapat berpengaruh terhadap tingkat resiko obesitas pada remaja.
Pengaruh Balance Exercise Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang
Menurut WHO (World Health Organization) prevalensi jatuh pada usia 65 ke atas sekitar 28-35% dan pada usai 70 tahun keatas sekitar 32-42%. Prevalensi lansia jatuh di Amerika Serikat 2,500,000 ditangani di bagian gawat darurat untuk luka-luka dikarenakan jatuh dan lebih dari 700,000 dirawat di rumah sakit setiap tahun. Berdasarkan data yang didapatkan di Panti rehabilitasi ada sebesar 20 % dalam satu bulan dari jumlah populasi lansia yang tinggal dipanti tersebut mengalami jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Balance Exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest- Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow,1997) dengan jumlah responden sebanyak 37 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kelancaran Produksi ASI Ibu Pada Bayi yang di Rawat di Ruang NICU RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022
ASI (Air susu ibu) adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik,psikologisosial maupun spritual,Asi mengandung nutrisi hormon,unsur kekebalan pertumbuhan, anti alergi serta anti imflamasi. Asi adalah bahan utama bagi bayi yang mengandung tinggi kalori dan nutrisi, makanan ini sangat di butuhkan terutama oleh bayi baru lahir pada masa awal kehidupan untuk tumbuh dan berkembang hingga usia 6 bulan sampai 2 tahun.Jadi di simpulkan Asi adalah air susu yang keluar dari seorang Ibu pasca melahirkan dan merupakan makanan utama bagi bayi yang mengandung kalori dan nutrisi yang sangat di butuhkan oleh bayi baru lahir untuk tumbuh kembang hingga usia 6 bulan sampai 2 tahun. Kecemasan adalah suatu perasaan tidak santai yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang di sertai suatu respons (penyebab tidak spesifik atau tidak di ketahui oleh individu ) perasaan takut dan tidak menentu sebagai sinyal yang menyadarkan bahwa peringatan tentang bahaya akan datang dan memperkuat individu mengambil tindakan menghadapi ancaman. Kecemasan dapat di ukur dengan alat ukur kecemasan yang di sebut HARS (Halmilton Anxiety Ranting Scale) skala HARS merupakan pengukuran kecemasan yang di dasarkan pada munculnya simptom pada individu yang mengalami kecemasan,setiap item yang di observasi di beri 5 tingkatan skor antara 0 sampai dengan 4,Skala HARS di gunakan pertama kali pada tahun 1959 yang di perkenalkan oleh Max Hamilton Anxiety Ranting Scale (HARS).
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pembersihan Luka Gangren di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022
Debridement / pembersihan luka adalah kegiatan mengangkat atau menghilangkan jaringan mati (devaskularisasi), jaringan terinfeksi dan benda asing dari dasar luka sehingga dapat ditemukan dasar luka dengan vaskularisasi baik. Prevalansi penderita gangren di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32% (Morison, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan terhadap pembersihan luka gangrene.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional.penelitian ini bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang. Populasi yang di ambil adalah responden yang akan melakukan Tindakan operasi debridement gangrenyang berjumlah 32 orang dan pengambilan sampel di lakukan dengan cara accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir kuesioner. Penelitian ini diperoleh dari data primer yang di peroleh melalui pengisian kuesioner. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic uji chi square.Dari hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang siginfikan antara Pendidikan dengan pengetahuan pembersihan luka yaitu (p value =0,002), umur (p-value = 0,013), informasi (p-value = 0,002), lingkungan (p-value = 0,036) dalam pembersihan luka gangrene. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dapat di simpulkan ada hubungan yang signifikan antara umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan dengan pengetahuan pembersihan luka gangrene. Saran yang diajukan bagi institusi pelayanankeehtan agar lebih mengaktifkan informasi atau penyuluhan terhadap masyarakat khususnya penderita diabetes melitus.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Health Literacy Pasien Diabetes Mellitus di RS Harapan Bunda Jakarta
Health literacy adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memahami informasi kesehatan dasar dan layanan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan dan tindakan yang tepat bagi kesehatan mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi health literacy adalah pengetahuan, akses informasi kesehatan, tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin, Bahasa, etnis, pendapatan, pekerjaan, akses pelayanan kesehatan. Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi kaki, Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi akibat adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, ataupun gangguan pada keduanya. Metode penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian analisis hubungan antara usia 36th-45th dengan HL bermasalah sebanyak 18 (35,1%), usia 56th- 65th dengan HL Bermasalah 13 (35,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,049 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara usia dengan health literacy pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Kesimpulan dan sarannya Disarankan penelitian ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi.