Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Dita Utari Basuki

2 karya publik ditemukan.

2025: 12020: 1

Hubungan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja Putri di MTSN 3 Karawang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan psikologis, melainkan juga kemampuan individu mengenali potensi diri, mengatasi tekanan hidup, produktif, dan berkontribusi pada komunitas. Remaja putri sangat rentan terhadap gangguan mental akibat paparan media social termasuk cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Di Indonesia, tren gangguan mental remaja meningkat bersamaan dengan intensitas penggunaan media sosial, namun studi lokal khusus di MTsN 3 Karawang masih terbatas. Tujuan: Menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Metode: Studi kuantitatif cross sectional dengan total sampel 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif (frekuensi), chi-square, dan Odds Ratio (OR). Hasil: Instagram merupakan platform paling sering digunakan (24,7 %), disusul Facebook dan WhatsApp (masing-masing 23,5 %), TikTok (10,6 %), dan lainnya (YouTube, Telegram, LINE, Twitter/X, Pinterest) sebesar 17,6 %. Sebanyak 50,6 % responden tergolong pengguna media sosial berisiko, sementara 98,8 % menunjukkan gejala risiko gangguan kesehatan mental. Chi-square menunjukkan p = 0,042 (< 0,05), bermakna terdapat hubungan signifikan. OR sebesar 3,0 mengindikasikan remaja putri dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang tiga kali lebih tinggi mengalami gangguan mental dibanding yang tidak berisiko. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan gangguan kesehatan mental pada remaja putri MTsN 3 Karawang tahun 2025. Remaja dalam kategori berisiko memiliki peluang tiga kali lebih besar mengalami gangguan mental.

Faktor-faktor yang Berpengaruh Dengan Perilaku Sadari Pada Remaja Puteri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan Tahun 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan data yang di dapat dari RSUD Kab.Bekasi pada tahun 2018 terdapat 271 kasus dengan kanker payudara lebih banyak di bandingkan pada tahun 2017 hanya 71 kasus kanker payudara. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dari 348 siswi ternyata 205 siswi yang melakukan SADARI kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan tahun 2019. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 348 remaja puteri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 111 orang remaja puteri yang perilaku sadari kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pengetahuan (P-Value =0,001), Sumber informasi (PValue=0,002), Peran tenaga kesehatan (P-Value=0,045), Peran orangtua (P-Value=0,010) dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun tahun 2019. Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Pengetahuan, Sumber informasi, Peran tenaga kesehatan,Peran orangtua) hasilnya berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.