Abstrak
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) jumlah penderita yang semakin bertambah, maka dari itu perlunya melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS. Perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja harus menjadi perhatian guna untuk meningkatkan mutu remaja di mata masyarakat penyebaran HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi yang menentukan perilaku seseorang dalam pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada remaja Perum Graha Melasti RW 014 dengan jumlah populasi sebesar 123 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengumpulan data non-probability sampling didapatkan dari hasil rumus slovin sebanyak 94 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi-Square Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya adalah pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Uji korelasi antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS mempunyai nilai 0.0030.040, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan. Sarankan yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan pencegahan HIV/AIDS.