Abstrak
Latar belakang : Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang pada populasi dewasa dan sering menimbulkan disfungsi ekstremitas atas (upper limb dysfunction) yang berdampak pada keterbatasan aktivitas sehari-hari. Gangguan fungsi ekstremitas atas menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas fungsional seperti meraih, memegang, dan memanipulasi objek. Latihan reaching movement sebagai latihan berbasis tugas (task-specific training) diyakini dapat menstimulasi neuroplastisitas melalui aktivitas gerak yang berulang dan bermakna secara fungsional. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh latihan reaching movement terhadap peningkatan kemampuan aktivitas sehari-hari pada pasien pasca stroke dengan disfungsi upper limb. Penelitian ini menggunakan Metode : Eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah pasien pasca stroke dengan disfungsi ekstremitas atas yang menjalani fisioterapi di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Pengukuran fungsi motorik upper limb menggunakan Fugl-Meyer Assessment of Upper Extremity (FMA-UE), sedangkan tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari diukur menggunakan Barthel Index sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi motorik ekstremitas atas dan kemampuan aktivitas sehari-hari setelah pemberian latihan reaching movement. Kesimpulan : Dengan demikian, latihan reaching movement efektif dalam meningkatkan fungsi motorik upper limb dan kemandirian aktivitas sehari-hari pada pasien pasca stroke.