Profil penulis
Khoirunnisa
5 karya publik ditemukan.
Evaluasi Hygiene dan Sanitasi, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen di Rumah Makan Lestari H. Shomad
Rumah makan saat ini tidak hanya berhadapan dengan persaingan tetapi berhadapan juga dengan konsumen yang keinginan dan kebutuhannya terpenuhi. Dalam usaha rumah makan kebersihan serta kualitas pelayanan termasuk faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini dilakukan di Rumah Makan Lestari H.Shomad. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung ke Rumah Makan Lestari H. Shomad. Instrumen penelitian ini dilakukan dengan sampel 100 responden yang diberikan kuesioner berisi 15 pertanyaan dari indikator kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen, sedangkan Hygiene Sanitasi dilakukan dengan wawancara menggunakan lembar observasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional dan cara pengambilan sampel dengan metode sampling incidental/ Accidental sampling. Berdasarkan hasil observasi hygiene sanitasi didapatkan jumlah skor 733 yang berarti mutu C (Cukup). Sedangkan dari hasil dan pembahasan terkait kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen maka dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan terhadap Rumah Makan H. Shomad dengan 100 responden adanya hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen dengan hasil p-value uji chi square 0.000.
Asuhan Keperawtaan Gerontik Pola Nafas Tidak Efektif Pada Tn. A Dengan Diagnosa Tuberkulosis Paru di Desa Karang Asih Cikarang Utara Tahun 2022
Tuberkulosis paru (TB paru) pada lansia menimbulkan masalah yang mengkhawatirkan seperti frekuensi, batuk terus menerus, sesak napas, nyeri dada, nafsu makan berkurang, berat badan yang menurun, kebiasaan berkeringat dimalam hari dan demam tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran Asuhan Keperawatan Gerontik diagnosa Tuberkulosis Paru dengan subjek penelitian Tn.A dengan masalah keperawatan Pola nafas tidak efektif. Metode dalam Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Asih Cikarang Utara pada tanggal 24 Mei 2022. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Tn.A dengan diagnosa Tuberkulosis paru selama 3x24 jam dengan kriteria hasil pola nafas tidak efektif dapat teratasi, yaitu frekuensi nafas kembali normal RR 20x/menit, TTV dalam batas normal. Intervensi dilakukan dengan teknik distraksi dan relaksasi tarik nafas dalam dan anjuran tidur dengan posisi semi fowler untuk mengatasi masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Dapat disimpulkan bahwa intervensi, dapat mengatasi masalah ketidakefektifan pola nafas pada lansia dengan Tb Paru, yaitu dengan teknik distraksi, relaksasi tarik nafas dalam dan anjuran tidur posisi semifowler. Berpengaruh terhadap ketidakefektifan pola nafas pada lansia, sehingga intervensi ini dapat dijadikan salah satu tindakan keperawatan dengan masalah yang sama.
Asuhan Keperawatan Sirkulasi : Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Ny. M Dengan Stroke Non Hemoragik (SNH) di Ruang Tulip 09 RSUD Kab. Bekasi Tahun 2021
Stroke Non Hemoragik adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan, salah satu penyebabnya adalah gangguan perfusi jaringan serebral. Tujuan penelitian untuk menggali Asuhan Keperawatan Sirkulasi : Resiko Perfusi Serebral tidak Efektif pada Ny. M dengan Stroke Non Hemoragik. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami Stroke. Dari kasus Ditemukan data keluhan klien merasa kebas dan kram pada kedua kaki dan tangannya, LDL : 180 mg/dl dengan diagnosa Resiko perfusi serebral tidak efektif. Implementasi yang dilakukan posisi semi fowler, posisi fowler, memposisikan kepala pasien pada posisi 30. Dilakukannya evaluasi akhir selama 3 hari, Pasien masih merasa kebas, kram serta gemetar pada anggota geraknya. Kesimpulan : asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi sebagian dengan implementasi yang telah diberikan sesuai dengan intervensi. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek sirkulasi dalam menangani pasien dengan resiko perfusi serebral tidak efektif terhadap pasien stroke.