Abstrak
Latar Belakang : Demam berdarah atau dengue hemorrhagic atau lazimnya disebut DBD/DHF merupakan suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, dimana virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Faktor lingkungan yang memberi pengaruh terhadap keberadaan DBD antara lain lingkungan fisik seperti suhu udara, kelembaban, hujan, angin, sinar matahari, arus air, lingkungan biologi seperti tidak menumpuk barang-barang bekas dan lingkungan sosial yaitu kebiasaan atau perilaku seseorang dalam memelihara lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 12 Juli 2020 terlihat bahwa warga di desa Telaga murni khususnya di RT 003/RW 008 hasil yang didapatkan bahwa dari 8 orang faktor lingkungan fisiknya terlihat kurang baik dikarenakan keterbatasan ventilasi pada ruangan. 9 orang faktor lingkungan sosialnya kurang baik dikarenakan tidak membersihkan saluran air dan talang air yang tersumbat. 10 orang lingkungan biologi nya kurang baik dikarenakan banyak barang-barang bekas yang menumpuk dan tempat minum hewan peliharaan yang tidak dibersihkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Telaga Murni didapatkan data ada 8 warga yang pernah mengalami DBD. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Dengan populasi sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh tidak adanya hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020 dengan p-value (1,000). Pada penelitian ini di dapatkan bahwa dari 11 responden lingkungan sosial kurang, ada sebanyak 9 (81,8%) responden. Sedangkan dari 31 responden lingkungan sosialnya baik, ada sebanyak 26 (83,9%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020. Saran : Diharapkan masyarakat seharusnya memanfaatkan peran JUMANTIK yang sudah ada dan menyadari betul tentang pentingnya upaya pemberian penyuluhan dan pengamatan tentang kejadian demam berdarah agar terhindar dari wabah penyakit DBD, jika ada yang kurang mengerti tentang upaya apa yang harus dilakukan dalam melakukan pengamatan terhadap kejadian DBD hendaknya mencari tahu lewat surat kabar atau majalah, iklan televisi, browsing di google atau internet atau dating ke Pusat pelayanan kesehatan untuk menanyakan hal-hal yang tidak diketahui dan memanfaatkan Puskesmas untuk membantu memantau kesehatan anggota keluarga.