Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.
Open AccessObat generik, Persepsi dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Obat adalah perbaduan semyawa kimia yang di gunakan untuk menyembuhkan, diagnose, dll. Dikategorikan dalam produk biologis, selain itu obat juga ada yang di kenal dengan obat generik. Obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya atau dengan kata lain boleh di produksi oleh produsen sejenisnya.tidak lupa bahwa obat generik juga memiliki harga yang sangat bersaing dengan kompetitornya. Dalam penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap obat generik di lihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode yang di gunakan adalah metode survey atau dengan kata lain peninjaun dengan uji bivariat dengan aplikasi SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan antara persepsi masyarat mengenai obat generik dari segi umur, jenis kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan. Karena masing-masing p-value umur 0,622, umur 0,604, tingkat Pendidikan 0,250 dan pekerjaan 0,225. Hasil dari penelitian ini perpesi masyarakat terhadap obat generik di kategorikan baik.
Open AccessPersepsi, Pengetahuan dan Tanggapan perihal Obat Generik
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penerimaan vaksinasi covid-19 adalah prosedur penting yang bertujuan untuk mencegah penularan virus
covid-19, banyak faktor pencetus yang dapat mengakibatkan penerimaan vaksinasi covid-19, tapi faktor utama
penerimaan vaksinasi covid-19 hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah
Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di
Kampung Jatimulya 2 Rt. 01 Rw. 04 Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang. Metode: jenis penelitian ini
menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 311 orang dan
jumlah sampel sebanyak 75 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian ini berupa
kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa
ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,008), persepsi (p value = 0,015), akses pelayanan publik (p value = 0,000),
media (p value = 0,027), dukungan motivasi eksternal (p value = 0,015), tokoh masyarakat (p value = 0,014,) dengan
penerimaan vaksinasi covid-19. Kesimpulan: Untuk mencapai program vaksinasi covid-19 guna membentuk herd imunity
yang baik bagi masyarakat, dukungan dari tokoh masyarakat perlu lebih ditingkatkan, misalnya dengan memberikan
penyuluhan mengenai vaksinasi covid-19 agar masyarakat tidak ragu dan tidak memiliki persepsi negatif perihal vaksinasi
covid-19 terkait informasi yang dia dapat dari media perihal berita hoaks mengenai vaksinasi covid-19 dan masyarakat
dapat menerima vaksinasi covid-19.
Open Accessvaksinasi, covid-19, persepsi, motivasi, tokoh masyarakat