Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Hamidah

4 karya publik ditemukan.

2025: 12020: 12019: 2

Efektivitas Terapi Akupunktur Titik SP6 (Sanyinjiao), CV 4 (Guanyuan), LI 4 (Hegu), LR 3 (Taichong) dan ST 36 (Zusanli) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Haid Sindrom Stagnasi QI dan Xue di Klinik Bidan "S" Bandung

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami wanita usia reproduksi. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan tingkat produktivitas, serta mengganggu kualitas hidup wanita. Salah satu metode alternatif yang digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah akupunktur, terutama untuk kasus dismenore akibat sindrom stagnasi qi dan xue menurut konsep pengobatan tradisional Tiongkok (PTT). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur Titik SP 6 (Sanyinjiao), CV 4 (Guanyuan), LI 4 (Hegu), LR 3 (Taichong), dan ST 36 (Zusanli) terhadap penuruan intensitas nyeri pada penderita nyeri haid sindrom stagnasi qi dan xue di klinik bidan “S” Bandung. Metode: penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi selama januari-juni 2025. Intervensi berupa terapi akupunktur dilakukan 3–5 hari sebelum menstruasi. Intensitas nyeri diukur menggunakan NRS (Numeric Rating Scale) sebelum dan sesudah terapi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed-rank test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: penelitian terhadap 30 subjek, diperoleh sebanyak 15 subjek berusia 21 tahun (50 %), 7 subjek berusia 18 tahun (23.3 %), 7 subjek berusia 22 tahun (23.3 %) dan 1 subjek berusia 24 tahun (3,3%). Responden terdiri dari 18 mahasiswa (60%), 5 karyawan swasta (16.7 %) dan 7 pelajar (23.3 %). Skor skala nyeri minimum diangka 4 dan maksimum diangka 8 sebelum dilakukan terapi akupunktur. Skor nyeri terbanyak 10 responden (33.3 %) diangka 6, 9 responden (30 %) diangka 7, 9 responden (30 %) diangka 5, 1 responden ( 3.3 %) diangka 8 dan 1 responden (3.3 %) diangka 1. Skor skala nyeri minimum diangka 1 dan maksimum diangka 6 setelah dilakukan terapi akupunktur. Skor nyeri terbanyak 13 responden (43.3 %) diangka 1, 8 responden (26.7 %) diangka 2, 6 responden (20 %) diangka 3, 1 responden ( 3.3 %) diangka 4, 1 responden (3.3 %) diangka 5, dan 1 responden (3.3 %) diangka 6. Kesimpulan: skor skala nyeri rata-rata angka sebelum terapi sebesar 6.00 dan sesudah terapi sebesar 2.06. Perbedaan rata-rata skor skala nyeri sebelum dan setelah sebesar 3.94 (65%) yang berarti terapi akupunktur efektif terhadap penuruan intensitas nyeri pada penderita nyeri haid sindrom stagnasi qi dan xue. Perbedaan signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi akupuntur diperoleh dari hasil uji wilcoxon signed rank test, diperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05)

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pada Anak Pengguna Gadget di PAUD Desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Tahunu 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gadget merupakan teknologi yang sangat populer saat ini, orang dewasa maupun anakanak sudah menggunakan gadget. Indonesia merupakan Negara ke-dua dengan penjualan smartphone terbanyak yaitu 46 juta penjualan dan 39,8 juta pengguna baru setelah Negara Brasil dengan 47 juta pengguna dan 38 pengguna baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor. Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang anaknya bersekolah PAUD. Sampel yang diambil 50 responden dengan metode pengambilan tatal sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat Gambaran pengetahuan ibu terhadap dampak penggunaan gadget pada anak PAUD di desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (52%), pengetahuan cukup 13 responden (26%) dan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 11 orang (22%). Karakteristik tingkat pendidikan responden rendah sebnayak 40 orang (80%) dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 10 orang (20%). Karakteristik sumber informasi yang kurang lengkap sebanyak 20 orang (40%), informasi cukup lengkap 16 orang (32%) dan sumber informasi lengkap 14 rorang (26%). karakteristik responden dengan lingkungan kurang baik sebanyak 41 orang (82%) dan lingkungan baik 9 orang (18%). Karakteristik responden yang tidak bekerja sebanyak 46 orang (92%), dan yang bekerja hanya 4 orang (8%). Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, memiliki tingkat pengetahuan kurang. Untuk masyarakat sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan gadget pada anak dengan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.