Abstrak
Latar belakang : Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg diastolik 90 mmHg. Aktivitas fisik dengan nyeri kepala yang menyebabkan pembuluh darah menyempit akibatnya jaringan mengalami penurunan kadar oksigen (O2) dan peningkatan karbon dioksida (CO2) terjadinya proses metabolisme anaerob. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Nyeri Kepala Pada Pasien Lansia Hipertensi Di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Desain penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total sampling dengan jumlah 91 responden pada lansia 55-90 tahun. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner aktivitas dengan nyeri pada pasien lansia. Hasil Penelitian : Berdasarkan aktivitas fisik dan intensitas nyeri paling banyak yaitu aktivitas fisik ringan dengan 22 responden (71%) mengalami nyeri sedang, aktivitas fisik ringan 9 responden (29%) mengalami nyeri berat. Dan aktivitas fisik sedang 4 responden (11,4%) mengalami nyeri ringan, sedangkan aktivitas fisik sedang 31 responden (88,6%) mengalami nyeri sedang. Tidak ada aktivitas fisik sedang yang mengalami nyeri berat dan aktivitas fisik berat yakni 25 responden (100%) mengalami nyeri ringan. Namun, tidak ada nyeri sedang maupun nyeri berat dalam kategori aktivitas fisik berat. Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Nyeri Kepala Pada Pasien Lansia dengan nilai p-value 0,000 (p0,05). Kesimpulan : Adanya Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Nyeri kepala Pada Pasien Lansia di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin.