Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penyebab kematian tertinggi kedua di dunia di sebabkan oleh stroke dengan angka 15 juta jiwa setiap tahun nya. Rata-rata stroke bersifat iskemik karena terjadi penurunan aliran darah yang disebabkan oklusi arteri. Gejala stroke yang bersifat hemoragik sebesar 10-40% tergantung epidemiologi regional serta disebabkan pecahnya arteri cerebral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh static cycle dan deep breathing exercise pada insan pasca stroke dengan penurunan kardiorespirasi di RS Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan desain penelitian berupa pretest-posttest twogroup. Penelitian dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medik Fisioterapi RS Sentra Medika Cikarang. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 16 orang dan dibagi kedalam 2 kelompok perlakuan. Masing- masing kelompok perlakuan terdiri dari 8 orang.total sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan kardiorespirasi pada insan pasca stroke sedangkan variabel independen adalah static cycle dan deep breathing exercise. Data dikumpulkan menggunakan pemeriksaan 6MWT pre-test dan post-test dengan metode shapiro wilk test. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh pemberian intervensi static cycle dengan intensitas ringan – sedang durasi 10 -15 menit didapatkan nilai p=0,0002 atau p<0,05 dan deep breathing exercise didapatkan nilai p=0,0002 atau p<0,05 dengan durasi 4- 5 menit menit.Kesimpulan:Dengan instrumen 6MTW untyk mengukur kebugaran kardiovaskuler secara pre test dan post test maka hasil penelitian yang didapatkan berupa terdapat pengaruh pemberian static cycle dan deep breathing exercise pada insan pasca stroke dengan penurunan kardiorespirasi.
Open AccessAerobic Exercise, Static Cycle, Breathing Exercise, Deep Breathing Exercise, Stroke, Lansia
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Depresi pada usia lanjut adalah gangguan mental yang biasanya bermanifestasi sebagai suasana hati tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, sulit tidur atau kurang nafsu makan dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara pemberian senam lansia dengan static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lanjut usia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo.
Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan two group pretest and posttest design. Dengan jumlah populasi 38 responden dan jumlah sampel yaitu 20 responden. Dengan menggunakan The Geriatric Depression Scale (GDS) sebagai instrument penelitian. Hasil pemeriksaan data menggunakan kusioner GDS yang selanjutnya diolah menggunakan program graphpad prism.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu, dan terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu. Pada kelompok perlakuan senam lansia, skor GDS menunjukkan penurunan yang signifikan, sedangkan pada kelompok perlakuan static cycle exercise, skor GDS menunjukkan sedikit penurunan yang artinya tidak terlalu signifikan
Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia terhadap profil tingkat depresi individu lansia, terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lansia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo, dan senam lansia lebih efektif dibandingkan static cycle exercise. sehingga disarankan untuk fisioterapis di puskesmas agar lebih aktif memberikan program senam lansia karena terbukti efektif untuk meningkatkan kesehatan mental lansia.
Open AccessEfektifitas, Senam Aerobik, Static Cycle Exercise, Lansia
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Depresi pada usia lanjut adalah gangguan mental yang biasanya bermanifestasi sebagai suasana hati tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, sulit tidur atau kurang nafsu makan dan konsentrasi. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan two group pretest and posttest design. Dengan jumlah populasi 38 responden dan jumlah sampel yaitu 20 responden. Dengan menggunakan The Geriatric Depression Scale (GDS) sebagai instrument penelitian. Hasil pemeriksaan data menggunakan kusioner GDS yang selanjutnya diolah menggunakan program graphpad prism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu, dan terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu. Pada kelompok perlakuan senam lansia, skor GDS menunjukkan penurunan yang signifikan, sedangkan pada kelompok perlakuan static cycle exercise, skor GDS menunjukkan sedikit penurunan yang artinya tidak terlalu signifikan. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia terhadap profil tingkat depresi individu lansia, terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lansia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo, dan senam lansia lebih efektif dibandingkan static cycle exercise.
Open AccessKata kunci: Efektifitas, Senam Aerobik, Static cycle exercise, Lansia