Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: infertilitas

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaragam Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Selain itu, karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas berusia <35 tahun (73%), menikah ≤5 tahun (60%), berpendidikan rendah (62%), dan tidak bekerja (53%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.

Open Accessinfertilitas, gaya hidup, wanita usia subur, kesehatan reproduksi
oai:ais:library-item:27018Lihat detail

Faktor-faktor Penyebab Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di RS Sentra Medika Cikarang

Book2023Koleksi Perpustakaan

Infertilitas masih merupakan masalah kesehatan di dunia, World Health Organization (2020) memperkirakan secara global adanya kasus infertil pada pasangan usia subur yaitu 8%-10% atau sekitar 50- 80 juta pasangan infertil di dunia. Angka infertilitas di Indonesia yang dikemukan oleh Sumapraja berkisar (12-15 %). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya infertilitas pada wanita usia subur di RS Sentra Medika Cikarang. Infertilitassitu sendiri merupakan suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual sebanyak 2-3 kali semingguudalam kurun waktu 1 tahun dengan tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun. Jenis penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini bertempat di Poliklinik Kandungan RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Oktober 2022. Tehnik pengambilan sample menggunakan simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur yang memeriksakan diri ke poliklinik kandungan RS Sentra Medika Cikarang pada bulan oktober 2022 yang berjumlah 110 orang. Sampel yang diambil sebanyak 52 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari data rekam medis. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap terjadinya infertilitas pada wanita usia subur, variabel yang berhubungan adalah vaginitis dengan P-Value 0,018 dan OR 6,600, mioma uteri dengan P-Value 0,006 dan OR 8,556, masalah tuba dengan P-Value 0,023 dan OR 7,727, endometriosis dengan P-Value 0,008 dan OR 15,909, kista ovarium dengan P-Value 0,007 dan OR 10,200, PCOS dengan P-Value 0,023 dan OR 7,272, gangguan menstruasi dengan P-Value 0,023 dan OR 6,222. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan faktor vaginitis, mioma uteri, masalah tuba, endometriosis, kista ovarium, PCOS, gangguan menstruasi dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien dengan infertilitas, khususnya bagi petugas kesehatan yang bertugas di poliklinik infertil atau obgyn.

Open AccessInfertilitas, wanita usia subur, kesuburan.
oai:ais:library-item:23387Lihat detail