Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Pengaruh Pemberian Sari Daun Jambu Biji Terhadap Frekuensi Diare Pada Balita di RS Cenka Tahun 2025

Koleksi PerpustakaanUniversitas Medika Suherman1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Latar belakang Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada balita karena dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Penggunaan obat herbal sebagai terapi komplementer menjadi alternatif yang aman dan murah, salah satunya adalah sari daun jambu biji yang diketahui mengandung flavonoid, tanin, dan saponin dengan efek antidiare. Tujuan Mengetahui pengaruh pemberian sari daun jambu biji terhadap penurunan frekuensi diare pada balita. Metode Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 30 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi frekuensi diare sebelum dan sesudah pemberian sari daun jambu biji. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Sebelum intervensi, mayoritas balita mengalami diare dengan frekuensi 4–5 kali/hari (73,3%). Setelah pemberian sari daun jambu biji selama 3 hari, terjadi penurunan frekuensi, di mana sebagian besar balita hanya mengalami diare 1–2 kali/hari (46,7%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,878 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara frekuensi diare sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan Pemberian sari daun jambu biji efektif menurunkan frekuensi diare pada balita. Sari daun jambu biji dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang aman, murah, dan mudah diaplikasikan untuk membantu penanganan diare.

Kata kunci

Diare, balita, sari daun jambu biji, terapi komplementer

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pengaruh Pemberian Sari Daun Jambu Biji Terhadap Frekuensi Diare Pada Balita di RS Cenka Tahun 20252025 · oai:ais:library-item:27025

Publikasi terkait