Gambaran kunjungan balita ke posyandu desa margasari kec.pedes kabupaten karawang tahun 2020
Dan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas pedes terjadi rendahnya kunjungan balita di posyandu karena dampak covid-19 menurun.
Profil penulis
10 karya publik ditemukan.
Dan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas pedes terjadi rendahnya kunjungan balita di posyandu karena dampak covid-19 menurun.
Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian wanita. Kanker serviks bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun cakupan di Indonesia hanya 1,1%. Salah satu faktor penyebab yakni kurangnya pengetahuan tentang vaksinasi HPV. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) di SMA Negeri 3 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini di lakukan di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dan proses pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2019 dengan instrument penelitian menggunakan kuesioner. Populasi siswi kelas XI yang berjumlah 198 orang dan sampel berjumlah 132 orang. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Propotionate Stratified Random Sampling. Teknik pengambilan data menggunakan Selt Administered Questionnaire. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat dan odds rasio. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pendidikan (Non formal) dengan pengetahuan (P=0,009, OR 2,942). Ada hubungan informasi dengan pengetahuan (P=0,028, OR 2,453). Ada hubungan ekonomi dengan pengetahuan (P=0,021, OR 2,677). Ada hubungan pengalaman dengan pengetahuan (P=0,004, OR 3,878). Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pendidikan (Non formal), informasi, ekonomi dan pengalaman dengan pengetahuan remaja tentang vaksinasi HPV. Disarankan kepada remaja agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang vaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
Kunjungan balita ke Posyandu yang paling baik adalah rutin setiap bulan atau 12 kali per tahun. Balita (12-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitnya 2 kali dalam satu tahun. Penimbangan berat badan anak setiap bulan untuk mengetahui status gizi anak merupakan salah satu kegiatan rutin di Posyandu. Desain penelitian ini adalah jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 85 responden dengan jumlah sampel 85 ibu yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner.Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu yaitu Pengetahuan p value = 0,006 Nilai OR=5,235, Pekerjaan p value = 0,011 Nilai OR=3,677, Tenaga Kesehatan p value = 0,006 Nilai OR=3,957 dan yang tidak berhubungan yaitu Pendidikan dengan p value = 0,517. Disarankan bagi masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita agar lebih teratur lagi dalam membawa balitanya ke posyandu.
Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat, yang dilaksanakan oleh kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Posyandu sebagai bentuk upaya kesehatan yang berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kunjungan balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu yang mempunyai balita 80 ibu. Dan sample penelitian ini adalah 80 orang, sampel diambil dengan cara menggunakan metode total sampling. Analisis data digunakan dengan cara univariat. Hasil penelitian ini terdapat 30 responden yang memiliki pendidikan rendah sebanyak 42 orang (52,2%). Memiliki usia <35 tahun sebanyak 30 orang (37,5%) sedangkan yang berusia >35 tahun sebanyak 50 orang (62,5%) kemudian yang dukungan keluarga yang tidak mendukung sebanyak 46 orang (57,5%) sedangkan yang mendukung sebanyak 34 orang (47,7%). Pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 43 orang (53,8%) dan yang tidak berkunjung karena adanya wabah covid-19 sebanyak (55,0%).
Orang dengan diabetes mellitus mengalami banyak perubahan yang mengubah hidup, yang perlu mereka lakukan sepanjang hidup mereka, seperti perubahan pola makan, olahraga, dan kontrol gula darah. Karena perubahan hidup yang tiba-tiba, penderita diabetes mengalami beberapa reaksi psikologis negatif terhadap penjelasan ini, seperti kemarahan, ketidakberdayaan, kurangnya dukungan keluarga, peningkatan kecemasan, dan depresi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – faktor apa Saja yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Pebayuran. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif, dan jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. jumlah sample yaitu sebanyak 67 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakan yaitu data Primer berupa wawancara serta responden diminta untuk mengisi kuesioner dan data Skunder yaitu gambaran jumlah penderita Diabetes Mellitus yang didapatkan data dari bulan Januari s/d April 2022 di Puskesmas Pebayuran. Adapun analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita p-value (0,000), komplikasi p-value (0,044), dan dukungan keluarga p-value (0,004) dengan tingkat kecemasan. Diharapkan agar penderita diabetes mellitus lebih semangat dalam menjalani hidup sehat agar tidak mengalami kecemasan dan diharapkan bagi keluarga serta petugas kesehatan bekerjasama dan berperan dalam pengobatan penderita dabetes mellitus.
Seiring perkembangan zaman teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia. Teknologi digital (media sosial) banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam berkomunikasi dengan orang lain namun tidak dapat dipungkiri dalam penggunaannya dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental penggunanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial Tik Tok dengan kesehatan mental remaja di MAN 4 Karawang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sactional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling, dengan populasi 133 dan didapatkan besar sampel 100 responden. Pengumpulan data dengan instrumen kuesioner. Uji analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi penggunaan media sosial Tik Tok yaitu kurang aktif 46 (46%) responden, aktif 54 (54%) responden dan distribusi frekuensi kesehatan mental yaitu kurang baik 56 (56%) responden, baik 44 (44%) responden dan uji analisis bivariat menggunakan uji chi square didapatkan p value 0.033<0.05 yang diartikan Ha diterima. Kesimpulan: adanya hubungan antara penggunaan media sosial Tik Tok dengan kesehatan mental remaja di MAN 4 Karawang. Saran diharapkan dapat menjaga kesehatan mental dengan lebih mengontrol diri atau membatasi diri dalam menggunakan media sosial terkhusus Tik Tok.
Awal tahun 2020 dunia dikejutkan dengan merebaknya virus yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome dan Severe Acute Respiratory Syndrome. Tujuan penelitian ini untuk mengetehui faktor pengetahuan dan kecemasan masyarakat yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional menggunakan kuesione. Metode penelitian ini adalah teknik sampel menggunakan total sampling, sampelnya sebanyak 67 responden. Analisa data yang digunakan adalah unuvariat danbivariat menggunakan uji chi square. Hasil dari penelian tidak ada hubungan kecemasan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19 dengan p valeu = 0,057. Tidak ada hubungan pengetahuan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19 dengan p value = 0,319. Tidak hubungan kecemasan dan pengetahuan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19. Bagi masyarakat disarankan untuk seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kampung Jagawana agar menambah wawasan dan pengetahuan tertang Covid-19 bahwa pasien Covid-19 berstigma negatif dan masyarakat tidak boleh cemas terhadap virus Covid-19.
ABSTRAK Latar Belakang : Orang dengan diabetes mellitus mengalami banyak perubahan yang mengubah hidup, yang perlu mereka lakukan sepanjang hidup mereka, seperti perubahan pola makan, olahraga, dan kontrol gula darah. Karena perubahan hidup yang tiba-tiba, penderita diabetes mengalami beberapa reaksi psikologis negatif terhadap penjelasan ini, seperti kemarahan, ketidakberdayaan, kurangnya dukungan keluarga, peningkatan kecemasan, dan depresi. Tujuan : Oleh karena itu perumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – faktor apa Saja yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Pebayuran. Metode : penelitian ini menggunakan kuantitatif, dan jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. jumlah sample yaitu sebanyak 67 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakan yaitu data Primer berupa wawancara serta responden diminta untuk mengisi kuesioner dan data Skunder yaitu gambaran jumlah penderita Diabetes Mellitus yang didapatkan data dari bulan Januari s/d April 2022 di Puskesmas Pebayuran. Adapun analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Uji chi-square. Hasil : penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita ρ-value (0,000), komplikasi ρ-value (0,044), dan dukungan keluarga ρ-value (0,004) dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan : Diharapkan agar penderita diabetes mellitus lebih semangat dalam menjalani hidup sehat agar tidak mengalami kecemasan dan diharapkan bagi keluarga serta petugas kesehatan bekerjasama dan berperan dalam pengobatan penderita dabetes mellitus. Kata Kunci: Tingkat kecemasan; diabetes mellitus tipe 2
ABSTRAK Latar Belakang : Seiring perkembangan zaman teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia. Teknologi digital atau lebih sering disebut media sosial banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam berkomunikasi dengan orang lain namun tidak dapat dipungkiri dalam penggunaannya dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental penggunanya. Tujuan : untuk meneliti tentang hubungan penggunaan media sosial Tik Tok dengan kesehatan mental remaja di MAN 4 Karawang. Metode : penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sactional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling, dengan populasi 133 dan didapatkan besar sampel 100 responden. Analisis penelitian dengan uji univariat didapatkan distribusi frekuensi penggunaan media sosial Tik Tok yaitu kurang aktif 46 responden, aktif 54 responden dan distribusi frekuensi kesehatan mental yaitu kurang baik 56 responden, baik 44 responden dan uji bivariat yaitu uji chi square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil : penelitian uji Chi square didapatkan p value 0.0330.05 yang diartikan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: adanya hubungan antara penggunaan media sosial Tik Tok dengan kesehatan mental remaja di MAN 4 Karawang. Saran : diharapkan dapat menjaga kesehatan mental dengan lebih mengontrol diri atau membatasi diri dalam menggunakan media sosial terkhusus Tik Tok.