Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Taufan Cristian Sukmawijaya

1 karya publik ditemukan.

2026: 1

Pemberian Latihan Latihan Ergocycle dan Active Exercise Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Pasien Lansia Pasca Stroke

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Penyakit stroke masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan, bukan hanya di Indonesia namun di dunia. Stroke juga merupakan penyebabkan kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Fisioterapi sangat berperan dalam penanganan pasien pasca stroke sesuai yang di sampaikan . Salah satu intervensi Fisioterapi adalah Pemberian Latihan ergocycle dan active exercise. Latihan ergocycle dan active exercise merupakan tindakan rehabilitasi yang digunakan untuk mengoptimalkan kemandirian fungsional seseorang dengan gangguan neurologi. Tujuan : Untuk mengetahui pemberian Latihan ergocycle dan active exercise terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien lansia pasca stroke. Sampel : : Terdiri dari 32 orang pasien Fisioterapi di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Bandung dipilih berdasarkan purpose sampling dengan menggunakan tabel assessmen yang tersedia dan kriteria yang sudah ditetapkan. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental untuk mengetahui suatu intervensi yang dilakukan terhadap suatu objek penelitian. Setelah semua data terkumpul, maka dilakukan analisis data penelitian. Proses ini menggunakan sistem komputerisasi program Graphpad Prism 8, dengan tingkat signifikan p<0,05. Langkah awal pengolahan data yang dilakukan yaitu melakukan uji normalitas data. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah sample kurang dari 50. Selanjutnya dilakukan uji paired T-test berpasangan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang bermakna. Hasil : Pada kelompok kontrol hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,3332 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara nilai pre-test dan post-test pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan signifikan pada kekuatan otot tanpa intervensi. Sedangkan pada kelompok perlakuan . Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,0005 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang sangat bermakna secara statistik antara nilai pre-test dan post-test. Kesimpulan : perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot berdasarkan skor MMT, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna.