Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang
sering dialami anak usia sekolah dan dapat memengaruhi aktivitas belajar, konsentrasi, serta
kesejahteraan fisik dan emosional anak. Pemahaman mengenai pengalaman anak terhadap
sakit gigi penting untuk mengetahui bagaimana anak memaknai penyebab, dampak, serta cara
mereka mengatasi kondisi tersebut. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman siswa/i kelas V
dan VI terhadap penyebab sakit gigi di SD Negeri Sukarapih 01. Metode Penelitian: Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian
adalah siswa/i kelas V dan VI yang pernah mengalami sakit gigi dan dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan
analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman partisipan.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman sakit gigi
pada anak, pemahaman anak tentang penyebab sakit gigi, dampak sakit gigi terhadap aktivitas
sehari-hari, respon anak terhadap sakit gigi, upaya penanganan terhadap sakit gigi, dukungan
sosial terhadap harapan anak terkait kesehatan gigi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri secara fisik, tetapi juga berdampak pada
aktivitas belajar, kondisi emosional, serta kehidupan sehari-hari anak. Kesimpulan:
Pengalaman sakit gigi pada anak tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga memengaruhi
kondisi emosional, sosial, dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan
preventif melalui pendidikan kesehatan gigi di sekolah serta dukungan keluarga dalam
membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini
Open Accesspengalaman anak, sakit gigi, kesehatan gigi, anak usia sekolah, fenomenologi
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah karies gigi dan
radang gusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku
pemeliharaan kesehatan gigiidan mulut di SDN Pasirangin 05 Kabupaten Bogor. Metode penelitian secara
kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 144 siswa kelas IV dan V. sampel sebanyak
104 dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini diuji dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian
menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap (p value = 0,013), peran guru (p value = 0,044) dengan perilaku
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan antara pengetahuan
(p value = 0,308) dan peran orang tua (p value = 0,180) dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang baik bagi siswa, peran guru perlu lebih ditingkatkan, misalnya
dengan memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.
Open AccessPerilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut, Pengetahuan, Sikap, Peran Orang Tua, Peran Guru
Thesis•2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemeliharaan kesehatan gigiidan mulut merupakan salah satu bentuk perilaku kesehatan. Pemeliharaan kesehatan gigii dan mulut yang dilakukan dengan baik sejak dini akan menjadi dasar untuk terciptanya perilaku positif pada anak dalam perawatan gigi dan mulutnya. Penyakit gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah karies gigi dan radang gusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigiidan mulut pada siswa kelas IV dan V di SDN Pasirangin 05 Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 144 siswa kelas IV dan V. Jumlah sampel sebanyak 104 siswa kelas IV dan V yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian ini berupa kuesioner. Penelitian ini diuji secara statistic dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap (p value = 0,013), peran guru (p value = 0,044) dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan antara pengetahuan (p value = 0,308) dan peran orang tua (p value = 0,180) dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang baik bagi siswa, peran guru perlu lebih ditingkatkan, misalnya dengan memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut agar siswa sewaktu sekolah sudah menyikat gigi sesudah sarapan. Selain itu, perlu ditingkatkan program kampanye sikat gigi bagi siswa melalui program UKGS yang dipimpin guru, termasuk pelaksanaan sikat gigi massal.
Open Accessperilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, pengetahuan, sikap, peran orang tua, peran guru