Abstrak
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit menular melalui droplet saat sedang batuk atau bersin. Perilaku batuk dan bersin yang tidak sesuai etika berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit, terutama pada kondisi tubuh yang sedang sakit. Studi pendahuluan terdapat beberapa remaja belum memahami dan menerapkan cara batuk dan bersin yang benar, sehingga diperlukan simulasi kesehatan guna mencegah penularan penyakit infeksi pernapasan. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh simulasi etika batuk dan bersin terhadap pencegahan penularan ISPA pada remaja di Desa Sukamakmur Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group pretest-posttest. Populasi sebanyak 204 dengan sampel 68 remaja lakilaki dan perempuan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian data dianalisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Menunjukan hasil yang signifikan setelah dilakukan simulasi etika batuk dan bersin dengan nilai hasil p-value= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terbukti efektif meningkatkan perilaku terhadap pencegahan penularan ISPA remaja. Hal ini bisa menjadi upaya membentuk perilaku hidup sehat pada remaja.