Book•2023•Koleksi Perpustakaan
ASI mengandung nutrisi baik untuk bayi. Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan penurunan risiko stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak, stunting terlihat setelah anak 2 Tahun. Di Puskesmas Setu II angka stunting 6,07 %. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting pada anak usia 24-60 bulan di Puskesmas setu II. Jenis Penelitian menggunakan Analitik desain case-control. Populasi penelitian ini anak usia 24-60 bulan sebanyak 118 anak. Sampel 59 anak, kelompok kontrol 59 anak. Tekhnik pengambilan sample Random Sampling. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian dari
59 responden (50%) yang tidak ASI eksklusif sebanyak 52 responden (68%) Mengalami stunting. Kesimpulan hasil penelitian Terdapat hubungan signifikan antara ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada Anak Usia 24-60 bulan. Dengan nilai p value = 0,000. Nilai OR 7,685 artinya ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif berisiko 7,68 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan yang memberikan ASI eksklusif.
Open AccessAsi Eksklusif, Stunting
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) Program Studi S1 Kebidanan Skripsi, Lilis Yulianti1 221050024 Hubungan ASI Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak 24-60 Bulan di Desa Taman Rahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2022 xvii+75 halaman +9 tabel+13 lampiran ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak akibat dari kekurangan gizi saat mereka dalam kandungan hingga dilahirkan kedunia, kondisi stunting terlihat setelah anak berusia 2 Tahun. Menurut WHO (2020) estimasi stunting dunia 22%, di indonesia pada tahun (2021). sebanyak 24,4% Di Jawa Barat (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat 24,5% anak usia di bawah 5 tahun di Jawa Barat mengalami stunting pada 2021. di Kabupaten Bekasi angka kejadian stunting adalah 2,65 %. di Puskesmas Setu II angka kejadian stunting adalah 6,07 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting pada anak usia 24-60 bulan di Puskesmas setu II. Jenis Penelitian ini menggunakan Analitik dengan desain case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 24-60 bulan sebanyak 118 anak. Sampel kelompok kasus 59 anak dan kelompok kontrol 59 anak. Tekhnik pengambilan sample menggunakan Random Sampling. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang mengalami kejadian stunting sebanyak 59 responden (50%) dengan tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 52 responden (68%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square mengenai hubungan ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada anak usia 24 sampai 60 bulan di Desa Taman Rahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi diperoleh P value 0.000 dengan α (0,05). Nilai OR 7,685 artinya anak yang tidak diberikan ASI eksklusif beresiko 7,6 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang diberikan ASI eksklusif. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang hubungan ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada Anak Usia 24-60 bulan di Desa Taman Rahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Terdapat hubungan signifikan antara ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada Anak Usia 24-60 bulan. Dengan nilai p value = 0,000. Nilai OR 7,685 artinya ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif akan berisiko 7,68 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan yang memberikan ASI eksklusif. Bahan bacaan jumlah : (2013-2022) Kata kunci : Stunting, ASI Eksklusif, Anak Usia 24-60 Bulan Jumlah kata : 292
Open AccessStunting, ASI Eksklusif, Anak Usia 24-60 Bulan