Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di Indonesia sangat besar yaitu sebesar 34,1% berdasarkan survei nasional di 2018 dengan perkiraan menderita hipertensi sekitar 70 juta lebih penduduk Indonesia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan patofisiologis tubuh di mana tekanan darah suatu individu melebihi ambang normal yaitu 120 mmHg tekanan sistolik dan 80 mmHg tekanan diastolik. Hipertensi sindrom yang hati terjadi karena manisfestasi tekanan darah tinggi, sakit kepala di pelipis, mata atau sisi lateral kepala, pusing, tinnitus, tuli, tekanan darah sistolik tinggi, penglihatan kabur, mulut dan tenggorokan kering, insomnia, iritabilitas, mudah lelah, mudah emosi marah, pinggang dan lutut lemah, mudah lupa dan leher kaku. Akupunktur dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dengan menyeimbangkan energi Yin dan Yang dalam tubuh.
Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom yang hati naik.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan model one group pre-post test. Sebanyak 30 subjek penderita hipertensi dengan sindrom yang hati naik menjalani terapi akupunktur selama enam hari berturut-turut. Lokasi penelitian di Pusat Kesehatan Devine Healing, Kota Jakarta Pusar selama bulan Januari- Mei 2025.Terapi akupunktur selama 30 menit/sesi selama 6 kali terapi. Titik akupunktur yang digunakan adalah LR 3, GV 20, KI 3, SP 6, dan ST 36. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah terapi.
Hasil: Seluruh responden (30 orang) mengalami penurunan tekanan darah sistolik dengan rata-rata sebesar 30,53 mmHg (19.38 %), dari 157,53 mmHg menjadi 127,00 mmHg. Tekanan darah diastolik menurun rata-rata sebesar 8,5 mmHg (8.68%), dari 97,83 mmHg menjadi 89,33 mmHg. Penurunan tekanan darah sistolik lebih besar terjadi pada laki-laki (36 mmHg) dibandingkan perempuan (25,75 mmHg), sedangkan penurunan diastolik lebih tinggi pada perempuan (9,38 mmHg) dibandingkan laki-laki (7,5 mmHg). Berdasarkan usia, penurunan tekanan darah diastolik tertinggi terjadi pada kelompok usia 30–39 tahun (30 mmHg), sedangkan penurunan tekanan darah sistolik terbesar terjadi pada kelompok usia 40–49 tahun (34,11 mmHg).
Kesimpulan: ada pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom yang hati naik. Terapi akupunktur bisa dijadikan sebagai pendekatan integratif antara ilmu pengobatan kesehatan modern dan tradisional terutama pada penatalaksanaan pengaruh terapi akupunktur terhadap hipertensi sindrom yang hati naik.
Open Accessakupunktur, hipertensi, tekanan darah, yang hati naik, pengobatan tradisional Tiongkok.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Keluhan nyeri sendi yang muncul setelah infeksi COVID-19 merupakan bagian dari gejala lanjutan atau Long COVID yang umum dialami oleh para penyintas. Dalam pandangan Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini diklasifikasikan sebagai sindrom Han Shi Zheng (lembab dingin), yang dicirikan oleh kekakuan sendi, rasa nyeri yang hebat, dan gejala yang memburuk saat cuaca lembap atau dingin. Qing Fei Pai Du Tang (QFPDT) adalah ramuan herbal klasik yang digunakan untuk mengusir patogen dingin dan lembap, melancarkan peredaran Qi dan Xue (darah), serta menghangatkan meridian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan formula tersebut dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada pasien dengan diagnosis Han Shi Zheng. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan pendekatan one group pre-post test yang melibatkan 30 pasien di Pusat Terapi BSM Jakarta. Subjek menerima herbal Qing Fei Pai Du Tang dengan dosis 6 gram per hari selama tujuh hari. Evaluasi dilakukan dengan skala nyeri VAS, wawancara terstruktur, dan observasi lidah sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor VAS sebesar 3,1 poin dan 80% responden menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan. Perubahan warna lidah dari pucat atau ungu menjadi merah muda mencerminkan perbaikan peredaran Qi dan pengurangan faktor lembab patologis. Tidak ditemukan efek samping serius. Dengan demikian, Qing Fei Pai Du Tang terbukti efektif secara klinis dalam membantu pemulihan nyeri sendi pada kasus sindrom Han Shi Zheng.
Open AccessQing Fei Pai Du Tang, nyeri sendi, Han Shi Zheng, Pengobatan Tradisional Tiongkok, Long COVID
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Malnutrisi pada balita masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Masalah ini berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh anak. Malnutrisi merupakan kondisi ketidakseimbangan asupan zat gizi, yang secara umum dibagi menjadi dua kategori, yaitu undernutrition (gizi kurang) dan overnutrition (gizi lebih). Undernutrition mencakup kondisi seperti stunting, wasting, dan underweight, sedangkan overnutrition berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Salah satu penyebab malnutrisi, terutama undernutrition, adalah gangguan fungsi sistem pencernaan. Dalam pandangan pengobatan tradisional Tiongkok, kondisi ini sering dikaitkan dengan sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan. Terapi Tui Na dapat digunakan untuk memperbaiki fungsi limpa dan meningkatkan berat badan balita pada penderita malnutrisi. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan berat badan pada balita penderita malnutrisi (Gan Zheng) sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre- eksperimental, yaitu one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 20 partisipan berusia 1-5 tahun, yang diambil dari Panti Sehat NPJ, Kota Bekasi, Jawa Barat, selama periode Maret hingga Juli 2025. Terapi Tui Na dilakukan sebanyak 6 kali dalam waktu 2 minggu, dengan melakukan pengukuran berat badan sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test.
Hasil: Rata-rata berat badan partisipan sebelum intervensi adalah 11,285 kg (SD 1,859), meningkat menjadi 11,600 kg (SD 1,959) setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 0,315 kg. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0.000, yang berarti ada perbedaan signifikan antara berat badan sebelum dan setelah terapi Tui Na. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, hal ini menunjukkan bahwa terapi Tui Na memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan.
Kesimpulan: Terapi Tui Na memberikan pengaruh terhadap peningkatan berat badan balita penderita malnutrisi (Gan Zheng) sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan
Open AccessBalita malnutrisi, berat badan, Tui Na, sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019 vertigo umumnya diderita oleh pasien berumur 18-79 tahun sebesar 7,4% di seluruh dunia, sedangkan menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2023 prevalensi penderita vertigo di Indonesia sangat tinggi dan juga merupakan keluhan nomor tiga paling sering dikeluhkan pada saat datang ke rumah sakit. Prevalensi penderita vertigo di Indonesia termasuk penyakit yang memiliki prevalensi sebesar 50% pada usia 40- 50 tahun (Kemenkes, 2022). Hal ini diperkuat dengan survei awal pendahuluan yang dilakukan di Pusat Kesehatan Divine Nature menunjukkan bahwa vertigo merupakan penyakit dengan penderita terbanyak pada tahun 2024 dimana mencapai rata rata 500 penderita per 3 bulannya. Dimana sindrom hiperaktivitas Yang hati merupakan yang tertinggi dengan mencapai 300 penderita per 3 bulannya.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui pengaruh terapi formulasi Tianma gouteng yin pada penderita vertigo dengan sindrom hiperaktivitas Yang hati.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre- eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 50 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Pusat Kesehatan Divine Nature, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Sampel berusia 40-50 tahun dengan terapi formulasi Tianma gouteng yin sehari 2 kali sebanyak 2gram per kali konsumsi selama 1 minggu dan dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner VSS – SF sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: vertigo dapat diderita oleh laki laki maupun Perempuan, namun pada penelitian ini didapatkan jumlah penderita vertigo laki laki lebih sedikit daripada Perempuan. Sedangkan rata rata penderita vertigo di penelitian ini berusia 45 tahun. Dengan responden terbanyak yakni berusia 50 tahun.
Rata-rata skor VSS – SF sebelum terapi yaitu 10,6 dan rata-rata skor VSS - SF setelah terapi adalah 2,96 yang memiliki arti terapi formulasi Tianma Gouteng yin memberikan pengaruh terjadinya penurunan skor VSS – SF.
Hasil asymp sig adalah 0,000 yang memiliki arti lebih kecil dari α 0,05, maka Ho ditolak dan HA diterima yang memiliki arti bahwa intervensi pemberian terapi formulasi Tianma Gouteng Yin berpengaruh signifikan terhadap penurunan skor VSS – SF.
Hasil uji Effect Size yang didapatkan bahwa nilai r adalah -0,869 yang dimana mendekati -1 yang memiliki arti menunjukan efek yang kuat atau besar.
Kesimpulan: pengaruh terapi formulasi tianma gouteng yin pada penderita vertigo dengan sindrom hiperaktifitas yang hati memiliki pengaruh signifikan kuat.
Open Accessvertigo, tianma gouteng yin, sindrom hiperaktivitas yang hati.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Terapi akupunktur, sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok, telah digunakan secara luas sebagai terapi komplementer dalam rehabilitasi pasca stroke.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur ilmiah mengenai pengaruh terapi akupunktur terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke.
Metode: Studi ini menggunakan metode literatur review terhadap 15 jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2024. Data dikumpulkan dari berbagai basis data online seperti National Center of Biotechnology Information (NCBI), Frointiers in Neurology, Google Scholar, dan Garuda Ristekbrin.
Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa akupunktur memberikan dampak positif terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien pasca stroke. Terapi ini terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik, mengurangi nyeri, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan kelelahan serta depresi.
Kesimpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang efektif dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup penderita pasca stroke, terutama bila dikombinasikan dengan rehabilitasi konvensional.
Open AccessAkupunktur, Kualitas Hidup, Pasca Stroke, Rehabilitasi, Literatur Review
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan efek akupuntur titik Baihui (DU 20), Feng Long (SP 40), Sanyinjiao (SP 6), Tai Chong (LR 3) terhadap vertigo. Metode yang digunakan quasy ekperiment, dengan desain penelitian one grup pre test-post test desain. Jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan tehnik total sampel, uji statistik yang digunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value sebesar 0,000. Disimpulkan terdapat pengaruh akupuntur titik Baihui (DU 20), Feng Long (SP 40), Sanyinjiao (SP 6), Tai Chong (LR 3) terhadap vertigo.
Open AccessAkupuntur, Vertigo, Baihui (DU 20), Feng Long (SP 40), Sanyinjiao (SP 6), Tai Chong (LR 3)
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Gejala telinga berdengung pada tinnitus dengan sindrom hiperaktif
api hati dapat dikurangi dengan menggunakan pengobatan alternatif yaitu
akupunktur, dan titik yang digunakan adalah titik Ermen, Tinggong, Tinghui,
Yifeng, Zhongzhu, Taichong, dan Qiuxu.Terapi akupunktur ini lebih aman
digunakan karena tidak menimbulkan efek samping, dan dinilai lebih mudah dan
lebih terjangkau untuk masyarakat umum.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif.
Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner.
Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 37 responden yang sesuai karakteristik
responden. Adanya hubungan antara terapi akupunktur dengan telinga berdengung.
Adanya hubungan sebelum diberikan terapi akupunktur.
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dilakukannya
akupunktur pada titik Ermen, Tinggong, Tinghui, Yifeng, Zhongzhu, Taichong, dan
Qiuxu, telinga berdengung mengalami penurunan. Dilihat dari signifikasi terdapat
pengaruh akupunktur terhadap penurunan telinga berdengung pada tinnitus.
Open AccessTinnitus, Telinga Berdengung, Akupunktur
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
PENDAHULUAN : Sindrom defisiensi Qi limpa lambung yang menyebabkan produksi berlebihan asam lambung merupakan masalah kesehatan yang umum dihadapi oleh banyak individu. Akupunktur telah lama digunakan sebagai metode alternatif dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas akupunktur dalam mengatasi sindrom defisiensi Qi limpa lambung yang mengarah pada produksi berlebihan asam lambung, dengan mengambil kasus di Klinik Akupunktur Meridien Margonda, Kota Depok.
dengan menggunakan titik akupunktur Neiquan (SP 6), Zusanli (ST 36), Zhongwan (CV 12), Neiguan (PC 6), dan Weishu (BL 21).
METODE PENELITIAN : Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-post uji klinis terbuka. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang telah didiagnosis dengan sindrom defisiensi Qi limpa lambung dan mengalami gejala berlebihan asam lambung. Responden menjalani sesi akupunktur selama 8 minggu dengan frekuensi dua kali seminggu. Data gejala asam lambung dikumpulkan sebelum intervensi, setelah 4 minggu, dan setelah 8 minggu intervensi akupunktur.
HASIL DAN PEMBAHASAN : Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan pada gejala sindrom defisiensi Qi limpa lambung setelah penerapan 12 sesi akupunktur. Selain itu, penelitian ini mengindikasikan adanya penurunan yang signifikan pada kadar asam lambung pasien setelah intervensi akupunktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam gejala asam lambung pada responden setelah menjalani intervensi akupunktur. Terjadi penurunan frekuensi dan intensitas gejala asam lambung yang signifikan, termasuk rasa terbakar di dada, rasa tidak nyaman perut, dan regurgitasi asam lambung. Hasil ini mengindikasikan bahwa akupunktur dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mengatasi sindrom defisiensi Qi limpa lambung yang mengarah pada produksi berlebihan asam lambung.
KESIMPULAN DAN SARAN : Dalam kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa akupunktur memiliki efektivitas dalam mengatasi sindrom defisiensi Qi limpa lambung yang menyebabkan asam lambung berlebihan. Penggunaan akupunktur sebagai terapi tambahan dapat memberikan manfaat bagi individu yang mengalami masalah ini. Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut dengan rancangan studi yang lebih ketat dan kelompok kontrol yang lebih besar direkomendasikan untuk mengonfirmasi temuan ini.
Temuan ini mendukung efektivitas penggunaan titik akupunktur Neiquan (SP 6), Zusanli (ST 36), Zhongwan (CV 12), Neiguan (PC 6), dan Weishu (BL 21) dalam mengurangi gejala sindrom defisiensi Qi limpa lambung dan mempengaruhi kadar asam lambung. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan alternatif terapi yang berpotensi bagi pasien dengan sindrom tersebut.
Open AccessAkupunktur, sindrom defisiensi Qi limpa lambung, asam lambung, titik akupunktur, Neiquan (SP 6), Zusanli (ST 36), Zhongwan (CV 12), Neiguan (PC 6), Weishu (BL 21), efektivitas.
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Insiden vertigo di Indonesia cukup tinggi dan memprihatinkan. Penderita vertigo yang
mengalami kekambuhan akan mengganggu aktivitas dan bahkan dapat mengalami
komplikasi yang membahayakan seperti risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk
menurunkan kejadian vertigo di Indonesia dan mengetahui prevalensi vertigo beserta
sindrom dan penanganan menggunakan Traditional Chinese Medicine (TCM) terhadap
penderita vertigo di Klinik Duta Hong. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat tidak
hanya bagi meningkatkan wawasan peneliti, namun juga sumber data bagi masyarakat,
perkembangan pembelajaran bagi fakultas dan penanganan vertigo di institusi kesehatan
terkait.
Penelitian dilakukan menggunakan metode cross-sectional (potong-lintang) dengan teknik
purposive sampling. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekskusi
berjumlah 40 penderita vertigo. Pengumpulan data didapatkan melalui hasil telaah status
data penderita vertigo yang berobat di Klinik Duta Hong selama periode Oktober hingga
Desember 2022 yang kemudian diolah oleh peneliti.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebanyak 15 penderita dengan sindrom Yang
Liver berkobar ke atas, 11 penderita dengan sindrom defisiensi Qi dan darah, 6 penderita
dengan stasis darah, 5 penderita dengan sindrom riak-lembab dan 3 penderita dengan
sindrom defisiensi ginjal. Sebanyak 37 dari total 40 penderita vertigo yang mengalami
perbaikan setelah minimal 1 minggu pengobatan atau 1 siklus pengobatan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penderita vertigo di klinik Duta Hong disebabkan oeh
sindrom yang berbeda-beda dan mayoritas didominasi sindrom Yang Liver berkobar ke
atas. Saran untuk penelitian berikutnya untuk menganalisis efektivitas formula TCM
terhadap perbaikan klinis penderita vertigo dengan jumlah sampel yang lebih luas dan
variabel yang bervariatif di waktu yang berbeda untuk membandingkan insiden vertigo tiap
tahun.
Open AccessVertigo, Traditional Chinese Medicine
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Insiden Dispepsia di Indonesia cukup tinggi dan memprihatinkan. Gejala Dispepsia akan
mempengaruhi produktivitas dan sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dampak
dispepsia terhadap kualitas hidup sebanding dengan penyakit kronis lainnya. Penelitian ini
bertujuan untuk Identifikasi gambaran pengaruh formula Traditional Chinese Medicine
terhadap penanganan dispepsia di Klinik Duta Hong. Penelitian ini diharapkan dapat
bermanfaat tidak hanya bagi meningkatkan wawasan peneliti, namun juga sumber data bagi
masyarakat, perkembangan pembelajaran bagi fakultas dan penanganan dispepsia di
institusi kesehatan terkait.
Penelitian dilakukan menggunakan metode cross-sectional (potong-lintang) dengan teknik
purposive sampling. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi
berjumlah 35 penderita dispepsia. Pengumpulan data didapatkan melalui hasil telaah status
data penderita dispepsia yang berobat di Klinik Duta Hong selama periode Oktober hingga
Desember 2022 yang kemudian diolah oleh peneliti.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebanyak 15 penderita dengan sindrom Defisiensi
Limpa Lambung, 10 penderita dengan sindrom Kedisharmonisan Limpa Lambung, 2
penderita dengan Sindrom Defisiensi Yin Lambung, 5 penderita dengan Sindrom lembab
panas Limpa Lambung, dan 3 penderita Stasis darah di lambung. Sebanyak 32 dari total 35
penderita dispepsia yang mengalami perbaikan setelah minimal 1 minggu pengobatan atau
1 siklus pengobatan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penderita dispepsia di klinik Duta Hong disebabkan
oleh sindrom yang berbeda-beda dan mayoritas didominasi sindrom Difisiensi Limpa
Lambung. Saran untuk penelitian berikutnya untuk menganalisis efektivitas formula TCM
terhadap perbaikan klinis penderita dispepsia dengan jumlah sampel yang lebih luas dan
variabel yang bervariatif di waktu yang berbeda untuk membandingkan insiden dispepsia
tiap tahun.
Open AccessDispepsia, Traditional Chinese Medicine
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Nyeri punggung bawah merupakan penyakit umum yang sering terjadi di masyarakat, yang
menyebabkan terbatasnya gerakan dalam melakukan aktivitas fisik sehingga individu yang
mengalaminya menjadi tidak produktif. Pekerja berat dapat beresiko terkena nyeri punggung
bawah karena posisi bekerja yang salah, misalnya membungkuk dan mengangkat beban yang
berat. Keluhan nyeri ini dilaporkan telah diderita oleh sebagian besar populasi masyarakat dunia
dengan karakteristik pertambahan usia akan meningkatkan kemungkinan terjadinya nyeri ini.
Beberapa penyebab nyeri jenis ini dapat bervariasi, misalnya dari faktor penyebab ringan hingga
berat (Septadina, 2014). Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (2018), prevalensi penyakit
muskuloskeletal di Indonesia yang pernah di diagnosis oleh tenaga kesehatan yaitu 11,9% dan
berdasarkan diagnosis atau gejala yaitu 24,7%. Jumlah penderita nyeri punggung bawah di
Indonesia tidak diketahui pasti, namun diperkirakan antara 7,6% sampai 37%. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (2018), terdapat 26,74% penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja
mengalami keluhan dan gangguan kesehatan (Kemenkes RI, 2019). Nyeri punggung bawah “Yao
Tong” dalam ilmu Tradisional Chinese Medicine (TCM) lokasi nyeri selalu mempunyai kaitan dengan
meridian atau organ Zang Fu tertentu, oleh karena itu menyelidiki lokasi nyeri mempunyai arti
penting untuk mengetahui organ Zhang-Fu atau meridian yang terserang penyakit. Yao Tong
biasanya berkaitan dengan organ ginjal atau meridian ginjal. Pada sindrom She, Yao Tong sering
disebabkan oleh serangan patogen angin, lembab, dingin, panas, dan darah stasis, sedangkan
dalam sindrom Xi, Yao Tong biasanya disebabkan kekurangan Jing, Qi, Yin, atau yang didalam ginjal
(Jie, 1997)
Open AccessNyeri Punggung, Yao Tong, Zhang-Fu