Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Diabetes Melitus tipe II

Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Terjadinya Poli Neuropati di RS Sentra Medika cikarang tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, polineuropati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan desain survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini pasien yang sudah didiagnosa menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati yang berjumlah 65 pasien yang rutin berobat dari bulan oktober sampai dengan bulan september tahun 2022 di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang. Hasil Penelitian: Dari hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa nilai p= 0.011 < α 0.05 maka dapat diambil kesimpulan secara stastistik bahwa ada hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati, dengan nilai OR 7.498 (2.564 -16.426), sehingga responden dengan mempunyai diabetes melitus tipe II di atas > 5 tahun memiliki resiko 7.998 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi polineuropati. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang dengan nilai (p value 0.011) dan OR 7.498 95% CI (2.564-16.426). Bahan Bacaan : Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe II, Polineuropat, Lama Menderita Diabetes Melitus

Open AccessDiabetes Melitus Tipe II, Polineuropat, Lama Menderita Diabetes Melitus
oai:ais:skripsi:308Lihat detail

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

Open AccessKata kunci : Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Obat, Kadar Gula Darah Sewaktu, Diabetes Melitus Tipe II
oai:ais:skripsi:546Lihat detail

pengaruh Mengkonsumsi Jus Tomat Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 DI Puskesmas Sukajaya

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Diabetes mellitus atau DM adalah penyakit yang ditandai dengan tingginyakadar gula darah didalam urine akibat terganggunya metabolisme kerena produksi dan fungsi hormon insulin tidak berjalan dengan seharusnya diabetes adalah suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 69 orang. penelitian di lakukan pada tanggal 14 september 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian hasil uji (Paired-Samples T Test) didapatkan ada pengaruh pemberian mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan kepada penderita untuk selalu mengontrol kadar gula darah di puskesmas, selalu berolahraga dan menjaga berat badan serta mengupayakan terapi herbal sebagai terapi untuk menurunkan kadar gula darah. KDiabetes mellitus atau DM adalah penyakit yang ditandai dengan tingginyakadar gula darah didalam urine akibat terganggunya metabolisme kerena produksi dan fungsi hormon insulin tidak berjalan dengan seharusnya diabetes adalah suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 69 orang. penelitian di lakukan pada tanggal 14 september 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian hasil uji (Paired-Samples T Test) didapatkan ada pengaruh pemberian mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh mengkonsumsi jus tomat terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas sukajaya kabupaten bekasi. Berdasarkan hasil penelitian ini di harapkan kepada penderita untuk selalu mengontrol kadar gula darah di puskesmas, selalu berolahraga dan menjaga berat badan serta mengupayakan terapi herbal sebagai terapi untuk menurunkan kadar gula darah. Kata Kunci : Jus Tomat,Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II

Open AccessKata Kunci : Jus Tomat,Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II
oai:ais:skripsi:569Lihat detail

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Poli Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe II merupakan kondisi kronis akibat gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah karena aktivitas atau sekresi insulin yang tidak adekuat. Aktivitas fisik secara teratur diketahui dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membantu mengontrol kadar glukosa darah. Namun, banyak penderita DM Tipe II memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah, yang berdampak pada buruknya pengendalian glikemik.Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II di Klinik Penyakit Dalam RS Harapan Bunda. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 107 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner aktivitas fisik dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 43,0% responden memiliki aktivitas fisik rendah dengan kadar gula darah sewaktu yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu (p = 0,000). Pasien yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki kontrol glikemik yang lebih baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II. Peningkatan aktivitas fisik perlu dipromosikan sebagai bagian penting dalam pengelolaan diabetes.

Open AccessAktivitas Fisik, Diabetes Melitus Tipe II, Kadar Gula Darah Sewaktu
oai:ais:library-item:26573Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Memiliki Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik. Simpulan : Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Open AccessDiabetes Melitus Tipe II, Perilaku Perawatan Kaki, Ulkus Diabetikum
oai:ais:library-item:26580Lihat detail

Pengaruh Akupresur Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Cibinong Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Diabetes Melitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup menonjol di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74% (diperkirakan 570.611 penderita diabetes). Tujuan: Mengidentifikasi Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Penderita DM tipe II di Puskesmas Cibinong tahun 20 23. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan rancangan non randomized pre-test post-test with control group design, dalam penelitian ini sampel yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 26 responden, 13 responden untuk klompok intervensi dan 13 responden untuk kelompok kontrol. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik t – dependen menunjukkan bahwa ada pengaruh akupresur terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II (p=0.000) dengan nilai a=0,05. Kesimpulan : Kadar Glukosa Darah pada kelompok yang diberikan intervensi berupa pemberian akupresur signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi.

Open AccessAkupresur, Glukosa Darah, Diabetes Melitus Tipe II
oai:ais:library-item:23837Lihat detail

Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineruropati di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, polineuropati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang 2023. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan desain survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini pasien yang sudah didiagnosa menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati yang berjumlah 65 pasien yang rutin berobat dari bulan oktober sampai dengan bulan september tahun 2022 di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang. Hasil Penelitian Dari hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa nilai p= 0.011 < a 0.05 maka dapat diambil kesimpulan secara stastistik bahwa ada hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati, dengan nilai OR 7.498 (2.564 -16.426), sehingga responden dengan mempunyai diabetes melitus tipe II di atas > 5 tahun memiliki resiko 7.998 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi polineuropati. Kesimpulan Dalam Penelitian ini Ada hubungan yang signifikan lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang dengan nilai (p value 0.011) dan OR 7.498 95% CI (2.564-16.426).

Open AccessDiabetes Melitus Tipe II, Polineuropat, Lama Menderita Diabetes Melitus
oai:ais:library-item:23286Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme (karbohidrat, lipid, dan protein) kronis yang disebabkan berbagai etiologi dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin secara menahun. Salah satu komplikasi yang umum dari Diabetes Melitus adalah Hipoglikemia yang disebabkan glukosa darah tiba-tiba menjadi terlalu rendah dikarenakan oleh berbagai alasan.Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah Populasi sebanyak 40 orang, dengan jumlah sampel juga sebanyak 40 responden menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapati hasil Ada hubungan yang signifikan antara usia (p- value = 0,033 dan OR 5,6), insulin (p- value = 0,00 dan OR 62,5), nutrisi (p- value = 0,006 dan OR 11,3) dan sepsis (p- value = 0,005 dan OR 9,9) dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengenali tanda dan gejala hipoglikemia. Sehingga pasien dan keluarga mampu untuk meminimalisir terjadi hipoglikemia

Open AccessHipoglikemia, Diabetes Melitus tipe II
oai:ais:library-item:23253Lihat detail

Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Diabetes Melitus Tioe II Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Depok Tahun 2021

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus tipe II adalah penyakit gangguan metabolism yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah akibat gangguan dalam produksi insulin, dan atau gangguan fungsi insulin yang terjadi pada tubuh manusia. Penyakit Diabetes Melitus tipe II menimbulkan gangguan tidur akibat adanya keluhan nocturia dan nyeri yang akan membuat kualitas tidur terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan kualitas tidur pada pasien Diabetes Melitus tipe II di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan metode desain analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 48 pasien. Tehnik sampling menggunakan total sampling. Jumlah sampel 53 pasien. Pengumpulan data menggunakan Glukotest Blood Glucose Meter dan Instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil uji statistik dengan chi-square diperoleh nilai p = 0.033 < nilai a (0.05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan antara kadar gula darah dengan kualitas tidur pada pasien Diabetes Melitus tipe II di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Saran bagi tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan perannya dalam mengontrol kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe II dalam upaya meningkatkan kualitas tidur pasien.

Open AccessDiabetes Melitus Tipe II, Kadar gula darah, Kualitas tidur
oai:ais:library-item:21382Lihat detail

Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada Tn. H Dengan Hiperglikemia Pada Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Penelitian ini bertujuan untuk Menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn.H dengan Hiperglikemia pada Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Tn. H) yang mengalami hiperglikemia pada diabetes melitus tipe II dengan masalah gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, TD133/77mmHg, N 84x/menit, S 36,3C, RR 20x/menit, Hasil pemeriksaan GDS 385 mg/dl. Kesimpulan Dari data-data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama pada Tn.H yaitu Ketidakstabikan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Saran Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi mendasar untuk peneliti selanjutnya dan penelitian ini dapat dibuat dengan spekulasi terbaru dan didukung oleh jurnal penelitian.

Open Accessasuhan keperawatan medikal bedah, gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah, hiperglikemia pada diabetes melitus tipe II, Saran dan Kesimpulan.
oai:ais:library-item:21321Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Kampung Lemah Abang RT 001/ RW 004 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi

Book2022Koleksi Perpustakaan

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi karena insulin yang dihasilkan pankreas tidak cukup (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika insulin yang dihasilkan tubuh tidak dapat secara efektif digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubunga Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Kampung Lemah Abang Rt 001 Rw 004 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini warga Kampung Lemah Abang Rt 001 Rw 004 Desa Swaluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik pusposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara usia, keturunan, pola makan dan stres pada kejadian diabetes melitus tipe II dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan atifitas fisik. Variabel yang berhubungan adalah usia (p = 0,002 < 0,05), keturunan (0,002 < 0,05), pola makan (0,001 < 0,05), dan stres (p = 0,002 < 0,05). Variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (0,017 > 0,05) dan aktifitas fisik (0,018 > 0,05) Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara usia, keturunan, pola makan, dan stres di Kampung Lemah AbangRt 001 Rw 004 Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2021. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institut pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi masyarakat tentang Diabetes Melitus Tipe II.

Open AccessKejadian Diabetes Melitus Tipe II, pola makan, stres, aktifitas fisik.
oai:ais:library-item:20728Lihat detail