2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang di praktikan oleh peserta didik, guru dan
masysrakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran atas hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri
mampu mencegah penyakit. Menurut World Health Organation (WHO), setiap tahunnya sekitar 2,2
juta orang di negara berkembang terutama anak-anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang
disebabkan oleh kurangnya air minum yang aman, sanitasi dan hygiene yang buruk.
Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Kelas IV, V, dan
VI Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SDIT Al-hikmah Kecamatan Pebayuran Kabupaten
Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini ada 98
orang dan 77 responden, pengambilan sampel dengan total sampling, instrument penelitian
menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar kelas VI, V, dan VI tentang
perilaku hidup bersih dan sehat di SDIT Al-hikmah Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun
2018 berpengetahuan kurang 36 siswa (47%), berpengetahuan cukup 25 siswa (32%), dan
berpengetahuan kurang 16 siswa (21%). gambaran karakteristik umur siswa sekolah dasar kelas tinggi
umur 10/11 tahun 30 siswa (39%), dan siswa sekolah dasar kelas tinggi umur 11/12 tahun 47 siswa
(61%), gambaran karakteristik siswa berdasarkan informasi siswa mendapat informasi kurang 42
siswa (55%), dan murid mendapat informasi baik 35 murid (45%). gambaran karakteristik siswa yang
tidak pernah berpengalaman melakukan PHBS 46 murid (60%), dan siswa yang pernah
berpengalaman melakukan PHBS 31 siswa (40%). gambaran karakteristik berdasarkan lingkungan
siswa yang tidak baik 57 siswa (74%), dan siswa dengan lingkungan baik 20 (26%).
Kesimpulan : gambaran tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar kelas V dan VI tentang perilaku
hidup bersih dan sehat di SDIT Al-hikmah Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018
masih kurang. Saran : untuk itu diharapkan agar diadakan penyuluhan tentang PHBS, agar
pengetahuan siswa kelas V dan VI di SDIT Al-hikmah dapat meningkat pengetahuan baik tentang
PHBS.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bullying merupakan kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang di mana ada
hasrat untuk melukai, membuat tertekan, depresi dan tidak berdaya. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui Gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VII di
Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tambun selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah
527 orang dan sampel penelitian 89 orang responden dengan cara proportional stratified
random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang
digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian : gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VIII di Sekolah
Menegah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan perilaku bullying sebanyak 71 siswa/siswi (80%),
perilaku bullying fisik 11 (12%), bullying verbal 34 (39%), Bullying relasional 10 (11%), Cyber
bullying 9 (10%) dan bullying tidak langsung 7 (8%), jenis kelamin laki-laki yang melakukan
bullying 29 siswa (78%) dan perempuan melakukan bullying 42 siswi (81%), pola asuh orang
tua demokratis 46 (52%), pola asuh otoriter 31 (35%), pola asuh permisif 12 (13%). pernah
mengalami bullying 55 (62%), dan tidak pernah mengalami bullying 34 (38%), pengaruh teman
sebaya positif sebanyak 31 (35%), dan pengaruh negatif 58 (65%).
Kesimpulan : Gambaran perilaku bullying pada siswa kelas VII dan VIII di Sekolah
Menegah Pertama Negeri 2 Tambun Selatan memiliki tingkat perilaku bullying yang tinggi.
Untuk siswa/siswi sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan mengenai dampak dari
perilaku bullying.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Thalasemia adalah penyakit kelainan hemolitik dimana terjadi kerusakan pada sel darah merah
didalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 120 hari). Data yang
diperoleh dari RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2016 jumlah pasien thalasemia sebanyak 3.610, tahun
2017 sebanyak 4.157 sedangkan jumlah pasien thalasemia pada bulan januari-maret tahun 2018
berjumlah 764 orang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang
tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di Rumah Sakit sentra
medika cikarang
tahun 2018.
Ggg Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua
klien penderita thalasemia sebanyak 60 orang. sampel yang diambil 60 responden dengan metode
pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa
data yang digunakan adalah analisis univariat. Ggg Hasil penelitian gambaran tingkat
pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah
sakit sentra medika cikarang tahun 2018 dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah
orang tua dengan pengetahuan kurang sebanyak 31 responden (51,7%), pengetahuan cukup sebanyak 17
responden (28,3%), pengetahuan baik sebanyak 12 responden (20%). gggggggggggggggg
ggg Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita
thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah sakit sentra medika cikarang
tahun 2018 memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk orang tua penderita thalasemia lebih
meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin dengan cara lebih aktif
bertanya mengenai kesehatan anaknya dan diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat RS
Sentra Medika Cikarang memberikan informasi secara akurat dan memberikan edukasi seperti
penguluhan kesehatan kepada orang tua penderita thalasemia.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Thalasemia adalah penyakit kelainan darah genetik yang menyebabkan masalah kesehatan yang
kompleks pada anak dan keluarga. Orang tua beresiko mengalami kecemasan karena merasa bersalah
atas kondisi anak, orang tua merupakan perawat utama bagi anak dengan thalasemia dengan perasaan
sedih, terpukul, hidup tidak tenang dan beban berat dirasakan oleh orang tua ketika mendengar anaknya
terdiagnosa thalasemia, tidak ada kepastian kesembuhan dan proses pengobatan penyakit yang
berlangsung sepanjang hidup anak, salah satu proses untuk mencegah keparahan bisa di cegah dengan
cara tranfusi darah. Tujuan penelitian diketahui gambaran tingkat kecemasan pada orang tua terhadap
anak yang mengalami thalasemia di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Metode
penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 120 orang dan sampel
penelitian 102 responden dengan menggunakan sampling assidental. Karena teknik pengambilan
sampel yang dilakukan dengan kebetulan bertemu. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat kecemasan pada orang tua terhadap anak yang mengalami
thalasemia di Rmah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan tingkat kecemasan orang tua yang berat
sebanyak 43 responden (42,1%)sedangkan yang terendah dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak
12 responden (11,8%) berdasarkan usia orang tua yang terbanyak usia ≥35 tahun sebanyak 55 responden
(53,9%), berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak perempuan sebanyak 71 responden (69,5%),
berdasarkan tingkat pendidikan yang terbanyak SMA/SMK sebanyak 39 responden (38,2%)
berdasarkan pengalaman orang tua yang terbanyak yaitu belum pernah merawat sebanyak 33 responden
(32,3%).
Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Orang Tua
Terhadap Anak Yang Mengalami Thalasemia Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang memiliki
tingkat kecemasan berat. Saran: agar rumah sakit mensosialisasikan kebijakan pembiayaan pengobatan
atau perawat thalasemia dan melaksanakan kegiatan promosi kesehatan : pendidikan kesehatan tentang
perawatan anak thalasemia. Perawat menerapkan komunikasi terapeutik dan manajemen stress untuk
mengurangi tingkat kecemasan orang tua anak thalasemia
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hospitalisasi adalah pengalaman penuh cemas baik bagi anak maupun keluarganya. Kecemasan yang
utama yang dialami dapat berupa perpisahan dengan keluarga, kehilangan kontrol, lingkungan yang asing,
kehilangan kemandirian dan kebebasan. Diagnosa penyakit, sistem pendukung & koping terhadap cemas.
(SUSENAS) tahun 2014 jumlah anak usia prasekolah di Indonesia sebesar 20,72% dari jumlah total
penduduk Indonesia, berdasarkan data tersebut diperkirakan 35 per 100 anak menjalani hospitalisasi,
sedangkan pada tahun 2015 (SUSENAS) di daerah perkotaan menurut kelompok usia 0-4 tahun sebesar
25,8%, usia 5-12 tahun sebanyak 14,91%, usia 13-15 tahun sekitar 9,1%, usia 16-21 tahun sebesar 8,13%.
Angka kesakitan anak usia 0-21 tahun apabila dihitung dari keseluruhan jumlah penduduk adalah 14,44%.
Data studi pendahuluan yang diperoleh dari 10 reponden, 2 diantaranya mengalami cemas berat, 5 orang
mengalami cemas sedang, dan 3 diantaranya mengalami cemas ringan. Tujuan penelitian ini diketahui
gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap anak yang dirawat diruang perawatan anak Rumah Sakit
Sentra Mendika Cikarang tahun 2018.
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan accidental
sampling Populasi dalam penelitian ini adalah 137 responden dan sampel penelitian 62 responden.
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisis data hasil menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap anak yang dirawat diruang
perawatan anak Rumah Sakit Sentra Mendika Cikarang tahun 2018 dalam distribusi frekuensi dengan
prosentase kecemasan ringan 24 responden dengan prosentase 38,7%, responden yang mengalami
kecemasan sedang 33 responden dengan 53,2%, responden yang mengalami kecemasan berat 4 responden
dengan prosentase 6,4% sedangkan yang mengalami kecemasan panik sebanyak 1 responden dengan
presentase 1,6% dari total 62 responden.
Kesimpulan : hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap anak yang
dirawat diruang perawatan anak Rumah Sakit Sentra Mendika Cikarang tahun 2018 memiliki kecemasan
sedang.
Saran : Hendaknya tetap melibatkan orang tua dalam perawatan untuk meminimalkan dampak
hospitalisasi, perlu pendidikan kesehatan kepada orang tua dalam menjaga anak yang sedang dirawat.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan