Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Operasi Sectio Caesarea

Pengaruh Anestesi Spinal Terhadap Kejadian Hipotensi Intra Operasi Pada Pembedahan Sectio Caesarea di Ruang Operasi RSUD Kabupaten Bekasi

Book2024Koleksi Perpustakaan

Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di dalam ruang subaraknoid di daerah vertebra L2-L3 atau L3-L4 dengan tujuan untuk mendapatkan anelgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka. Hipotensi merupakan salah satu efek samping anestesia spinal yang dilakukan pada wanita hamil dengan angka kejadian sekitar 80%. Efek kardiovaskular akibat tindakan anestesia spinal berhubungan erat dengan level blockade simpatis yang mencapai persarafan setinggi torakal 1 sampai lumbal 2 (T1–L2). Blokade simpati akibat anestesia spinal menyebabkan dilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah sistemik yang akan menyebabkan hipotensi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi intra operasi pada pembedahan sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment Design) dengan rancangan Separate Sample Pretest-Posttest atau One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik accidental sampling (convenience sampling). Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan tekanan darah pasien sebelum tindakan anestesi spinal didapatkan hasil bahwa 21 responden dengan tekanan darah normal (70,0%), 9 responden mengalami hipertensi (30,0%), berdasarkan kategori usia didapatkan hasil bahwa pasien kategori remaja akhir sebanyak 8 (26,7%), usia dewasa awal sebanyak 18 (60,0%), dan usia dewasa akhir sebanyak 4 (13,3%), berdasarkan klasifikasi ASA didapatkan hasil bahwa pasien kategori ASA II sebanyak 23 (76,7%) dan ASA III sebanyak 7 (23,3%). Berdasarkan hasil uji Chi Square, diperoleh nilai probabilitas (p-value) tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal (0,035), usia (0,061), ASA (0,176). Artinya pada alpha 5% terdapat pengaruh yang bermakna antara tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal dengan tekanan darah setelah tindakan anestesi spinal di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Ada pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi pada pasien intra operasi sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi.

Open AccessAnestesi Spinal, Hipotensi, Intra Operasi Sectio Caesarea
oai:ais:library-item:25552Lihat detail

FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA MENGGUNAKAN TEKNIK SPINAL ANESTESI DI RUANG PACU RUMAH SAKIT MEDIROSSA CIKARANG

Thesis2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Spinal anestesi menjadi pilihan utama yang paling sering digunakan dibandingkan dengan anestesi general, karena efek anestesi general terhadap ibu dan bayi lebih besar dibandingkan dengan spinal anestesi. Sedangkan General anestesi dikaitkan dengan peristiwa depresi neonatus yang membutuhkan resusitasi, karena obat anestesi general dapat menembus sawar plasenta, sementara itu spinal anestesi memiliki keuntungan seperti, pasien tetap sadar, kemungkinan terjadi aspirasi dan depresi neonatus juga berkurang. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Faktor yang memengaruhi kejadian mual muntah pasien pada pasien Post Operasi Sectio Caesarea menggunakan teknik spinal anestesi di ruang PACU Rumah sakit Medirossa Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan (rancangan cross sectional). Responden dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mayor menggunakan teknik spinal anestesi berjumlah 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan lama puasa responden, sebanyak 1 responden (3,3%) puasa ≥ 8 jam. Dari hasil penelitian, responden dengan puasa ≤6-8 jam lebih banyak mengalami mual muntah sebanyak 29 responden (96,7%). hasil analisis didapatkan Usia kategori 20-35 tahun dengan kejadin tidak mual sebanyak 14 dari 27 responden (90%), sedangkan usia >35 tahun dengan kejadian tidak mual sebanyak 2 dari 3 responden (10%). hasil analisis didapatkan Paritas Persalinan dengan kategori Primipara dengan kejadin tidak mual sebanyak 5 dari 27 responden (90%), sedangkan Paritas persalinan dengan kejadian mual sebanyak 3 dari 3 responden (10%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value 0,023 (p-value a0,05), sehingga hipotesis H0 ditolak berarti ada hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian mual muntah. Kesimpulan: Ada pengaruh lama puasa dengan kejadian mual pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang operasi Rumah Sakit Medirossa Cikarang

Open AccessKata Kunci: Spinal anestesi, Mual dan Muntah, Post Operasi Sectio Caesarea
oai:ais:skripsi:647Lihat detail

PENGARUH ANESTESI SPINAL TERHADAP KEJADIAN HIPOTENSI INTRA OPERASI PADA PEMBEDAHAN SECTIO CAESAREA DI RUANG OPERASI RSUD KABUPATEN BEKASI

Thesis2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di dalam ruang subaraknoid di daerah vertebra L2-L3 atau L3-L4 dengan tujuan untuk mendapatkan anelgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka. Hipotensi merupakan salah satu efek samping anestesia spinal yang dilakukan pada wanita hamil dengan angka kejadian sekitar 80%. Efek kardiovaskular akibat tindakan anestesia spinal berhubungan erat dengan level blockade simpatis yang mencapai persarafan setinggi torakal 1 sampai lumbal 2 (T1–L2). Blokade simpati akibat anestesia spinal menyebabkan dilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah sistemik yang akan menyebabkan hipotensi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi intra operasi pada pembedahan sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment Design) dengan rancangan Separate Sample Pretest-Posttest atau One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik accidental sampling (convenience sampling). Uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan tekanan darah pasien sebelum tindakan anestesi spinal didapatkan hasil bahwa 21 responden dengan tekanan darah normal (70,0%), 9 responden mengalami hipertensi (30,0%), berdasarkan kategori usia didapatkan hasil bahwa pasien kategori remaja akhir sebanyak 8 (26,7%), usia dewasa awal sebanyak 18 (60,0%), dan usia dewasa akhir sebanyak 4 (13,3%), berdasarkan klasifikasi ASA didapatkan hasil bahwa pasien kategori ASA II sebanyak 23 (76,7%) dan ASA III sebanyak 7 (23,3%). Berdasarkan hasil uji Chi Square, diperoleh nilai probabilitas (p-value) tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal (0,035), usia (0,061), ASA (0,176). Artinya pada alpha 5% terdapat pengaruh yang bermakna antara tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal dengan tekanan darah setelah tindakan anestesi spinal di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Kesimpulan: Ada pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi pada pasien intra operasi sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi.

Open AccessAnestesi Spinal, Hipotensi, Intra Operasi Sectio Caesarea
oai:ais:skripsi:806Lihat detail

Pengaruh Anestesi Eracs dan Anestesi Spinal Terhadap Rasa Nyaman Pada Pasien SC di RS Lira Medika Karawang Tahun 2021

Book2023Koleksi Perpustakaan

Tindakan operasi pada pasien SC dapat menggunakan metode ERACS atau anestesi spinal untuk menghilangkan nyeri. Anestesi ERACS merupakan metode baru yang sering digunakan baru-baru ini, sedangkan anestesi spinal adalah jenis anestesi yang sudah sering digunakan pada pasien SC sebelum adanya metode anestesi ERACS. Salah satu keluhan yang muncul setelah operasi adalah nyeri, mual/muntah maupun hambatan mobilisasi pascaoperasi. Keluhan pasca operasi ini menimbulkan rasa yang tidak nyaman bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Anestesi ERACS dan Anestesi Spinal terhadap Rasa Nyaman pada pasien SC. Penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen. Quasi eksperimental adalah penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Subjek penelitian adalah pasien yang menjalani tindakan operasi Sc dengan metode ERACS sebanyak 25 pasien dan anestesi spinal sebanyak 25 pasien. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Shaviro Wilk. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai p value adalah 0,015, sehingga dapat diimpulkan bahwa ada pengaruh anestesi ERACS dan anestesi spinal terhadap rasa nyaman pada pasien SC di RS Lira Medika Karawang.

Open AccessOperasi Sectio Caesarea, Metode ERACS, Anestesi Spinal.
oai:ais:library-item:21390Lihat detail