Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Deni Alamsah

4 karya publik ditemukan.

2025: 12024: 3

Hubungan Lama Kerja dan Pengetahuan Dengan Keterampilan Kader Pada Pengukuran Antropometri Balita di Posyandu Cikarang Selatan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pengukuran antropometri balita yang tidak akurat oleh rangkaian posisi merupakan masalah signifikan yang dapat menghambat deteksi dini stunting dan masalah gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lama kerja dan pengetahuan dengan keterampilan pada pengukuran antropometri balita di Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini berfokus pada 41 kader yang memenuhi kriteria inklusi di wilayah kerja Kecamatan Cikarang Selatan, khususnya di Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi. Analisis uji yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran tinggi badan ditemukan hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) dengan (OR = 0,417) dan variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran berat badan (p-value = 0,003) dengan (OR = 0,095). Pengetahuan kader juga berhubungan secara signifikan dengan keterampilan pengukuran tinggi badan (p-value = 0,000) dengan (OR = 45,500). Lalu hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,120) dengan (OR = 2,963). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja secara signifikan berhubungan dengan keterampilan antropometri dan pengetahuan kader dengan keterampilan pengukuran tinggi badan secara signifikan berhubungan. Sedangkan pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak ada hubungan secara signifikan. Kader yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih terampil dalam pengukuran antropometri.

Keamanan Makanan Ditinjau Dari Aspek Penggunaan Pengawet Berbahaya, Pewarna Sintetik dan Praktik

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 9.262 sampel yang diuji dari 3.749 pedagang makanan dan minuman di 1.057 titik pengawasan menunjukkan bahwa 102 sampel, atau 1,1% dari total sampel, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti borkas (0,28%), formalin (0,53%), rhodamin B (0,30%), dan methanyl yellow (0,01%). Formalin merupakan zat berbahaya bagi tubuh manusia. Dampak dari pemaparan ini formalin terakumulasi pada lapisan lendir saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Rhodamin B adalah pewarna sintetis dari kelompok pewarna xanthenes yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Zat warna rhodamin B dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan karena efek berbahaya yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin dan rhodamin B yang beredar di kantin sekolah Kabupaten Bekasi. Desain penelitian ini yaitu ekperimental. Untuk mengetahui persentase kandungan formalin dan rhodamin B, pengolahan data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif dan univariat. Sampel dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan test kit formalin dan rhodamin B terhadap kandungan formalin dan rhodamin B menujukkan bahwa diperoleh sebanyak 7 sampel makanan yang mengandung zat formalin dan diperoleh sebanyak 5 sampel makanan yang mengandung zat rhodamin B.

Formulasi Cookies Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Pisang Ambon Sebagai Alternatif Makanan Selingan untuk Penderita Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah kondisi medis yang penderita umumnya memiliki kadar gula darah yang tinggi dan abnormal. Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat mempengaruhi banyak organ vital tubuh dan menyebabkan kerusakan syaraf dan pembuluh darah. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan cross-sectional study. Total panelis sebanyak 34 responden. Dalam penelitian ini mengunakan teknik uji analisa yang di gunakan adalah univariat berupa uji analisis deskriptif dan bivariat berupa uji Post Hoc Tests. Hasil dari formula pembuatan cookies tepung ubi jalar ungu dan pisang ambon ada 3 yaitu F1 (subsitusi untuk tepung ubi jalar dan tepung pisang ambon 50%) F2 (subsitusi untuk tepung ubi jalar 75% dan tepung pisang ambon 25%) F3 (subsitusi untuk tepung ubi jalar 25% dan tepung pisang 75%). Hasil dari uji hedonik untuk variabel warna berkisar 2,2 hingga 2,4. Aroma memiliki nilai rata-rata 2,29 hingga 3,24. Rasa kisaran agak suka 2,09 sampai 2,94. Tekstur berkisar 2,35 hingga 3,00, Aftertaste kisaran 2,24 hingga 3,03. Berdasarkan dari uji organoleptik cookies yang paling disukai adalah F2. Formula 2 ini mengandung energi 3,86% AKG, Protein 2,50% AKG, lemak 0,30% AKG, karbohidrat 5,78% AKG dan serat 2% AKG dengan harga per takaran saji sebesar Rp 2211,0. Cookies tepung ubi jalar ungu dan pisang ambon bisa menjadi alternatif makanan selingan bagi penderita DM Tipe 2.

Pengembangan Cookies dari Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Ikan Teri untuk Makanan Tambahan Ibu Hamil

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stunting menurut WHO pada tahun 2025 jumlah balita stunting harus turun 40% di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula cookies tepung ubi jalar ungu dan ikan teri yang diterima secara organoleptik sebagai makanan tambahan ibu hamil. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor dengan 3 taraf perlakuan, yaitu 95%, 92,5% dan 90%. Jumlah sampel sebanyak 32 responden. Tempat penelitian yaitu di Laboratorium Gizi Universitas Medika Suherman. Uji organoleptik diolah menggunakan Microsoft Excel 2013 kemudian dianalisis secara statistik menggunakan SPSS Versi 16. Hasil data hedonik atau rating test dianalisis menggunakan uji lanjutan dengan Duncan. Sedangkan untuk analisis zat gizi diolah menggunakan TKPI 2020. Hasil penelitian ini adalah formula cookies yang disukai oleh responden adalah formula F1. Formula cookies yang terpilih yakni cookies F1. Nilai rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap warna : 2,88-4,06 (kurang suka sampai suka), aroma : 2,97-3,72 (kurang suka sampai cukup suka), rasa : 2,81-4,09 (kurang suka-suka), tekstur : 3,38-4,06 (cukup suka-suka), dan aftertaste : 2,75-3,69 (kurang suka-cukup suka). Cookies dalam sekali penyajian adalah sebanyak 4 keping (40 g) sebagai cemilan pada sekali waktu selingan dalam sehari. Besar energi cookies per takaran saji yaitu sebanyak 356 kkal. Formula terpilih telah memenuhi 10-15% AKG yakni energi sebesar 14%. Cookies dari tepung ubi jalar ungu dan tepung ikan teri ini diharapkan bisa digunakan sebagai alternatif makanan tambahan ibu hamil.