Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pre menstrual syndrome

Hubungan Aktivitas Fisik dan Stres Dengan Kejadian Pre Menstrual Syndrome (PMS) Pada Mahasiswi Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI Univeristas Medika Suherman

Book2022Koleksi Perpustakaan

Pre Menstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi. Stres adalah respons terhadap tanggung jawab fisik dan psikologis dari perubahan dan kemarahan, ketakutan, dan emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres dengan kejadian PMS pada mahasiswi S-1 Keperawatan semester VI di Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian ini dengan menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 35 responden dengan menggunakan kuesioner. Analisis penelitian dengan uji univariat didapatkan distribusi frekuensi aktivitas fisik rendah yaitu 18 responden, aktivitas fisik sedang 12 responden, dan aktivitas fisik tinggi 5 responden. stres rendah 13 responden, stres sedang 5 responden, stres berat 3 responden, dan stres sangat berat 14 responden. yang tidak mengalami PMS 17 responden, dan PMS berat 18 responden. Dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil Uji chi-square didapatkan p-value 0, 031 <0, 05 yang diartikan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan Adanya hubungan antara aktivitas fisik dan stres dengan kejadian pre menstrual syndrome pada mahasiswi S-1 keperawatan semester VI Universitas Medika Suherman.

Open AccessAktivitas fisik, Pre menstrual syndrome, Stres.
oai:ais:library-item:20777Lihat detail

Hubungan Aktivitas Fisik dan Stres dengan Kejadian Pre Menstrual Syndrome (PMS) Pada Mahasiswi Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI Universitas Medika Suherman

Thesis2022Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Pre Menstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi. Stres adalah respons terhadap tanggung jawab fisik dan psikologis dari perubahan dan kemarahan, ketakutan, dan emosi. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres dengan kejadian PMS pada mahasiswi S-1 Keperawatan semester VI di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini dengan menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 35 responden dengan menggunakan kuesioner. Analisis penelitian dengan uji univariat didapatkan distribusi frekuensi aktivitas fisik rendah yaitu 18 responden, aktivitas fisik sedang 12 responden, dan aktivitas fisik tinggi 5 responden. stres rendah 13 responden, stres sedang 5 responden, stres berat 3 responden, dan stres sangat berat 14 responden. yang tidak mengalami PMS 17 responden, dan PMS berat 18 responden. Dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil: Uji chi-square didapatkan p-value 0, 031 0, 05 yang diartikan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Adanya hubungan antara aktivitas fisik dan stres dengan kejadian pre menstrual syndrome pada mahasiswi S-1 keperawatan semester VI Universitas Medika Suherman.

Open AccessKata kunci : Aktivitas fisik, Pre menstrual syndrome, Stres.
oai:ais:skripsi:154Lihat detail