Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Acute Coronary Syndrome

Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Perubahan Nyeri dan Ansietas Pada Pasien Acute Coronary Syndrome di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pasien Acute Coronary Syndrome akan mengalami nyeri dada dan menimbulkan ansietas, perawat harus mampu mengatasi kondisi tersebut dengan memberikan intervensi mandiri yaitu terapi relaksasi nafas dalam yang sangat terkait dengan pemenuhan suplai oksigen pada pembuluh darah jantung. Terapi ini membuat pasien menjadi rileksasi sehingga akan meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke daerah yang mengalami iskemik dengan begitu pasien mampu mengendalikan rasa nyeri, ansietas dan hemodinamik normal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest postest design without control group terhadap 34 sampel dari 52 populasi pasien ACS di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong menggunakan teknik nonprobability sampling dengan purposive sampling. Berdasarkan uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), oleh karena itu uji nonparametrik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan mendapatkan hasil P value 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri dan ansietas pada pasien ACS. Kesimpulan tingkat rasa nyeri pretest adalah nyeri berat (7-10) dan tingkat rasa nyeri postest adalah nyeri sedang (4-6), tingkat ansietas pretest adalah ansietas berat (28-41) dan tingkat ansietas postest adalah ansietas ringan (14-20), dan ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan nyeri dan ansietas pada pasien ACS di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

Open AccessAcute Coronary Syndrome, Ansietas, Nyeri, Teknik Relaksasi Nafas Dalam
oai:ais:library-item:26563Lihat detail

Pengaruh Perubahan Klinis Penderita Acute Coronary Syndrome (ACS) Terhadap Peningkatan Troponint di ICCU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Book2019Koleksi Perpustakaan

Troponin T merupakan penanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Sindrom koroner akut merefleksikan proses fisiologis dari iskemia miokard akut, dan lebih penting dari sudut pandang klinik, merupakan suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri dada. Adapun tujuan di lakukan penelitian ini adalah mampu mengidentifikasi Pasien-pasien ACS terutama yang mengalami peningkatan Troponin T terhadap klinis pasien seperti perubahan gambaran EKG, karakteristik nyeri dada, dan ferfusi jaringan ferifer. Jumlah sampling yang di ambil oleh peneliti adalah ssekitar 30 orang sampling, waktu di pelaksanaanya di bulan January dari tanggal 01 sampai dengan 31 january 2018 dengan melakukan obervasi klinis pasien di ruang ICCU RS.Sentra Medika Cibinong. Dengan jumlah sampel 30 pasien ACS ( Acute Coronary Syndrome )menunjukan bahwa 9 yaitu 30 % pasien ACS di ICCU RSSMC dalam rentan waktu 1 bulan di January 2018 mengalami Peningkatan Troponin T di atas 2000 ng/L, dan 6 orang pasien ACS < 50 ng/L seiktar 20 %, dan 6,7 % mengalami peningkatan trop T di atas 137 ng /L sisanya terdistribusi di 3.3 % dengan uji analisis biavariat yang di lakukan adalah uji T independent test dengan gambaran klinis perubahan EKG dan Nyeri dada akut. Dapat di simpulkan bahwa pasien ACS dengan peningkatan Troponin T sangat berbahaya apabila tidak di lanjuti tindakan referfusi secara cepat. Semakin tinggi nilai Troponin T menunjukan kerusakan jaringan otot jantung semakin banyak.untuk para klinisi di lapanagn perwat ICCU ataupun di tempat yang lain lebih mewaspadai lagi apabila menemukan pasien ACS dengan peningkatan Troponin T.”

Open AccessACS ( Acute Coronary Syndrome ), TnT ( Troponin T ), ICCU ( Intensive Cardiovaskuler Care Unit),EKG, Nyeri dada.
oai:ais:library-item:16605Lihat detail