2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abortus merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak kesakitan dan kematian ibu. factor resiko terjadinya abortus adalah usia, paritas, riwayat abortus sebelumnya, jarak kehamilan, pendidikan dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan total sampel, sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan Check list dan di analisisa univariat dan bivariate dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN & PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2022 Nama : Romaulina NIM : 221050038 Judul (Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022) xix+ 75 Halaman+14 Tabel+ 5 Lampiran ABSTRAK Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dengan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. WHO memperkirakan 4,2 juta kasus abortus terjadi setiap tahun di Asia Tenggara, dengan perincian 1,3 juta di Vietnam dan Singapura, antara 750.000 sampai 1,5 juta di Indonesia, antara 155.000 sampai 750.000 di Filipina dan antara 300.000 sampai 900.000 di Thailand, namun tidak dikemukakan perkiraan kejadian abortus di Kamboja, Laos dan Myanmar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan sampel yakni total sampel, sebanyak 78 ibu. Instrument pengumpulan data dengan data sekunder, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Terdapat hubungan bermakna antara paritas, riwayat abortus dan jarak kehamilan dengan kejadian abortus di wilayah kerja puskesmas Tambun tahun 2022. Sedangkan usia, pendidikan dan pekerjaan tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus diwilayah kerja puskesmas Tambun tahun 2022. Diharapkan fasilitas kesehatan masyarakat dan institusi pendidikan dapat memberikan promosi kesehatan sehingga dapat mencegah kejadian abortus dan menurunkan angka kejadian abortus. Bahan bacaan jumlah (2011-2022) Kata Kunci : Abortus, Jarak Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus Jumlah kata (273)